<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bank Wakaf Mikro Diyakini Lahirkan Pengusaha Baru di Pesantren</title><description>Kehadiran Bank Wakaf Mikro (BWM) akan menciptakan pengusaha-pengusaha baru di masyarakat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/10/455/2423207/bank-wakaf-mikro-diyakini-lahirkan-pengusaha-baru-di-pesantren</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/06/10/455/2423207/bank-wakaf-mikro-diyakini-lahirkan-pengusaha-baru-di-pesantren"/><item><title>Bank Wakaf Mikro Diyakini Lahirkan Pengusaha Baru di Pesantren</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/10/455/2423207/bank-wakaf-mikro-diyakini-lahirkan-pengusaha-baru-di-pesantren</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/06/10/455/2423207/bank-wakaf-mikro-diyakini-lahirkan-pengusaha-baru-di-pesantren</guid><pubDate>Kamis 10 Juni 2021 17:51 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/10/455/2423207/bank-wakaf-mikro-diyakini-lahirkan-pengusaha-baru-di-pesantren-LldHd31rKe.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pengusaha Baru (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/10/455/2423207/bank-wakaf-mikro-diyakini-lahirkan-pengusaha-baru-di-pesantren-LldHd31rKe.jpg</image><title>Pengusaha Baru (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA -  Kehadiran Bank Wakaf Mikro (BWM) akan menciptakan pengusaha-pengusaha baru di masyarakat. Sejak diluncurkan pada Maret  2018, terdapat 61 Bank Wakaf Mikro  di  berbagai pesantren yang tersebar di 19 provinsi.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga Juni 2021, realisasi pembiayaan Bank Wakaf Mikro telah mencapai Rp67,4 miliar, yang  disalurkan  kepada lebih dari 45 ribu nasabah penerima manfaat.

&amp;ldquo;Keberadaan Bank Wakaf Mikro makin memberdayakan ekonomi masyarakat. Akses masyarakat ke perbankan dan lembaga keuangan formal terbuka lebar. Saya yakin akan lahir  pengusaha-pengusaha baru di lingkungan pesantren,&amp;rdquo; kata Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Pengembangan Pengusaha Nasional Arsjad Rasjid di Jakarta, Kamis (10/6/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Wapres Minta Digitalisasi Bank Wakaf Mikro&amp;nbsp;
Arsjad menyatakan, Bank Wakaf Mikro berperan signifikan dalam pembangunan ekonomi kerakyatan di Indonesia karena  memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengakses produk-produk perbankan dan lembaga keuangan formal  dalam membangun usaha baru.

Model bisnis Bank Wakaf Mikro yang memberikan akses permodalan kepada masyarakat kecil, lanjutnya,  sebagai inkubator yang  mempersiapkan para nasabahnya untuk  naik kelas menjadi  pelaku usaha, yang  dapat mengakses perbankan dan lembaga keuangan formal yang menerapkan persyaratan pembiayaan  lebih kompleks.

&amp;ldquo;Kadin mendukung upaya pemerintah memperluas jangkauan Bank Wakaf Mikro yang  memberikan  modal pinjaman tanpa bunga tinggi,  juga membuka wawasan  masyarakat tentang bagaimana membangun usaha dan mengelola keuangan sehingga  terhindar dari jeratan  lintah darat yang sangat merugikan,&quot; jelas dia.

Arsjad yang kini menjabat Ketua Dewan Penyantun Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), menyatakan bahwa digitalisasi Bank Wakaf Mikro juga memberikan banyak kemudahan kepada masyarakat untuk mengakses produk-produk perbankan.

Dia optimistis seiring bergulirnya waktu maka semakin meluas penggunaan teknologi informasi dalam pelaksanaan program dan pelayanan Bank Wakaf Mikro, khususnya untuk mendukung aktivitas bisnis dan operasional Bank Wakaf Mikro.
Saat ini, pengembangan ekosistem digitalisasi Bank Wakaf Mikro, berupa fitur BWM mobile, sinergi BWM marketplace, pengembangan pengawasan Lembaga Keuangan Mikro (LKM), dan Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) termasuk BWM

&amp;ldquo;Pengurangan kemiskinan akan lebih cepat karena masyarakat diberikan akses ke produk-produk perbankan dan keuangan yang ramah. Saya optimistis jumlah Bank Wakaf Mikro akan terus bertambah sehingga tercipta pelaku usaha baru di masyarakat. Kadin akan terus berkomitmen untuk mempercepat pengembangan Bank Wakaf Mikro,&quot; kata Arsjad.

Bank Wakaf Mikro adalah Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS), yang berfokus pada pembiayaan masyarakat kecil. LKMS terbentuk berdasarkan kerja sama OJK dan Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas).</description><content:encoded>JAKARTA -  Kehadiran Bank Wakaf Mikro (BWM) akan menciptakan pengusaha-pengusaha baru di masyarakat. Sejak diluncurkan pada Maret  2018, terdapat 61 Bank Wakaf Mikro  di  berbagai pesantren yang tersebar di 19 provinsi.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga Juni 2021, realisasi pembiayaan Bank Wakaf Mikro telah mencapai Rp67,4 miliar, yang  disalurkan  kepada lebih dari 45 ribu nasabah penerima manfaat.

&amp;ldquo;Keberadaan Bank Wakaf Mikro makin memberdayakan ekonomi masyarakat. Akses masyarakat ke perbankan dan lembaga keuangan formal terbuka lebar. Saya yakin akan lahir  pengusaha-pengusaha baru di lingkungan pesantren,&amp;rdquo; kata Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Pengembangan Pengusaha Nasional Arsjad Rasjid di Jakarta, Kamis (10/6/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Wapres Minta Digitalisasi Bank Wakaf Mikro&amp;nbsp;
Arsjad menyatakan, Bank Wakaf Mikro berperan signifikan dalam pembangunan ekonomi kerakyatan di Indonesia karena  memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengakses produk-produk perbankan dan lembaga keuangan formal  dalam membangun usaha baru.

Model bisnis Bank Wakaf Mikro yang memberikan akses permodalan kepada masyarakat kecil, lanjutnya,  sebagai inkubator yang  mempersiapkan para nasabahnya untuk  naik kelas menjadi  pelaku usaha, yang  dapat mengakses perbankan dan lembaga keuangan formal yang menerapkan persyaratan pembiayaan  lebih kompleks.

&amp;ldquo;Kadin mendukung upaya pemerintah memperluas jangkauan Bank Wakaf Mikro yang  memberikan  modal pinjaman tanpa bunga tinggi,  juga membuka wawasan  masyarakat tentang bagaimana membangun usaha dan mengelola keuangan sehingga  terhindar dari jeratan  lintah darat yang sangat merugikan,&quot; jelas dia.

Arsjad yang kini menjabat Ketua Dewan Penyantun Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), menyatakan bahwa digitalisasi Bank Wakaf Mikro juga memberikan banyak kemudahan kepada masyarakat untuk mengakses produk-produk perbankan.

Dia optimistis seiring bergulirnya waktu maka semakin meluas penggunaan teknologi informasi dalam pelaksanaan program dan pelayanan Bank Wakaf Mikro, khususnya untuk mendukung aktivitas bisnis dan operasional Bank Wakaf Mikro.
Saat ini, pengembangan ekosistem digitalisasi Bank Wakaf Mikro, berupa fitur BWM mobile, sinergi BWM marketplace, pengembangan pengawasan Lembaga Keuangan Mikro (LKM), dan Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) termasuk BWM

&amp;ldquo;Pengurangan kemiskinan akan lebih cepat karena masyarakat diberikan akses ke produk-produk perbankan dan keuangan yang ramah. Saya optimistis jumlah Bank Wakaf Mikro akan terus bertambah sehingga tercipta pelaku usaha baru di masyarakat. Kadin akan terus berkomitmen untuk mempercepat pengembangan Bank Wakaf Mikro,&quot; kata Arsjad.

Bank Wakaf Mikro adalah Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS), yang berfokus pada pembiayaan masyarakat kecil. LKMS terbentuk berdasarkan kerja sama OJK dan Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas).</content:encoded></item></channel></rss>
