<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rugi Rp4,8 Triliun, Dirut Sebut Kinerja Asabri Sangat Memalukan</title><description>Asabri mencatatkan kerugian sebesar Rp4,8 triliun sepanjang 2020.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/09/320/2422507/rugi-rp4-8-triliun-dirut-sebut-kinerja-asabri-sangat-memalukan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/06/09/320/2422507/rugi-rp4-8-triliun-dirut-sebut-kinerja-asabri-sangat-memalukan"/><item><title>Rugi Rp4,8 Triliun, Dirut Sebut Kinerja Asabri Sangat Memalukan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/09/320/2422507/rugi-rp4-8-triliun-dirut-sebut-kinerja-asabri-sangat-memalukan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/06/09/320/2422507/rugi-rp4-8-triliun-dirut-sebut-kinerja-asabri-sangat-memalukan</guid><pubDate>Rabu 09 Juni 2021 15:22 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/09/320/2422507/rugi-rp4-8-triliun-dirut-sebut-kinerja-asabri-sangat-memalukan-PoLAqJNWrw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Grafik Ekonomi (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/09/320/2422507/rugi-rp4-8-triliun-dirut-sebut-kinerja-asabri-sangat-memalukan-PoLAqJNWrw.jpg</image><title>Grafik Ekonomi (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Asabri mencatatkan kerugian sebesar Rp4,8 triliun sepanjang 2020. Kerugian tersebut dengan posisi ekuitas atau modal negatif senilai Rp13,3 triliun.
Sementara aset yang dikelola Asabri sepanjang 2020 mencapai Rp 31,07 triliun. Direktur Utama Asabri, R Wahyu Suparyono menyebut, kerugian yang dialami masih bisa diperbaiki kedepannya.
Baca Juga: Kejagung Sita Apartemen Milik Terduga Pelaku Korupsi Asabri 
 
&quot;Kami menginformasikan bahwa sampai dengan tahun 2020, Asabri mengelola aset sebesar Rp 31,07 triliun. Dan periode terakhir per 31 Desember 2020 telah membukukan kerugian komprehensif sebesar Rp4,8 triliun dengan posisi ekuitas negatif itu Rp13,3 triliun,&quot; ujar Wahyu dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR, Rabu (9/6/2021).
Baca Juga: Bersih-Bersih Dana Pensiun BUMN, Erick Thohir: Kemarin Kita Dirampok
 
Wahyu mengakui bahwa kinerja Asabri beberapa tahun terakhir cukup memalukan. Sebelum dipercaya sebagai Dirut BUMN Asuransi tersebut, Wahyu mengatakan, perusahaan memperoleh disclaimer dan tidak memperoleh opini dari lembaga audit. Hal ini terjadi pada 2018 lalu.
Sementara audit keuangan Tahun Buku 2019, perseroan memperoleh opini namun adanya modifikasi. Proses ini mulai membaik pada 2020 lalu, dimana, kantor akuntan publik Amir Abadi Jusuf Aryanto berafiliasi memberikan opini wajar tanpa modifikasi.
&quot;Opini ini lebih baik daripada tahun 2019, itu wajar dengan  modifikasi, meski kami akui bahwa 2019 sangat terlambat dan sangat  melakukan buat BUMN, itu diselesaikan saat kami hadir pada Oktober 2020.  Untuk tahun buku 2019,&quot; katanya.
Dia mengakui, kasus korupsi di Asabri menyebabkan laporan keuangan  perusahaan tidak terurus. Karenanya, saat pemegang saham mengangkat  manajemen baru, ada harapan bahwa kinerja perusahaan bisa diperbaiki.
&quot;Ketika saya masuk kok ini tidak ada laporan sama sekali, ternyata  pada Agustus saya masuk, oh ini BUMN, jadi saya dengan dewan direksi dan  komisaris sepakat bahwa 2020 tidak ada kata terlambat, dan  Alhamdulillah kami bekerja secara profesional tanpa kepentingan masa  lalu,&quot; tutur dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Asabri mencatatkan kerugian sebesar Rp4,8 triliun sepanjang 2020. Kerugian tersebut dengan posisi ekuitas atau modal negatif senilai Rp13,3 triliun.
Sementara aset yang dikelola Asabri sepanjang 2020 mencapai Rp 31,07 triliun. Direktur Utama Asabri, R Wahyu Suparyono menyebut, kerugian yang dialami masih bisa diperbaiki kedepannya.
Baca Juga: Kejagung Sita Apartemen Milik Terduga Pelaku Korupsi Asabri 
 
&quot;Kami menginformasikan bahwa sampai dengan tahun 2020, Asabri mengelola aset sebesar Rp 31,07 triliun. Dan periode terakhir per 31 Desember 2020 telah membukukan kerugian komprehensif sebesar Rp4,8 triliun dengan posisi ekuitas negatif itu Rp13,3 triliun,&quot; ujar Wahyu dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR, Rabu (9/6/2021).
Baca Juga: Bersih-Bersih Dana Pensiun BUMN, Erick Thohir: Kemarin Kita Dirampok
 
Wahyu mengakui bahwa kinerja Asabri beberapa tahun terakhir cukup memalukan. Sebelum dipercaya sebagai Dirut BUMN Asuransi tersebut, Wahyu mengatakan, perusahaan memperoleh disclaimer dan tidak memperoleh opini dari lembaga audit. Hal ini terjadi pada 2018 lalu.
Sementara audit keuangan Tahun Buku 2019, perseroan memperoleh opini namun adanya modifikasi. Proses ini mulai membaik pada 2020 lalu, dimana, kantor akuntan publik Amir Abadi Jusuf Aryanto berafiliasi memberikan opini wajar tanpa modifikasi.
&quot;Opini ini lebih baik daripada tahun 2019, itu wajar dengan  modifikasi, meski kami akui bahwa 2019 sangat terlambat dan sangat  melakukan buat BUMN, itu diselesaikan saat kami hadir pada Oktober 2020.  Untuk tahun buku 2019,&quot; katanya.
Dia mengakui, kasus korupsi di Asabri menyebabkan laporan keuangan  perusahaan tidak terurus. Karenanya, saat pemegang saham mengangkat  manajemen baru, ada harapan bahwa kinerja perusahaan bisa diperbaiki.
&quot;Ketika saya masuk kok ini tidak ada laporan sama sekali, ternyata  pada Agustus saya masuk, oh ini BUMN, jadi saya dengan dewan direksi dan  komisaris sepakat bahwa 2020 tidak ada kata terlambat, dan  Alhamdulillah kami bekerja secara profesional tanpa kepentingan masa  lalu,&quot; tutur dia.</content:encoded></item></channel></rss>
