<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menkop Teten: Saatnya Milenial Jadi Petani dan Peternak</title><description>Menjadi wirausaha bisa jadi pilihan strategis bagi kaum milenial.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/10/455/2423134/menkop-teten-saatnya-milenial-jadi-petani-dan-peternak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/06/10/455/2423134/menkop-teten-saatnya-milenial-jadi-petani-dan-peternak"/><item><title>Menkop Teten: Saatnya Milenial Jadi Petani dan Peternak</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/10/455/2423134/menkop-teten-saatnya-milenial-jadi-petani-dan-peternak</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/06/10/455/2423134/menkop-teten-saatnya-milenial-jadi-petani-dan-peternak</guid><pubDate>Kamis 10 Juni 2021 22:15 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/10/455/2423134/menkop-teten-saatnya-milenial-jadi-petani-dan-peternak-WdJGHQSn5E.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Generasi Milenial (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/10/455/2423134/menkop-teten-saatnya-milenial-jadi-petani-dan-peternak-WdJGHQSn5E.jpeg</image><title>Generasi Milenial (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Menjadi wirausaha bisa jadi pilihan strategis bagi kaum milenial. Selain punya modal berupa tekad kemandirian yang tinggi, milenial juga sangat dinamis.
&amp;ldquo;Saatnya menjadi petani, peternak, atau pembudidaya udang muda di negeri ini,&quot; ucap Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki pada acara Dies Natalis ke-15 dan Lustrum ke-3 Universitas Negeri Semarang (UNNES), secara daring, Kamis (10/6/2021).
Baca Juga: Ada Pabrik Tempe di Jepang hingga Dikenal Sampai Meksiko 
 
Teten melihat potensi ini bisa meningkatkan rasio kewirausahaan Indonesia yang saat ini baru 3,47%. Angka ini lebih rendah dibandingkan Thailand 4,26%, Malaysia 4,74%, dan Singapura 8,76%.
&quot;Apalagi, pemerintah tengah menyusun Rancangan Perpres Pengembangan Kewirausahaan Nasional sekaligus turunan dari UU Cipta Kerja dan PP No 7/2021,&quot; imbuh Teten.
Baca Juga: Contoh Usaha Kuliner Pinggir Jalan, dari Martabak hingga Kue Cubit
 
Menurut Teten, instrumen ini nantinya diharapkan dapat memastikan target wirausaha muda mapan dengan inovasi, teknologi, berkelanjutan, dan membuka seluas-luasnya lapangan kerja.
&amp;ldquo;Target rasio kewirausahaan tahun ini sebesar 3,55% dan sebesar 4% di tahun 2024,&quot; tegasnya.
Dia menambahkan bahwa digitalisasi menjadi media akselerasi pertumbuhan usaha koperasi dan UMKM. Berdasarkan data Asosiasi e-commerce Indonesia (IdEA), kata Teten, selama pandemi terjadi kenaikan penjualan pada platform e-commerce sebesar 25%.&amp;ldquo;Artinya, masyarakat Indonesia terutama pelaku UMKM telah keluar dari zona nyaman dan beradaptasi untuk bertahan,&quot; ujar Teten.
Saat ini, kata Teten, KemenkopUKM tengah memperkuat UMKM go digital  dengan dua pendekatan. Yaitu, peningkatan kapasitas usaha melalui  penguatan database, peningkatan kualitas SDM, dan pengembangan  kawasan/klaster terpadu UMKM. Kedua, perluasan pasar digital melalui  Kampanye BBI, onboarding platform pengadaan barang &amp;amp; jasa (LKPP,  PaDI), Live Shopping, dan Sistem Informasi Ekspor UMKM.
&quot;Dalam melindungi produk-produk dalam negeri, kami mendorong semua  stakeholder untuk membatasi produk impor yang menjual di bawah harga  produksi (predatory pricing) dalam PMSE (Perdagangan Melalui Sistem  Elektronik), dan upaya menghilangkan inequal treatment antara penjual  offline dan online terkait kewajiban kepemilikan Angka Pengenal Impor,  NIB, dan lainnya,&quot; papar Teten.
Dari sisi pembiayaan, KemenkopUKM juga mencoba memberikan kemudahan  bagi UMKM, penyiapan regulasi KUR kecil tanpa jaminan hingga Rp100 juta,  serta pagu kredit untuk UMKM diperbesar hingga Rp20 miliar.
&quot;Peran perguruan tinggi sangat strategis dalam memberikan akses  informasi, pengetahuan, digitalisasi, maupun teknologi bagi  mahasiswa/UMKM untuk menjadi wirausaha/start-up sukses dengan penerapan  inovasi teknologi,&quot; pungkas Teten.</description><content:encoded>JAKARTA - Menjadi wirausaha bisa jadi pilihan strategis bagi kaum milenial. Selain punya modal berupa tekad kemandirian yang tinggi, milenial juga sangat dinamis.
&amp;ldquo;Saatnya menjadi petani, peternak, atau pembudidaya udang muda di negeri ini,&quot; ucap Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki pada acara Dies Natalis ke-15 dan Lustrum ke-3 Universitas Negeri Semarang (UNNES), secara daring, Kamis (10/6/2021).
Baca Juga: Ada Pabrik Tempe di Jepang hingga Dikenal Sampai Meksiko 
 
Teten melihat potensi ini bisa meningkatkan rasio kewirausahaan Indonesia yang saat ini baru 3,47%. Angka ini lebih rendah dibandingkan Thailand 4,26%, Malaysia 4,74%, dan Singapura 8,76%.
&quot;Apalagi, pemerintah tengah menyusun Rancangan Perpres Pengembangan Kewirausahaan Nasional sekaligus turunan dari UU Cipta Kerja dan PP No 7/2021,&quot; imbuh Teten.
Baca Juga: Contoh Usaha Kuliner Pinggir Jalan, dari Martabak hingga Kue Cubit
 
Menurut Teten, instrumen ini nantinya diharapkan dapat memastikan target wirausaha muda mapan dengan inovasi, teknologi, berkelanjutan, dan membuka seluas-luasnya lapangan kerja.
&amp;ldquo;Target rasio kewirausahaan tahun ini sebesar 3,55% dan sebesar 4% di tahun 2024,&quot; tegasnya.
Dia menambahkan bahwa digitalisasi menjadi media akselerasi pertumbuhan usaha koperasi dan UMKM. Berdasarkan data Asosiasi e-commerce Indonesia (IdEA), kata Teten, selama pandemi terjadi kenaikan penjualan pada platform e-commerce sebesar 25%.&amp;ldquo;Artinya, masyarakat Indonesia terutama pelaku UMKM telah keluar dari zona nyaman dan beradaptasi untuk bertahan,&quot; ujar Teten.
Saat ini, kata Teten, KemenkopUKM tengah memperkuat UMKM go digital  dengan dua pendekatan. Yaitu, peningkatan kapasitas usaha melalui  penguatan database, peningkatan kualitas SDM, dan pengembangan  kawasan/klaster terpadu UMKM. Kedua, perluasan pasar digital melalui  Kampanye BBI, onboarding platform pengadaan barang &amp;amp; jasa (LKPP,  PaDI), Live Shopping, dan Sistem Informasi Ekspor UMKM.
&quot;Dalam melindungi produk-produk dalam negeri, kami mendorong semua  stakeholder untuk membatasi produk impor yang menjual di bawah harga  produksi (predatory pricing) dalam PMSE (Perdagangan Melalui Sistem  Elektronik), dan upaya menghilangkan inequal treatment antara penjual  offline dan online terkait kewajiban kepemilikan Angka Pengenal Impor,  NIB, dan lainnya,&quot; papar Teten.
Dari sisi pembiayaan, KemenkopUKM juga mencoba memberikan kemudahan  bagi UMKM, penyiapan regulasi KUR kecil tanpa jaminan hingga Rp100 juta,  serta pagu kredit untuk UMKM diperbesar hingga Rp20 miliar.
&quot;Peran perguruan tinggi sangat strategis dalam memberikan akses  informasi, pengetahuan, digitalisasi, maupun teknologi bagi  mahasiswa/UMKM untuk menjadi wirausaha/start-up sukses dengan penerapan  inovasi teknologi,&quot; pungkas Teten.</content:encoded></item></channel></rss>
