<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Ingatkan Ancaman Perubahan Iklim Lebih Dahsyat dari Covid-19</title><description>Menteri Keuangan Sri Mulyani mengingatkan bahwa perubahan iklim atau climate change punya dampak besar bagi dunia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/11/320/2423590/sri-mulyani-ingatkan-ancaman-perubahan-iklim-lebih-dahsyat-dari-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/06/11/320/2423590/sri-mulyani-ingatkan-ancaman-perubahan-iklim-lebih-dahsyat-dari-covid-19"/><item><title>Sri Mulyani Ingatkan Ancaman Perubahan Iklim Lebih Dahsyat dari Covid-19</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/11/320/2423590/sri-mulyani-ingatkan-ancaman-perubahan-iklim-lebih-dahsyat-dari-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/06/11/320/2423590/sri-mulyani-ingatkan-ancaman-perubahan-iklim-lebih-dahsyat-dari-covid-19</guid><pubDate>Jum'at 11 Juni 2021 13:30 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/11/320/2423590/sri-mulyani-ingatkan-ancaman-perubahan-iklim-lebih-dahsyat-dari-covid-19-wvSOBiGnH2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/11/320/2423590/sri-mulyani-ingatkan-ancaman-perubahan-iklim-lebih-dahsyat-dari-covid-19-wvSOBiGnH2.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengingatkan bahwa perubahan iklim atau climate change punya dampak besar bagi dunia. Dia menilai perubahan iklim merupakan ancaman besar dibandingkan Covid-19.
Hal ini dikarenakan, perubahan iklim bisa menyebabkan banyaknya bencana alam di beberapa negara serta bisa membahayakan ekonomi Indonesia.
Baca Juga:&amp;nbsp; Sri Mulyani Butuh Rp3.461 Triliun untuk Perjanjian Paris
 
&quot;Dampak climate change akan dahsyat dari Covid-19 dan setiap negara harus menyiapkan  dan berkontribusi. Salaj satu studi adalah climate change saat ini mereset kesenjangan emisi,&quot; kata Sri Mulyani dalam video virtual, Jumat (11/6/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp; Pandemi Covid-19 Buktikan Keterampilan Digital Semakin Dibutuhkan
 
Kata dia, dunia tengah dihadapkan pada dua bencana sekaligus, yakni pandemi Covid-19 dan risiko perubahan iklim. Semua negara juga memiliki tanggung jawab yang sama untuk menangani persoalan tersebut karena dampak perubahan iklim tidak mengenal batas negara.
&quot;Ini sama kayak Covid-19 yang mana juga wara wiri di setiap negara begitu juga climate change,&quot; jelasnya.
Dia menambahkan berdasarkan  program Lingkungan Perserikatan  Bangsa-Bangsa (United Nations Environment Programme/UNEP) tentang suhu  bumi saat ini yang meningkat 1,1 derajat celcius dibandingkan dengan  kondisi pra-industrialisasi dan meningkat 3,2 derajat celcius pada 2020.
Di Indonesia, dampak suhu yang lebih hangat itu misalnya terlihat  dari meningkatnya permukaan air laut karena es di kawasan kutub terus  mencair.
&quot;Konsekuensinya luar biasa, yaitu di berbagai belahan dunia kita melihat fenomena yang katastropikal,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengingatkan bahwa perubahan iklim atau climate change punya dampak besar bagi dunia. Dia menilai perubahan iklim merupakan ancaman besar dibandingkan Covid-19.
Hal ini dikarenakan, perubahan iklim bisa menyebabkan banyaknya bencana alam di beberapa negara serta bisa membahayakan ekonomi Indonesia.
Baca Juga:&amp;nbsp; Sri Mulyani Butuh Rp3.461 Triliun untuk Perjanjian Paris
 
&quot;Dampak climate change akan dahsyat dari Covid-19 dan setiap negara harus menyiapkan  dan berkontribusi. Salaj satu studi adalah climate change saat ini mereset kesenjangan emisi,&quot; kata Sri Mulyani dalam video virtual, Jumat (11/6/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp; Pandemi Covid-19 Buktikan Keterampilan Digital Semakin Dibutuhkan
 
Kata dia, dunia tengah dihadapkan pada dua bencana sekaligus, yakni pandemi Covid-19 dan risiko perubahan iklim. Semua negara juga memiliki tanggung jawab yang sama untuk menangani persoalan tersebut karena dampak perubahan iklim tidak mengenal batas negara.
&quot;Ini sama kayak Covid-19 yang mana juga wara wiri di setiap negara begitu juga climate change,&quot; jelasnya.
Dia menambahkan berdasarkan  program Lingkungan Perserikatan  Bangsa-Bangsa (United Nations Environment Programme/UNEP) tentang suhu  bumi saat ini yang meningkat 1,1 derajat celcius dibandingkan dengan  kondisi pra-industrialisasi dan meningkat 3,2 derajat celcius pada 2020.
Di Indonesia, dampak suhu yang lebih hangat itu misalnya terlihat  dari meningkatnya permukaan air laut karena es di kawasan kutub terus  mencair.
&quot;Konsekuensinya luar biasa, yaitu di berbagai belahan dunia kita melihat fenomena yang katastropikal,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
