<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Peremajaan Sawit, Austindo Nusantara Anggarkan Capex USD42,8 Juta</title><description>PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) menganggarkan  capital expenditure  (capex) atau belanja modal sebesar USD42,8 juta di tahun 2021.
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/09/278/2422693/peremajaan-sawit-austindo-nusantara-anggarkan-capex-usd42-8-juta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/06/09/278/2422693/peremajaan-sawit-austindo-nusantara-anggarkan-capex-usd42-8-juta"/><item><title>Peremajaan Sawit, Austindo Nusantara Anggarkan Capex USD42,8 Juta</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/09/278/2422693/peremajaan-sawit-austindo-nusantara-anggarkan-capex-usd42-8-juta</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/06/09/278/2422693/peremajaan-sawit-austindo-nusantara-anggarkan-capex-usd42-8-juta</guid><pubDate>Rabu 09 Juni 2021 20:57 WIB</pubDate><dc:creator>Oktiani Endarwati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/09/278/2422693/peremajaan-sawit-austindo-nusantara-anggarkan-capex-usd42-8-juta-vXIjxYAgah.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Indeks Harga Saham Gabungan (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/09/278/2422693/peremajaan-sawit-austindo-nusantara-anggarkan-capex-usd42-8-juta-vXIjxYAgah.jpg</image><title>Indeks Harga Saham Gabungan (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) menganggarkan  capital expenditure (capex) atau belanja modal sebesar USD42,8 juta di tahun 2021. Rencananya, belanja modal tersebut akan digunakan untuk peremajaan kembali tanaman dan biaya pemeliharaan tanaman sawit dari kondisi immature menjadi tanaman mature.
&quot;Untuk peremajaan berkontribusi paling besar sekitar 39% dari total anggaran capex 2021,&quot; ujar Wakil Direktur Utama ANJT Lucas Kurniawan dalam konferensi pers, Rabu (9/6/2021).
Baca Juga: Produksi Minyak Sawit Austindo Nusantara Naik 6,6%
 
Dia melanjutkan, belanja modal terbesar kedua adalah biaya pengembangan infrastruktur perkebunan di Papua Barat dimana perseroan harus melanjutkan pembangunan infrastruktur jalan untuk akses logistik. &quot;Komponen ini berkontribusi sebesar 16% dari anggaran,&quot; imbuhnya.
Belanja modal terbesar ketiga akan digunakan untuk pembangunan rumah dan fasilitas karyawan di lapangan, klinik, dan juga rumah ibadah atau sekitar 15% dari total anggaran capex tahun ini.

&quot;Tidak kalah penting, sekitar 7% dari total anggaran capex tahun ini  digunakan untuk penyelesaian pabrik kelapa sawit (PKS) di Kalimantan  Barat dan juga penyelesaian fasilitas pembekuan edamame yang saat ini  sudah mulai melakukan ekspor perdana ke Jepang,&quot; jelas Lucas.
Pada kuartal I/2021, total produksi tandan buah segar (TBS) ANJT  mencapai 182.156 ton, lebih tinggi dibandingkan kuartal I/2020 yang  sebesar 152.965 ton. Sementara untuk produksi CPO juga mengalami  peningkatan dari kuartal I/2020 sebesar 51.811 ton menjadi 62.559 ton  pada kuartal I/2021.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) menganggarkan  capital expenditure (capex) atau belanja modal sebesar USD42,8 juta di tahun 2021. Rencananya, belanja modal tersebut akan digunakan untuk peremajaan kembali tanaman dan biaya pemeliharaan tanaman sawit dari kondisi immature menjadi tanaman mature.
&quot;Untuk peremajaan berkontribusi paling besar sekitar 39% dari total anggaran capex 2021,&quot; ujar Wakil Direktur Utama ANJT Lucas Kurniawan dalam konferensi pers, Rabu (9/6/2021).
Baca Juga: Produksi Minyak Sawit Austindo Nusantara Naik 6,6%
 
Dia melanjutkan, belanja modal terbesar kedua adalah biaya pengembangan infrastruktur perkebunan di Papua Barat dimana perseroan harus melanjutkan pembangunan infrastruktur jalan untuk akses logistik. &quot;Komponen ini berkontribusi sebesar 16% dari anggaran,&quot; imbuhnya.
Belanja modal terbesar ketiga akan digunakan untuk pembangunan rumah dan fasilitas karyawan di lapangan, klinik, dan juga rumah ibadah atau sekitar 15% dari total anggaran capex tahun ini.

&quot;Tidak kalah penting, sekitar 7% dari total anggaran capex tahun ini  digunakan untuk penyelesaian pabrik kelapa sawit (PKS) di Kalimantan  Barat dan juga penyelesaian fasilitas pembekuan edamame yang saat ini  sudah mulai melakukan ekspor perdana ke Jepang,&quot; jelas Lucas.
Pada kuartal I/2021, total produksi tandan buah segar (TBS) ANJT  mencapai 182.156 ton, lebih tinggi dibandingkan kuartal I/2020 yang  sebesar 152.965 ton. Sementara untuk produksi CPO juga mengalami  peningkatan dari kuartal I/2020 sebesar 51.811 ton menjadi 62.559 ton  pada kuartal I/2021.</content:encoded></item></channel></rss>
