<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pendapatan Asuransi Jiwa Rp62,6 Triliun di Kuartal I-2021, Meroket 13.591%</title><description>Industri asuransi jiwa mencatatkan pendapatan positif sebesar Rp62,66 triliun pada kuartal I-2021.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/08/320/2422043/pendapatan-asuransi-jiwa-rp62-6-triliun-di-kuartal-i-2021-meroket-13-591</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/06/08/320/2422043/pendapatan-asuransi-jiwa-rp62-6-triliun-di-kuartal-i-2021-meroket-13-591"/><item><title>Pendapatan Asuransi Jiwa Rp62,6 Triliun di Kuartal I-2021, Meroket 13.591%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/08/320/2422043/pendapatan-asuransi-jiwa-rp62-6-triliun-di-kuartal-i-2021-meroket-13-591</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/06/08/320/2422043/pendapatan-asuransi-jiwa-rp62-6-triliun-di-kuartal-i-2021-meroket-13-591</guid><pubDate>Selasa 08 Juni 2021 17:35 WIB</pubDate><dc:creator>Oktiani Endarwati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/08/320/2422043/pendapatan-asuransi-jiwa-rp62-6-triliun-di-kuartal-i-2021-meroket-13-591-EzDVomZyfS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Asuransi (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/08/320/2422043/pendapatan-asuransi-jiwa-rp62-6-triliun-di-kuartal-i-2021-meroket-13-591-EzDVomZyfS.jpg</image><title>Asuransi (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat pertumbuhan positif pada kuartal I-2021. Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon mengatakan, industri asuransi jiwa mencatatkan pendapatan positif sebesar Rp62,66 triliun pada kuartal I-2021.

Jumlah ini meningkat 13.591,6% dibandingkan kuartal I-2020 yang minus Rp0,46 triliun. Secara rinci, dari total pendapatan asuransi pada kuartal I-2021 sebesar Rp62,66 triliun terdiri dari pendapatan premi sebesar Rp57,45 triliun, hasil investasi Rp2,44 triliun, klaim asuransi Rp1,55 triliun, dan pendapatan lainnya mencapai Rp1,21 triliun.



&quot;Kami merasa senang karena kinerja industri asuransi jiwa di kuartal I/2021 ini mengalami perbaikan di tengah tantangan yang kita ketahui bersama yang disebabkan pandemi Covid-19. Jika sebelumnya mencatatkan perlambatan, maka kali ini tanda rebound mulai terlihat di kuartal I-2021,&quot; ujarnya dalam konferensi pers, Selasa (8/6/2021).

Dia melanjutkan, perbaikan kinerja di kuartal I-2021 ini juga ditunjukkan dengan adanya perbaikan positif pada laporan pendapatan usaha 54 perusahaan asuransi jiwa dari total 59 anggota yang tergabung dalam AAJI.

Peningkatan kinerja pada kuartal I-2021 juga didorong oleh membaiknya ekonomi makro, peningkatan kesadaran masyarakat akan perlunya proteksi asuransi jiwa, program vaksinasi Covid-19 oleh pemerintah, dan strategi industri asuransi jiwa sepanjang tahun ini.

&quot;Mulai naiknya aktivitas dari masyarakat dan dunia bisnis terlihat dari meningkatnya pendapatan industri asuransi jiwa. Masifnya kenaikan premi dari bisnis baru dan positifnya hasil investasi di kuartal I tahun ini membuat lonjakan pendapatan yang cukup tajam,&quot; jelasnya.

AAJI menilai bahwa untuk menjaga konsistensi dalam industrinya, semua pihak perlu meningkatkan literasi dan tata kelola kebutuhan masyarakat atas asuransi jiwa.
</description><content:encoded>JAKARTA - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat pertumbuhan positif pada kuartal I-2021. Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon mengatakan, industri asuransi jiwa mencatatkan pendapatan positif sebesar Rp62,66 triliun pada kuartal I-2021.

Jumlah ini meningkat 13.591,6% dibandingkan kuartal I-2020 yang minus Rp0,46 triliun. Secara rinci, dari total pendapatan asuransi pada kuartal I-2021 sebesar Rp62,66 triliun terdiri dari pendapatan premi sebesar Rp57,45 triliun, hasil investasi Rp2,44 triliun, klaim asuransi Rp1,55 triliun, dan pendapatan lainnya mencapai Rp1,21 triliun.



&quot;Kami merasa senang karena kinerja industri asuransi jiwa di kuartal I/2021 ini mengalami perbaikan di tengah tantangan yang kita ketahui bersama yang disebabkan pandemi Covid-19. Jika sebelumnya mencatatkan perlambatan, maka kali ini tanda rebound mulai terlihat di kuartal I-2021,&quot; ujarnya dalam konferensi pers, Selasa (8/6/2021).

Dia melanjutkan, perbaikan kinerja di kuartal I-2021 ini juga ditunjukkan dengan adanya perbaikan positif pada laporan pendapatan usaha 54 perusahaan asuransi jiwa dari total 59 anggota yang tergabung dalam AAJI.

Peningkatan kinerja pada kuartal I-2021 juga didorong oleh membaiknya ekonomi makro, peningkatan kesadaran masyarakat akan perlunya proteksi asuransi jiwa, program vaksinasi Covid-19 oleh pemerintah, dan strategi industri asuransi jiwa sepanjang tahun ini.

&quot;Mulai naiknya aktivitas dari masyarakat dan dunia bisnis terlihat dari meningkatnya pendapatan industri asuransi jiwa. Masifnya kenaikan premi dari bisnis baru dan positifnya hasil investasi di kuartal I tahun ini membuat lonjakan pendapatan yang cukup tajam,&quot; jelasnya.

AAJI menilai bahwa untuk menjaga konsistensi dalam industrinya, semua pihak perlu meningkatkan literasi dan tata kelola kebutuhan masyarakat atas asuransi jiwa.
</content:encoded></item></channel></rss>
