<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dinilai Tak Manusiawi, YLKI Minta Pajak Sembako Dibatalkan</title><description>Ketua YLKI Tulus Abadi menyebut bahwa wacana ini jelas menjadi wacana kebijakan yang tidak manusiawi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/10/320/2422954/dinilai-tak-manusiawi-ylki-minta-pajak-sembako-dibatalkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/06/10/320/2422954/dinilai-tak-manusiawi-ylki-minta-pajak-sembako-dibatalkan"/><item><title>Dinilai Tak Manusiawi, YLKI Minta Pajak Sembako Dibatalkan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/10/320/2422954/dinilai-tak-manusiawi-ylki-minta-pajak-sembako-dibatalkan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/06/10/320/2422954/dinilai-tak-manusiawi-ylki-minta-pajak-sembako-dibatalkan</guid><pubDate>Kamis 10 Juni 2021 12:32 WIB</pubDate><dc:creator>Widya Michella</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/10/320/2422954/dinilai-tak-manusiawi-ylki-minta-pajak-sembako-dibatalkan-PXFlW4VzGQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kemenkeu Bakal Kenakan Pajak Sembako (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/10/320/2422954/dinilai-tak-manusiawi-ylki-minta-pajak-sembako-dibatalkan-PXFlW4VzGQ.jpg</image><title>Kemenkeu Bakal Kenakan Pajak Sembako (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah berencana untuk mengenakan PPn pada bahan pangan. Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menyebut bahwa wacana ini jelas menjadi wacana kebijakan yang tidak manusiawi.
&quot;Apalagi di tengah pandemi seperti sekarang, saat daya beli masyarakat sedang turun drastis,&quot; ujar Tulus di Jakarta, Kamis(10/6/2021).
Dia mengatakan, pengenaan PPN akan menjadi beban baru bagi masyarakat dan konsumen, berupa kenaikan harga kebutuhan pokok.
Baca Juga:&amp;nbsp;Sembako Bakal Kena PPN, Pedagang: Kasihan Masyarakat
&quot;Belum lagi jika ada distorsi pasar, maka kenaikannya akan semakin tinggi,&quot; tambahnya.
Tulus menyampaikan, pengenaan PPn pada bahan pangan juga bisa menjadi ancaman terhadap keamanan pasokan pangan pada masyarakat.
Baca Juga:&amp;nbsp;Setelah Sembako, Kini Sekolah Dikenai Pajak
&quot;Oleh karena itu, wacana ini harus dibatalkan. Pemerintah seharusnya lebih kreatif, jika alasannya untuk menggali pendapatan dana APBN,&quot; imbuhnya.
Dia menyarankan agar pemerintah bisa menaikkan cukai rokok yang lebih signifikan. Dengan menaikkan cukai rokok, potensinya bisa mencapai Rp200 triliun lebih.
&quot;Selain itu, akan berdampak positif terhadap masyarakat menengah bawah, agar mengurangi konsumsi rokoknya, dan mengalokasikan untuk keperluan bahan pangan,&quot; pungkas Tulus.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah berencana untuk mengenakan PPn pada bahan pangan. Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menyebut bahwa wacana ini jelas menjadi wacana kebijakan yang tidak manusiawi.
&quot;Apalagi di tengah pandemi seperti sekarang, saat daya beli masyarakat sedang turun drastis,&quot; ujar Tulus di Jakarta, Kamis(10/6/2021).
Dia mengatakan, pengenaan PPN akan menjadi beban baru bagi masyarakat dan konsumen, berupa kenaikan harga kebutuhan pokok.
Baca Juga:&amp;nbsp;Sembako Bakal Kena PPN, Pedagang: Kasihan Masyarakat
&quot;Belum lagi jika ada distorsi pasar, maka kenaikannya akan semakin tinggi,&quot; tambahnya.
Tulus menyampaikan, pengenaan PPn pada bahan pangan juga bisa menjadi ancaman terhadap keamanan pasokan pangan pada masyarakat.
Baca Juga:&amp;nbsp;Setelah Sembako, Kini Sekolah Dikenai Pajak
&quot;Oleh karena itu, wacana ini harus dibatalkan. Pemerintah seharusnya lebih kreatif, jika alasannya untuk menggali pendapatan dana APBN,&quot; imbuhnya.
Dia menyarankan agar pemerintah bisa menaikkan cukai rokok yang lebih signifikan. Dengan menaikkan cukai rokok, potensinya bisa mencapai Rp200 triliun lebih.
&quot;Selain itu, akan berdampak positif terhadap masyarakat menengah bawah, agar mengurangi konsumsi rokoknya, dan mengalokasikan untuk keperluan bahan pangan,&quot; pungkas Tulus.</content:encoded></item></channel></rss>
