<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bangkitkan Ekonomi, Ridwan Kamil-Anies Kerjasama di Bidang Pangan dan UMKM</title><description>Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bekerjasama dengan Gubernur DKI Jakarta  Anies Rasyid Baswedan dan Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/11/320/2423866/bangkitkan-ekonomi-ridwan-kamil-anies-kerjasama-di-bidang-pangan-dan-umkm</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/06/11/320/2423866/bangkitkan-ekonomi-ridwan-kamil-anies-kerjasama-di-bidang-pangan-dan-umkm"/><item><title>Bangkitkan Ekonomi, Ridwan Kamil-Anies Kerjasama di Bidang Pangan dan UMKM</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/11/320/2423866/bangkitkan-ekonomi-ridwan-kamil-anies-kerjasama-di-bidang-pangan-dan-umkm</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/06/11/320/2423866/bangkitkan-ekonomi-ridwan-kamil-anies-kerjasama-di-bidang-pangan-dan-umkm</guid><pubDate>Jum'at 11 Juni 2021 20:25 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/11/320/2423866/bangkitkan-ekonomi-ridwan-kamil-anies-kerjasama-di-bidang-pangan-dan-umkm-Ab4q0VJ1hm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kerjasama Jabar dan DKI Jakarta di Bidang Pangan dan UMKM (Foto: Dokumentasi Pribadi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/11/320/2423866/bangkitkan-ekonomi-ridwan-kamil-anies-kerjasama-di-bidang-pangan-dan-umkm-Ab4q0VJ1hm.jpg</image><title>Kerjasama Jabar dan DKI Jakarta di Bidang Pangan dan UMKM (Foto: Dokumentasi Pribadi)</title></images><description>JAKARTA - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bekerjasama dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan dan Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir di bidang pangan dan UMKM. Ridwan menilai kesepakatan bersama antara Pemerintah Kabupaten Sumedang dengan Pemda Provinsi DKI Jakarta tersebut dapat mendorong pemulihan ekonomi pascapandemi COVID-19.
&quot;Saya hadir di sini, karena ini adalah implementasi dari strategi pemulihan ekonomi Jabar. Di mana, pasca-COVID-19 ini ketahanan kedaulatan pangan harus diutamakan,&quot; kata Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil dalam keterangan tertulis, Jumat (11/6/2021).
Baca Juga: Usai Sholat Subuh Jamaah, Ridwan Kamil-Anies Bahas soal Pangan dan Pertanian
 
Setelah penandatanganan kerja sama, ketiganya melepas secara simbolis 30 ton beras dan berbagai produk UMKM ke Jakarta. Kang Emil menuturkan saat ini Pemprov Jabar terus berupaya untuk mandiri dari segi swasembada pangan dan pemasaran produk pangan. Salah satunya dengan meningkatkan kerja sama antardaerah.
&amp;ldquo;Kita sedang mencari cara agar Jabar bisa mandiri swasembada, supaya NKRI kita juga tidak banyak impor, tapi meninggikan kerja sama antardaerah,&amp;rdquo; ucapnya.
Baca Juga:&amp;nbsp; Momen Anies-Ridwan Kamil Sholat Subuh hingga Sarapan Bareng di Sumedang
 
Menurut Kang Emil, Jabar menjadi salah satu daerah yang menopang kebutuhan pangan DKI Jakarta. Oleh karena itu, ia berharap kerja sama antara Jabar-DKI Jakarta terus berlanjut ke berbagai komoditas lain.
&amp;ldquo;Kita punya banyak hal yang DKI Jakarta butuhkan, sehingga ini mengawali sebuah proses panjang berkelanjutan dari kerja sama tadi,&amp;rdquo; tuturnya.
Kang Emil pun mengatakan, ada sejumlah potensi kerja sama lainnya antara Jabar dan DKI Jakarta yang memang sudah memiliki kedekatan sejak dulu.&amp;ldquo;Dalam prosesi ini tidak hanya seremoni, tadi saya makan pagi dengan  Pak Anies, makan tahu Sumedang luar biasa, membicarakan tentang potensi  kerja sama ke depan dari Jabar dan DKI yang punya sejarah panjang dari  zaman kerajaan dulu sampai sekarang,&amp;rdquo; katanya.
&amp;ldquo;Sehingga Insyaallah dengan sering komunikasi, kata kolaborasi ini  akan menjadi kenyataan. Bukan lagi kompetisi antarwilayah tapi  kolaborasi antarwilayah,&amp;rdquo; imbuhnya.
Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menuturkan, kerja sama  tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jabar dan DKI  Jakarta, terutama petani di Jabar.
&amp;ldquo;Insya Allah petani akan mendapatkan peningkatan kesejahteraan  sehingga mereka bisa merasakan jasa besarnya dalam menyuplai pangan di  Indonesia dibalas dengan harga gabah lebih tinggi sebagai apresiasi,&amp;rdquo;  tuturnya.
&amp;ldquo;Kami yang tinggal di perkotaan memiliki utang budi kepada para  petani. Balas budi kepada mereka mengapresiasi dengan membeli gabah  lebih tinggi,&amp;rdquo; tambahnya.
Anies menjelaskan, dalam kerja sama tersebut, DKI Jakarta menjadi  offtaker. Menurutnya, kebutuhan pangan di perkotaan, termasuk DKI  Jakarta, sangat besar dan bergantung pada hasil produksi pertanian di  Jabar.
&amp;ldquo;Alhamdulillah pagi hari ini kita sama-sama menyaksikan  pemberangkatan 30 ton beras untuk kebutuhan di DKI Jakarta, kerja sama  antarwilayah yang hari ini kita mulai bertujuan untuk memenuhi kebutuhan  pangan masyarakat di Jakarta,&amp;rdquo; ucapnya.
&amp;ldquo;Terima kasih Pemkab Sumedang, apresiasi juga untuk Pak Emil yang  telah membantu memberikan bingkainya, sehingga BUMD di DKI Jakarta dan  Sumedang bisa kerja sama dengan tujuan keadilan sosial, peningkatan  kesejahteraan bagi rakyat,&amp;rdquo; tambahnya.Sementara itu, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir berharap kerja sama   tentang ekonomi pemasaran hasil pertanian dan juga penyerapan hasil   panen masyarakat bisa memberikan keuntungan untuk kedua daerah.
&amp;ldquo;Saya yakin dengan kerja sama ini akan menguntungkan kedua belah   pihak, karena di satu sisi hasil panen, produk UMKM, pasarnya jelas.   Offtaker-nya ada di Jakarta,&amp;rdquo; katanya.
Dony berkeinginan kerja sama antardaerah tersebut dapat berlanjut   karena dengan kerja sama seperti itu, kesejahteraan masyarakat Sumedang   dapat meningkat.
&amp;ldquo;Harapan saya dengan kerja sama ini bisa meningkatkan kesejahteraan   masyarakat Sumedang dan bisa continue sustainable, bisa berlangsung   bahkan pada cakupan yang lebih luas lagi. Di samping pertanian, UMKM,   kedepannya bisa dengan produk holtikultura, dengan investasi bisnis   lain, seperti pariwisata,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bekerjasama dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan dan Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir di bidang pangan dan UMKM. Ridwan menilai kesepakatan bersama antara Pemerintah Kabupaten Sumedang dengan Pemda Provinsi DKI Jakarta tersebut dapat mendorong pemulihan ekonomi pascapandemi COVID-19.
&quot;Saya hadir di sini, karena ini adalah implementasi dari strategi pemulihan ekonomi Jabar. Di mana, pasca-COVID-19 ini ketahanan kedaulatan pangan harus diutamakan,&quot; kata Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil dalam keterangan tertulis, Jumat (11/6/2021).
Baca Juga: Usai Sholat Subuh Jamaah, Ridwan Kamil-Anies Bahas soal Pangan dan Pertanian
 
Setelah penandatanganan kerja sama, ketiganya melepas secara simbolis 30 ton beras dan berbagai produk UMKM ke Jakarta. Kang Emil menuturkan saat ini Pemprov Jabar terus berupaya untuk mandiri dari segi swasembada pangan dan pemasaran produk pangan. Salah satunya dengan meningkatkan kerja sama antardaerah.
&amp;ldquo;Kita sedang mencari cara agar Jabar bisa mandiri swasembada, supaya NKRI kita juga tidak banyak impor, tapi meninggikan kerja sama antardaerah,&amp;rdquo; ucapnya.
Baca Juga:&amp;nbsp; Momen Anies-Ridwan Kamil Sholat Subuh hingga Sarapan Bareng di Sumedang
 
Menurut Kang Emil, Jabar menjadi salah satu daerah yang menopang kebutuhan pangan DKI Jakarta. Oleh karena itu, ia berharap kerja sama antara Jabar-DKI Jakarta terus berlanjut ke berbagai komoditas lain.
&amp;ldquo;Kita punya banyak hal yang DKI Jakarta butuhkan, sehingga ini mengawali sebuah proses panjang berkelanjutan dari kerja sama tadi,&amp;rdquo; tuturnya.
Kang Emil pun mengatakan, ada sejumlah potensi kerja sama lainnya antara Jabar dan DKI Jakarta yang memang sudah memiliki kedekatan sejak dulu.&amp;ldquo;Dalam prosesi ini tidak hanya seremoni, tadi saya makan pagi dengan  Pak Anies, makan tahu Sumedang luar biasa, membicarakan tentang potensi  kerja sama ke depan dari Jabar dan DKI yang punya sejarah panjang dari  zaman kerajaan dulu sampai sekarang,&amp;rdquo; katanya.
&amp;ldquo;Sehingga Insyaallah dengan sering komunikasi, kata kolaborasi ini  akan menjadi kenyataan. Bukan lagi kompetisi antarwilayah tapi  kolaborasi antarwilayah,&amp;rdquo; imbuhnya.
Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menuturkan, kerja sama  tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jabar dan DKI  Jakarta, terutama petani di Jabar.
&amp;ldquo;Insya Allah petani akan mendapatkan peningkatan kesejahteraan  sehingga mereka bisa merasakan jasa besarnya dalam menyuplai pangan di  Indonesia dibalas dengan harga gabah lebih tinggi sebagai apresiasi,&amp;rdquo;  tuturnya.
&amp;ldquo;Kami yang tinggal di perkotaan memiliki utang budi kepada para  petani. Balas budi kepada mereka mengapresiasi dengan membeli gabah  lebih tinggi,&amp;rdquo; tambahnya.
Anies menjelaskan, dalam kerja sama tersebut, DKI Jakarta menjadi  offtaker. Menurutnya, kebutuhan pangan di perkotaan, termasuk DKI  Jakarta, sangat besar dan bergantung pada hasil produksi pertanian di  Jabar.
&amp;ldquo;Alhamdulillah pagi hari ini kita sama-sama menyaksikan  pemberangkatan 30 ton beras untuk kebutuhan di DKI Jakarta, kerja sama  antarwilayah yang hari ini kita mulai bertujuan untuk memenuhi kebutuhan  pangan masyarakat di Jakarta,&amp;rdquo; ucapnya.
&amp;ldquo;Terima kasih Pemkab Sumedang, apresiasi juga untuk Pak Emil yang  telah membantu memberikan bingkainya, sehingga BUMD di DKI Jakarta dan  Sumedang bisa kerja sama dengan tujuan keadilan sosial, peningkatan  kesejahteraan bagi rakyat,&amp;rdquo; tambahnya.Sementara itu, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir berharap kerja sama   tentang ekonomi pemasaran hasil pertanian dan juga penyerapan hasil   panen masyarakat bisa memberikan keuntungan untuk kedua daerah.
&amp;ldquo;Saya yakin dengan kerja sama ini akan menguntungkan kedua belah   pihak, karena di satu sisi hasil panen, produk UMKM, pasarnya jelas.   Offtaker-nya ada di Jakarta,&amp;rdquo; katanya.
Dony berkeinginan kerja sama antardaerah tersebut dapat berlanjut   karena dengan kerja sama seperti itu, kesejahteraan masyarakat Sumedang   dapat meningkat.
&amp;ldquo;Harapan saya dengan kerja sama ini bisa meningkatkan kesejahteraan   masyarakat Sumedang dan bisa continue sustainable, bisa berlangsung   bahkan pada cakupan yang lebih luas lagi. Di samping pertanian, UMKM,   kedepannya bisa dengan produk holtikultura, dengan investasi bisnis   lain, seperti pariwisata,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
