<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pantauan BI: Minggu Kedua Juni Deflasi 0,09%</title><description>Bank Indonesia mencatat pada minggu kedua Juni 2021 terjadi deflasi 0,09% (mtm).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/11/320/2423719/pantauan-bi-minggu-kedua-juni-deflasi-0-09</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/06/11/320/2423719/pantauan-bi-minggu-kedua-juni-deflasi-0-09"/><item><title>Pantauan BI: Minggu Kedua Juni Deflasi 0,09%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/11/320/2423719/pantauan-bi-minggu-kedua-juni-deflasi-0-09</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/06/11/320/2423719/pantauan-bi-minggu-kedua-juni-deflasi-0-09</guid><pubDate>Jum'at 11 Juni 2021 16:23 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/11/320/2423719/pantauan-bi-minggu-kedua-juni-deflasi-0-09-sAes35PFc2.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Inflasi (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/11/320/2423719/pantauan-bi-minggu-kedua-juni-deflasi-0-09-sAes35PFc2.jpeg</image><title>Inflasi (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia mencatat pada minggu kedua Juni 2021 terjadi deflasi 0,09% (mtm). Angka ini diperoleh berdasarkan Survei Pemantauan Harga yang dilakukan Bank sentral.
Direktur Eksekutif Komunikasi BI Erwin Haryoni mengatakan  perkembangan tersebut, perkiraan inflasi Juni 2021 secara tahun kalender sebesar 0,81% (ytd), dan secara tahunan sebesar 1,40% (yoy).
Baca Juga:&amp;nbsp; BPS: Inflasi Mei 0,32%
 
Penyumbang utama deflasi Juni 2021 sampai dengan minggu kedua yaitu komoditas daging ayam ras dan cabai merah masing-masing sebesar -0,09% (mtm), tarif angkutan antarkota -0,06% (mtm), cabai rawit -0,04% (mtm), bawang merah -0,02% (mtm), kelapa, tomat dan daging sapi masing-masing sebesar -0,01% (mtm).
Baca Juga: Dolar AS Melemah Terseret Kekhawatiran Inflasi Tinggi
 
&quot;Sementara itu, beberapa komoditas mengalami inflasi, antara lain telur ayam ras sebesar 0,04% (mtm) emas perhiasan sebesar 0,03% (mtm) minyak goreng, sawi hijau, kacang panjang, nasi dengan lauk dan rokok kretek filter masing-masing sebesar 0,01% (mtm),&quot; kata Erwin di Jakarta, Jumat (11/6/2021)
Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan  otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran  Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke  waktu, serta langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu  ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,  serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya  tahan.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia mencatat pada minggu kedua Juni 2021 terjadi deflasi 0,09% (mtm). Angka ini diperoleh berdasarkan Survei Pemantauan Harga yang dilakukan Bank sentral.
Direktur Eksekutif Komunikasi BI Erwin Haryoni mengatakan  perkembangan tersebut, perkiraan inflasi Juni 2021 secara tahun kalender sebesar 0,81% (ytd), dan secara tahunan sebesar 1,40% (yoy).
Baca Juga:&amp;nbsp; BPS: Inflasi Mei 0,32%
 
Penyumbang utama deflasi Juni 2021 sampai dengan minggu kedua yaitu komoditas daging ayam ras dan cabai merah masing-masing sebesar -0,09% (mtm), tarif angkutan antarkota -0,06% (mtm), cabai rawit -0,04% (mtm), bawang merah -0,02% (mtm), kelapa, tomat dan daging sapi masing-masing sebesar -0,01% (mtm).
Baca Juga: Dolar AS Melemah Terseret Kekhawatiran Inflasi Tinggi
 
&quot;Sementara itu, beberapa komoditas mengalami inflasi, antara lain telur ayam ras sebesar 0,04% (mtm) emas perhiasan sebesar 0,03% (mtm) minyak goreng, sawi hijau, kacang panjang, nasi dengan lauk dan rokok kretek filter masing-masing sebesar 0,01% (mtm),&quot; kata Erwin di Jakarta, Jumat (11/6/2021)
Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan  otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran  Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke  waktu, serta langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu  ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,  serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya  tahan.</content:encoded></item></channel></rss>
