<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>4 Fakta Produk Nestle Diakui Tidak Sehat, dari Es Krim hingga Cokelat</title><description>PT Nestle Indonesia buka-bukaan terkait 60% produknya yang diduga tidak sehat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/13/320/2424087/4-fakta-produk-nestle-diakui-tidak-sehat-dari-es-krim-hingga-cokelat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/06/13/320/2424087/4-fakta-produk-nestle-diakui-tidak-sehat-dari-es-krim-hingga-cokelat"/><item><title>4 Fakta Produk Nestle Diakui Tidak Sehat, dari Es Krim hingga Cokelat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/13/320/2424087/4-fakta-produk-nestle-diakui-tidak-sehat-dari-es-krim-hingga-cokelat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/06/13/320/2424087/4-fakta-produk-nestle-diakui-tidak-sehat-dari-es-krim-hingga-cokelat</guid><pubDate>Minggu 13 Juni 2021 05:02 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/12/320/2424087/4-fakta-produk-nestle-diakui-tidak-sehat-dari-es-krim-hingga-cokelat-Py9yvMUpp1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Coklat (Foto:Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/12/320/2424087/4-fakta-produk-nestle-diakui-tidak-sehat-dari-es-krim-hingga-cokelat-Py9yvMUpp1.jpg</image><title>Coklat (Foto:Reuters)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PT Nestle Indonesia buka-bukaan terkait 60% produknya yang diduga tidak sehat. Diketahui, dokumen internal Nestle dikabarkan bocor ke publik. Pada dokumen tersebut, disebutkan bahwa 60% produk makanan dan minuman Nestle tidak memenuhi standar kesehatan yang berlaku.
Berikut fakta-fakta produk Nestle diakui tidak sehat yang dirangkum Okezone di Jakarta.
Baca Juga: Nestle Akui 30% Produknya Tidak Sehat, BKPN dan BPOM Ambil Tindakan

1. Laporan Terkait 60% Produk Nestle Tidak Sehat Dinilai Kurang Tepat
Pihak Nestle menyatakan, bahwa laporan media Financial Times yang mengungkap analisis produk Nestle tidak sehat hanya didasarkan pada setangah dari portofolio penjualan global.
&amp;ldquo;Kami merujuk pada beberapa artikel di media yang mempertanyakan profil gizi produk-produk Nestl&amp;eacute;, yang didasarkan pada laporan media Financial Times. Laporan tersebut didasarkan pada analisis yang mencakup hanya sekitar setengah dari portofolio penjualan global produk-produk kami. Analisis itu tidak mencakup produk-produk gizi bayi/anak, gizi khusus, makanan hewan peliharaan, dan produk kopi,&amp;rdquo; demikian pernyataan Nestle dikutip dari situs resmi Nestle Indonesia, di Jakarta, Senin (7/6/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp; Nestle Akui 30% Produknya Tidak Sehat, dari Es Krim hingga Cokelat 

2. Nestle Akui Kurang dari 30% Produknya Tidak Memenuhi Standar Kesehatan Eksternal
Jika dilihat dari keseluruhan portofolio produk-produk Nestle berdasarkan total penjualan global, kurang dari 30% tidak memenuhi standar &quot;kesehatan&quot; eksternal yang ketat yang didominasi produk-produk indulgent (memanjakan). Yakni, seperti cokelat dan es krim yang bisa dikonsumsi dalam jumlah yang cukup sebagai bagian dari pola makan sehat, seimbang, dan menyenangkan.
&amp;ldquo;Kami percaya portofolio merek dan kategori produk-produk kami berkontribusi secara positif untuk kesehatan dan keafiatan komunitas yang kami layani di seluruh dunia,&quot; kata Nestle.3. Nestle Punya Proyek Perbarui Standar Gizi, Kesehatan, dan Keafiatan
Nestle memiliki proyek di dalam perusahaan untuk memperbarui standar gizi, kesehatan, dan keafiatannya.
&amp;ldquo;Kami melihat secara menyeluruh semua portofolio produk kami di  berbagai fase kehidupan manusia demi memastikan bahwa produk-produk kami  membantu para konsumen memenuhi kebutuhan gizi dan mendukung pola makan  dengan gizi seimbang. Sebagai bagian dari kegiatan bisnis kami, Nestl&amp;eacute;  senantiasa melakukan penilaian terhadap portofolio produk kami dan  merenovasi serta memformulasi ulang produk-produk kami,&amp;rdquo; tulis Nestle.
4. Nestle Telah Lakukan Berbagai Upaya untuk Tingkatkan Kualitas Gizi Produknya
Nestle Indonesia telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan  kualitas gizi produk-produknya. Sebagai contoh, dengan mengurangi gula  dan garam pada produk-produknya dalam dua dekade terakhir.
&amp;ldquo;Kami secara signifikan dalam dua dekade terakhir. Adapun dalam  beberapa tahun terakhir. Kami percaya bahwa pola makan sehat berarti  menemukan keseimbangan antara gizi dan kenikmatan. Ini termasuk adanya  ruang untuk makanan indulgent (memanjakan), yang dikonsumsi secara  bertanggung jawab. Tujuan kami tidak berubah dan jelas: kami akan terus  membuat produk-produk kami menjadi lebih enak dan lebih sehat. Dan saat  kami melakukannya, kami akan mengkomunikasikannya secara transparan,&amp;rdquo;  pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PT Nestle Indonesia buka-bukaan terkait 60% produknya yang diduga tidak sehat. Diketahui, dokumen internal Nestle dikabarkan bocor ke publik. Pada dokumen tersebut, disebutkan bahwa 60% produk makanan dan minuman Nestle tidak memenuhi standar kesehatan yang berlaku.
Berikut fakta-fakta produk Nestle diakui tidak sehat yang dirangkum Okezone di Jakarta.
Baca Juga: Nestle Akui 30% Produknya Tidak Sehat, BKPN dan BPOM Ambil Tindakan

1. Laporan Terkait 60% Produk Nestle Tidak Sehat Dinilai Kurang Tepat
Pihak Nestle menyatakan, bahwa laporan media Financial Times yang mengungkap analisis produk Nestle tidak sehat hanya didasarkan pada setangah dari portofolio penjualan global.
&amp;ldquo;Kami merujuk pada beberapa artikel di media yang mempertanyakan profil gizi produk-produk Nestl&amp;eacute;, yang didasarkan pada laporan media Financial Times. Laporan tersebut didasarkan pada analisis yang mencakup hanya sekitar setengah dari portofolio penjualan global produk-produk kami. Analisis itu tidak mencakup produk-produk gizi bayi/anak, gizi khusus, makanan hewan peliharaan, dan produk kopi,&amp;rdquo; demikian pernyataan Nestle dikutip dari situs resmi Nestle Indonesia, di Jakarta, Senin (7/6/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp; Nestle Akui 30% Produknya Tidak Sehat, dari Es Krim hingga Cokelat 

2. Nestle Akui Kurang dari 30% Produknya Tidak Memenuhi Standar Kesehatan Eksternal
Jika dilihat dari keseluruhan portofolio produk-produk Nestle berdasarkan total penjualan global, kurang dari 30% tidak memenuhi standar &quot;kesehatan&quot; eksternal yang ketat yang didominasi produk-produk indulgent (memanjakan). Yakni, seperti cokelat dan es krim yang bisa dikonsumsi dalam jumlah yang cukup sebagai bagian dari pola makan sehat, seimbang, dan menyenangkan.
&amp;ldquo;Kami percaya portofolio merek dan kategori produk-produk kami berkontribusi secara positif untuk kesehatan dan keafiatan komunitas yang kami layani di seluruh dunia,&quot; kata Nestle.3. Nestle Punya Proyek Perbarui Standar Gizi, Kesehatan, dan Keafiatan
Nestle memiliki proyek di dalam perusahaan untuk memperbarui standar gizi, kesehatan, dan keafiatannya.
&amp;ldquo;Kami melihat secara menyeluruh semua portofolio produk kami di  berbagai fase kehidupan manusia demi memastikan bahwa produk-produk kami  membantu para konsumen memenuhi kebutuhan gizi dan mendukung pola makan  dengan gizi seimbang. Sebagai bagian dari kegiatan bisnis kami, Nestl&amp;eacute;  senantiasa melakukan penilaian terhadap portofolio produk kami dan  merenovasi serta memformulasi ulang produk-produk kami,&amp;rdquo; tulis Nestle.
4. Nestle Telah Lakukan Berbagai Upaya untuk Tingkatkan Kualitas Gizi Produknya
Nestle Indonesia telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan  kualitas gizi produk-produknya. Sebagai contoh, dengan mengurangi gula  dan garam pada produk-produknya dalam dua dekade terakhir.
&amp;ldquo;Kami secara signifikan dalam dua dekade terakhir. Adapun dalam  beberapa tahun terakhir. Kami percaya bahwa pola makan sehat berarti  menemukan keseimbangan antara gizi dan kenikmatan. Ini termasuk adanya  ruang untuk makanan indulgent (memanjakan), yang dikonsumsi secara  bertanggung jawab. Tujuan kami tidak berubah dan jelas: kami akan terus  membuat produk-produk kami menjadi lebih enak dan lebih sehat. Dan saat  kami melakukannya, kami akan mengkomunikasikannya secara transparan,&amp;rdquo;  pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
