<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menko Luhut: China Itu Luar Biasa</title><description>Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengutarakan pujian terhadap China</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/10/320/2423187/menko-luhut-china-itu-luar-biasa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/06/10/320/2423187/menko-luhut-china-itu-luar-biasa"/><item><title>Menko Luhut: China Itu Luar Biasa</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/10/320/2423187/menko-luhut-china-itu-luar-biasa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/06/10/320/2423187/menko-luhut-china-itu-luar-biasa</guid><pubDate>Kamis 10 Juni 2021 17:34 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/10/320/2423187/menko-luhut-china-itu-luar-biasa-xmpwUvoAdX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan (Foto: Dokumentasi Kemenko Marves)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/10/320/2423187/menko-luhut-china-itu-luar-biasa-xmpwUvoAdX.jpg</image><title>Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan (Foto: Dokumentasi Kemenko Marves)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengutarakan pujian terhadap China. Menurutnya, meski ada sejumlah pihak yang tidak menyukai China karena berbagai alasan, namun negeri tirai bambu merupakan negara yang hebat karena merupakan produsen dua pertiga obat-obatan dunia.
Baca Juga:&amp;nbsp; Menko Luhut Ingin Bumbu Indonesia Tenar di Dunia
 
&quot;Kita kadang-kadang marah mengenai Tiongkok, China. Saya bilang kepada Anda, mereka luar biasa. Dua pertiga obat dunia, pharmaceutical (farmasi) itu diproduksi di Tiongkok,&quot; katanya dilansir dari Antara, Kamis (10/6/2021).
Fakta tersebut pun mendorong pemerintah Indonesia untuk bisa mengambil peluang tersebut guna mendukung industri farmasi Tanah Air.
Baca Juga: Menko Luhut: Proyek Industri Hijau Terbesar Dunia Bakal Ada di RI
 
&quot;Sehingga kemarin kami langsung membuat negosiasi untuk memproduksi (obat) di Indonesia,&quot; katanya.
Luhut sejak akhir pekan lalu melakukan kunjungan kerja ke Guiyang, China, untuk memperkuat kerja sama antara Indonesia-China. Luhut didampingi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Wakil Menteri Keuangan Suahasil, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono, dan Wakil Duta Besar Republik Indonesia untuk China Dino R. Kusnadi dalam kunjungan tersebut.

Luhut berharap, kerja sama produksi obat itu akan bisa memberi  manfaat positif. Ia menuturkan, selama ini banyak negara lain yang maju  dan berkembang dengan pesat. Sementara di Indonesia, masyarakat banyak  meributkan banyak hal yang tak perlu.
&quot;Kita asyik berkelahi, asyik ribut dan asyik mempertanyakan hal lain,  kita jadi jalan di tempat. Saya minta kita manfaatkan peluang ini,  untuk kita membuat yang terbaik buat negeri Indonesia yang kita cintai  ini,&quot; katanya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengutarakan pujian terhadap China. Menurutnya, meski ada sejumlah pihak yang tidak menyukai China karena berbagai alasan, namun negeri tirai bambu merupakan negara yang hebat karena merupakan produsen dua pertiga obat-obatan dunia.
Baca Juga:&amp;nbsp; Menko Luhut Ingin Bumbu Indonesia Tenar di Dunia
 
&quot;Kita kadang-kadang marah mengenai Tiongkok, China. Saya bilang kepada Anda, mereka luar biasa. Dua pertiga obat dunia, pharmaceutical (farmasi) itu diproduksi di Tiongkok,&quot; katanya dilansir dari Antara, Kamis (10/6/2021).
Fakta tersebut pun mendorong pemerintah Indonesia untuk bisa mengambil peluang tersebut guna mendukung industri farmasi Tanah Air.
Baca Juga: Menko Luhut: Proyek Industri Hijau Terbesar Dunia Bakal Ada di RI
 
&quot;Sehingga kemarin kami langsung membuat negosiasi untuk memproduksi (obat) di Indonesia,&quot; katanya.
Luhut sejak akhir pekan lalu melakukan kunjungan kerja ke Guiyang, China, untuk memperkuat kerja sama antara Indonesia-China. Luhut didampingi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Wakil Menteri Keuangan Suahasil, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono, dan Wakil Duta Besar Republik Indonesia untuk China Dino R. Kusnadi dalam kunjungan tersebut.

Luhut berharap, kerja sama produksi obat itu akan bisa memberi  manfaat positif. Ia menuturkan, selama ini banyak negara lain yang maju  dan berkembang dengan pesat. Sementara di Indonesia, masyarakat banyak  meributkan banyak hal yang tak perlu.
&quot;Kita asyik berkelahi, asyik ribut dan asyik mempertanyakan hal lain,  kita jadi jalan di tempat. Saya minta kita manfaatkan peluang ini,  untuk kita membuat yang terbaik buat negeri Indonesia yang kita cintai  ini,&quot; katanya.
</content:encoded></item></channel></rss>
