<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BTN Kembali Salurkan Dana PEN Rp10 Triliun</title><description>PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk ditunjuk menjadi bank penyalur  dana Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) senilai Rp10 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/09/320/2422450/btn-kembali-salurkan-dana-pen-rp10-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/06/09/320/2422450/btn-kembali-salurkan-dana-pen-rp10-triliun"/><item><title>BTN Kembali Salurkan Dana PEN Rp10 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/09/320/2422450/btn-kembali-salurkan-dana-pen-rp10-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/06/09/320/2422450/btn-kembali-salurkan-dana-pen-rp10-triliun</guid><pubDate>Rabu 09 Juni 2021 13:53 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/09/320/2422450/btn-kembali-salurkan-dana-pen-rp10-triliun-A2nJdcoZQK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Uang Rupiah (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/09/320/2422450/btn-kembali-salurkan-dana-pen-rp10-triliun-A2nJdcoZQK.jpg</image><title>Uang Rupiah (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk ditunjuk menjadi bank penyalur dana Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) senilai Rp10 triliun.
Direktur Utama Bank BTN Haru Koesmahargyo mengatakan, pihaknya berterima kasih atas kepercayaan pemerintah melalui Kementerian Keuangan Republik Indonesia kepada perseroan.
Baca Juga: Haru Koesmahargyo Resmi Jadi Dirut BTN, Nixon Napitupulu Wadirut
 
Adapun, penempatan dana per 3 Juni 2021 tersebut merupakan penempatan yang keempat kalinya di Bank BTN. Perseroan berkomitmen bakal mengoptimalkan penyaluran dana tersebut mencapai tiga kali lipat dalam 6 bulan.
&quot;Tentunya sejalan dengan core business kami, Bank BTN akan memfokuskan penyaluran dana tersebut ke sektor pembiayaan perumahan sehingga dapat menyediakan rumah yang menjadi kebutuhan mendesak terutama di masa pandemi,&quot; ujar Haru dilansir dari Antara, Rabu (9/6/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp; BP Tapera: Kebutuhan KPR untuk PNS Sangat Tinggi
 
Dengan memfokuskan pada sektor perumahan, lanjut Haru, diyakini juga dapat mendongkrak perekonomian nasional. Pasalnya, sektor perumahan dapat memberikan daya ungkit bagi 174 industri terkait.
Sementara itu, secara total, Bank BTN telah menyalurkan kredit PEN per Mei 2021 senilai Rp54,41 triliun. Jika dirinci, pada penempatan periode pertama dan kedua, Bank BTN telah menyalurkan dana PEN tersebut kepada 108 ribu debitur dengan nominal mencapai Rp36,6 triliun per 31 Desember 2020.
Mayoritas penyaluran kredit bermuara pada sektor perumahan atau  mencapai 85% dari portofolio. Dana PEN tersebut juga disalurkan dalam  bentuk kredit ke 33 provinsi di Indonesia.
Untuk penempatan dana PEN tahap ketiga telah disalurkan Bank BTN  kepada lebih dari 53 ribu debitur dengan total kredit sekitar Rp17,81  triliun per 4 Mei 2021. Dari total penyaluran kredit tersebut, sebanyak  93% disalurkan ke sektor perumahan.
Haru menuturkan, emiten berkode saham BBTN itu akan terus berfokus  pada penyaluran KPR di luar Jakarta untuk meningkatkan pemulihan ekonomi  di luar ibukota negara. Adapun, Bank BTN mencatat sebanyak 82% dari  total kredit disalurkan di luar Jakarta.
&quot;Kami berupaya agar pemulihan ekonomi berlangsung secara merata dengan penyaluran kredit di luar Jakarta,&quot; ujar Haru.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk ditunjuk menjadi bank penyalur dana Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) senilai Rp10 triliun.
Direktur Utama Bank BTN Haru Koesmahargyo mengatakan, pihaknya berterima kasih atas kepercayaan pemerintah melalui Kementerian Keuangan Republik Indonesia kepada perseroan.
Baca Juga: Haru Koesmahargyo Resmi Jadi Dirut BTN, Nixon Napitupulu Wadirut
 
Adapun, penempatan dana per 3 Juni 2021 tersebut merupakan penempatan yang keempat kalinya di Bank BTN. Perseroan berkomitmen bakal mengoptimalkan penyaluran dana tersebut mencapai tiga kali lipat dalam 6 bulan.
&quot;Tentunya sejalan dengan core business kami, Bank BTN akan memfokuskan penyaluran dana tersebut ke sektor pembiayaan perumahan sehingga dapat menyediakan rumah yang menjadi kebutuhan mendesak terutama di masa pandemi,&quot; ujar Haru dilansir dari Antara, Rabu (9/6/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp; BP Tapera: Kebutuhan KPR untuk PNS Sangat Tinggi
 
Dengan memfokuskan pada sektor perumahan, lanjut Haru, diyakini juga dapat mendongkrak perekonomian nasional. Pasalnya, sektor perumahan dapat memberikan daya ungkit bagi 174 industri terkait.
Sementara itu, secara total, Bank BTN telah menyalurkan kredit PEN per Mei 2021 senilai Rp54,41 triliun. Jika dirinci, pada penempatan periode pertama dan kedua, Bank BTN telah menyalurkan dana PEN tersebut kepada 108 ribu debitur dengan nominal mencapai Rp36,6 triliun per 31 Desember 2020.
Mayoritas penyaluran kredit bermuara pada sektor perumahan atau  mencapai 85% dari portofolio. Dana PEN tersebut juga disalurkan dalam  bentuk kredit ke 33 provinsi di Indonesia.
Untuk penempatan dana PEN tahap ketiga telah disalurkan Bank BTN  kepada lebih dari 53 ribu debitur dengan total kredit sekitar Rp17,81  triliun per 4 Mei 2021. Dari total penyaluran kredit tersebut, sebanyak  93% disalurkan ke sektor perumahan.
Haru menuturkan, emiten berkode saham BBTN itu akan terus berfokus  pada penyaluran KPR di luar Jakarta untuk meningkatkan pemulihan ekonomi  di luar ibukota negara. Adapun, Bank BTN mencatat sebanyak 82% dari  total kredit disalurkan di luar Jakarta.
&quot;Kami berupaya agar pemulihan ekonomi berlangsung secara merata dengan penyaluran kredit di luar Jakarta,&quot; ujar Haru.</content:encoded></item></channel></rss>
