<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PP Presisi Bagi-Bagi Dividen Rp11,7 Miliar</title><description>PT PP Presisi Tbk membagikan dividen tunai sebesar Rp11,7 miliar atau  20% dari laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/09/278/2422646/pp-presisi-bagi-bagi-dividen-rp11-7-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/06/09/278/2422646/pp-presisi-bagi-bagi-dividen-rp11-7-miliar"/><item><title>PP Presisi Bagi-Bagi Dividen Rp11,7 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/09/278/2422646/pp-presisi-bagi-bagi-dividen-rp11-7-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/06/09/278/2422646/pp-presisi-bagi-bagi-dividen-rp11-7-miliar</guid><pubDate>Rabu 09 Juni 2021 18:37 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/09/278/2422646/pp-presisi-bagi-bagi-dividen-rp11-7-miliar-gEv28DG5sZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Indeks Harga Saham Gabungan (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/09/278/2422646/pp-presisi-bagi-bagi-dividen-rp11-7-miliar-gEv28DG5sZ.jpg</image><title>Indeks Harga Saham Gabungan (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT PP Presisi Tbk membagikan dividen tunai sebesar Rp11,7 miliar atau 20% dari laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp58,6 miliar, di tengah krisis pandemi COVID-19 yang belum reda.
&amp;ldquo;Setiap pemegang saham akan menerima dividen tunai sejumlah Rp1,15 per saham, walaupun jumlah dividen yang dibagikan mengalami penurunan dari tahun lalu. Kami tetap akan membagikan dividen tunai di tengah situasi pandemi, sebagai wujud komitmen kami untuk meningkatkan shareholders value&amp;rdquo;, kata Direktur Keuangan PT PP Presisi Benny Pidakso dilansir dari Antara, Rabu (9/6/2021).
Baca Juga: Pendapatan PP Presisi Naik 39% Jadi Rp867 Miliar di Kuartal I-2019
 
Saat menyampaikan hasil RUPS Tahunan PT PP Presisi Tbk, dia mengatakan setelah dipotong sebesar 5% atau sebesar Rp2,9 miliar sebagai cadangan wajib, sejumlah Rp43,9 miliar atau sebesar 75% dialokasikan sebagai saldo laba ditahan untuk memperkuat struktur permodalan yang sangat diperlukan di tengah krisis pandemi COVID-19 ini.
Selain memutuskan pembagian dividen tunai, RUPS Perseroan juga menetapkan beberapa keputusan lainnya, antara lain menyetujui perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi terhitung sejak ditutupnya RUPS ini, untuk masa jabatan 5 tahun, yaitu:
Baca Juga: PP Presisi Raup Kontrak Baru Rp5,2 Triliun, Ini Rinciannya
 
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Yul Ari Pramuraharjo
Komisaris : Muhammad Toha Fauzi
Komisaris Independen : Letjend (Purn) Sumardi
Komisaris Independen : Indra Jaya RajagukgukDireksi
Direktur Utama : Rully Noviandar
Direktur : Benny Pidakso
Direktur : M. Wira Zukhrial
Direktur : Muhammad Darwis Hamzah
Direktur Utama PT PP Presisi Tbk Rully Noviandar mengatakan berkat  strategi sustainability growth, Perseroan berhasil menghadapi tantangan  pandemi COVID-19 melalui inovasi, peningkatan kapabilitas di konstruksi  (structure work) maupun non-konstruksi (jasa pertambangan), serta  menekankan kembali pentingnya sustainability development melalui  inisiatif green contractor.
Menurutnya, pengembangan jasa pertambangan merupakan bagian strategi  perusahaan untuk melakukan klasterisasi lini bisnis untuk tumbuh lebih  dinamis. Perusahaan mengklasterisasi kapabilitas yang dimiliki menjadi  konstruksi yang terdiri atas civil work dan structure work, serta non  konstruksi yang terdiri atas production plant, penyewaan alat berat dan  jasa pertambangan.
&amp;ldquo;Dasar kami melakukan klasterisasi adalah pemanfaatan sumber daya dan  aset agar lebih optimal serta perolehan pasar/proyek yang lebih  fleksibel. Diharapkan dengan strategi tersebut, perusahaan dapat terus  tumbuh di tengah pandemi COVID-19,&quot; kata Rully.</description><content:encoded>JAKARTA - PT PP Presisi Tbk membagikan dividen tunai sebesar Rp11,7 miliar atau 20% dari laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp58,6 miliar, di tengah krisis pandemi COVID-19 yang belum reda.
&amp;ldquo;Setiap pemegang saham akan menerima dividen tunai sejumlah Rp1,15 per saham, walaupun jumlah dividen yang dibagikan mengalami penurunan dari tahun lalu. Kami tetap akan membagikan dividen tunai di tengah situasi pandemi, sebagai wujud komitmen kami untuk meningkatkan shareholders value&amp;rdquo;, kata Direktur Keuangan PT PP Presisi Benny Pidakso dilansir dari Antara, Rabu (9/6/2021).
Baca Juga: Pendapatan PP Presisi Naik 39% Jadi Rp867 Miliar di Kuartal I-2019
 
Saat menyampaikan hasil RUPS Tahunan PT PP Presisi Tbk, dia mengatakan setelah dipotong sebesar 5% atau sebesar Rp2,9 miliar sebagai cadangan wajib, sejumlah Rp43,9 miliar atau sebesar 75% dialokasikan sebagai saldo laba ditahan untuk memperkuat struktur permodalan yang sangat diperlukan di tengah krisis pandemi COVID-19 ini.
Selain memutuskan pembagian dividen tunai, RUPS Perseroan juga menetapkan beberapa keputusan lainnya, antara lain menyetujui perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi terhitung sejak ditutupnya RUPS ini, untuk masa jabatan 5 tahun, yaitu:
Baca Juga: PP Presisi Raup Kontrak Baru Rp5,2 Triliun, Ini Rinciannya
 
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Yul Ari Pramuraharjo
Komisaris : Muhammad Toha Fauzi
Komisaris Independen : Letjend (Purn) Sumardi
Komisaris Independen : Indra Jaya RajagukgukDireksi
Direktur Utama : Rully Noviandar
Direktur : Benny Pidakso
Direktur : M. Wira Zukhrial
Direktur : Muhammad Darwis Hamzah
Direktur Utama PT PP Presisi Tbk Rully Noviandar mengatakan berkat  strategi sustainability growth, Perseroan berhasil menghadapi tantangan  pandemi COVID-19 melalui inovasi, peningkatan kapabilitas di konstruksi  (structure work) maupun non-konstruksi (jasa pertambangan), serta  menekankan kembali pentingnya sustainability development melalui  inisiatif green contractor.
Menurutnya, pengembangan jasa pertambangan merupakan bagian strategi  perusahaan untuk melakukan klasterisasi lini bisnis untuk tumbuh lebih  dinamis. Perusahaan mengklasterisasi kapabilitas yang dimiliki menjadi  konstruksi yang terdiri atas civil work dan structure work, serta non  konstruksi yang terdiri atas production plant, penyewaan alat berat dan  jasa pertambangan.
&amp;ldquo;Dasar kami melakukan klasterisasi adalah pemanfaatan sumber daya dan  aset agar lebih optimal serta perolehan pasar/proyek yang lebih  fleksibel. Diharapkan dengan strategi tersebut, perusahaan dapat terus  tumbuh di tengah pandemi COVID-19,&quot; kata Rully.</content:encoded></item></channel></rss>
