<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>6 Fakta Yenny Wahid Yakin Garuda Bisa Diselamatkan hingga Blak-blakan Praktik Korupsi</title><description>Garuda Indonesia sedang naik daun tapi bukan karena prestasinya melainkan karena harus menghadapi tekanan yang luar biasa.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/13/320/2424136/6-fakta-yenny-wahid-yakin-garuda-bisa-diselamatkan-hingga-blak-blakan-praktik-korupsi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/06/13/320/2424136/6-fakta-yenny-wahid-yakin-garuda-bisa-diselamatkan-hingga-blak-blakan-praktik-korupsi"/><item><title>6 Fakta Yenny Wahid Yakin Garuda Bisa Diselamatkan hingga Blak-blakan Praktik Korupsi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/13/320/2424136/6-fakta-yenny-wahid-yakin-garuda-bisa-diselamatkan-hingga-blak-blakan-praktik-korupsi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/06/13/320/2424136/6-fakta-yenny-wahid-yakin-garuda-bisa-diselamatkan-hingga-blak-blakan-praktik-korupsi</guid><pubDate>Minggu 13 Juni 2021 05:39 WIB</pubDate><dc:creator>Hafid Fuad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/12/320/2424136/6-fakta-yenny-wahid-yakin-garuda-bisa-diselamatkan-hingga-blak-blakan-praktik-korupsi-gb9stdl8n4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Garuda Indonesia (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/12/320/2424136/6-fakta-yenny-wahid-yakin-garuda-bisa-diselamatkan-hingga-blak-blakan-praktik-korupsi-gb9stdl8n4.jpg</image><title>Garuda Indonesia (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Garuda Indonesia sedang naik daun tapi bukan karena prestasinya melainkan karena harus menghadapi tekanan yang luar biasa dengan penumpukan utang  yang disebut mencapai Rp70 triliun. Menariknya adalah, dari jajaran komisaris Garuda Indonesia yang mulai angkat bicara. Setelah sebelumnya ramai Peter Gontha yang viral akibat minta dipotong gajinya, kini ada Yenny Wahid yang juga mulai unjuk suara. Berikut fakta-fakta yang dikumpulkan Okezone.
1. Industri Penerbangan Dunia Memang Sedang Tertekan
Komisaris Independen PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Yenny Wahid menjelaskan kondisi penuh tekanan bukan hanya dialami Garuda saja, tetapi juga banyak maskapai penerbangan lain di dunia. Mereka pun di ambang kepailitan, sebagian bertahan karena diinjeksi oleh pemerintahnya
&quot;Pemerintah Indonesia tentu harus fokus pada ada upaya penyelamatan manusia dulu, baru belakangan memikirkan pesawat,&quot; ujar Yenny beberapa waktu lalu.
Baca Juga: 4 Fakta Garuda Indonesia Terancam Bangkrut, Dahlan Iskan Turun Tangan

2. Ingat Jasa-jasa Garuda Indonesia
 
Berikutnya Yenny  menekankan peran Garuda Indonesia di tengah kelesuan akibat Covid-19. Garuda Indonesia tetap melaksanakan berbagai operasi kemanusiaan untuk membantu pemerintah dan masyarakat, mulai dari mengangkut vaksin sampai merepatriasi WNI yang terlantar di luar negeri akibat tidak ada penerbangan. Bahkan, Yenny menegaskan Garuda juga rela terbang rugi dengan terus menerapkan social distancing sampai sekarang.
3. Ada Kepercayaan dari Dunia Internasional
Menurut Yenny, Garuda Indonesia masih bisa untuk diselamatkan. Dia menyebut alasannya karena dunia internasional masih punya kepercayaan terhadap Garuda. Dunia melihat prospek jangka panjang pasca Covid-19, kebutuhan Indonesia sebagai negara kepulauan tentu membutuhkan angkutan pesawat untuk mengangkut manusia dan barang secara cepat.
&quot;Ada segmen masyarakat yang akan terus memilih terbang bersama Garuda, sehingga kedepan permintaan pasar selalu ada,&quot; ungkapnya.
Baca Juga: Garuda Indonesia Pakai Dana Obligasi Rp1 Triliun Cuma untuk Bayar Avtur

4. Garuda Harus Makin Solid
Yenny Wahid mengabarkan, kondisi utang operasional Garuda Indonesia kini semakin bengkak karena pendapatan yang hilang. Ini telah dilaporkan kepada para pemegang saham termasuk langkah-langkah penyelamatannya.
Langkah-langkah tersebut juga telah disampaikan Menteri BUMN Erick Thohir ke DPR. Termasuk soal renegosiasi biaya sewa pesawat dengan para lessor. 
5. Ada Korupsi di Garuda Indonesia
Komisaris Independen PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Yenny Wahid  mengakui ada korupsi di pesawat Garuda Indonesia di masa lalu yang sarat  praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
&quot;Sebagian pelakunya telah dipidanakan, namun efeknya tetap kami  rasakan sampai sekarang karena kontrak pesawat bersifat jangka panjang,&quot;  ujarnya beberapa waktu lalu.
Pengadaan beberapa pesawat Garuda Indonesia memang bermasalah. Garuda  punya pesawat yang tidak pas untuk kebutuhan topografi Indonesia.  Contohnya pesawat Bombardier CRJ1000. Pesawat ini tidak cocok di  Indonesia karena membutuhkan runway panjang, padahal rata-rata bandara  udara di sini memiliki runway pendek. Pesawat jenis ini tutur ini lebih  cocok untuk layanan shuttle di Eropa.
&quot;Nah saat ini kami punya 12 unit. Sekarang kami sedang berjuang agar  pesawat-pesawat ini bisa dikembalikan. Tidak mudah karena membatalkan  kontrak tentu bisa menimbulkan konsekuensi, salah satunya denda yang  cukup tinggi,&quot; imbuhnya.
 
6. Strategi Garuda Indonesia Optimalkan Lini Bisnis
Berdasarkan penjelasan manajemen Garuda Indonesia kepada Bursa Efek  Indonesia (BEI), fokus utama Perseroan kini memastikan keberlangsungan  usaha melalui berbagai langkah strategis. Salah satunya optimalisasi  lini bisnis.
&quot;Khususnya kargo dan charter, serta pengelolaan cost structure beban  operasional baik melalui optimalisasi produktivitas armada, negosiasi  bersama lessor, pengelolaan SDM serta restrukturisasi rute penerbangan  sejalan dengan trend demand yang ada pada masa adaptasi kebiasaan baru  ini,&quot; seperti yang dikutip dari keterbukaan informasi BEI,
Manajemen Garuda Indonesia menambahkan, saat ini Perseroan sedang  melakukan diskusi dengan konsultan dan pihak Garuda Indonesia akan  mengupayakan opsi terbaik, yang akan dikaji dalam upaya pemulihan  kinerja.</description><content:encoded>JAKARTA - Garuda Indonesia sedang naik daun tapi bukan karena prestasinya melainkan karena harus menghadapi tekanan yang luar biasa dengan penumpukan utang  yang disebut mencapai Rp70 triliun. Menariknya adalah, dari jajaran komisaris Garuda Indonesia yang mulai angkat bicara. Setelah sebelumnya ramai Peter Gontha yang viral akibat minta dipotong gajinya, kini ada Yenny Wahid yang juga mulai unjuk suara. Berikut fakta-fakta yang dikumpulkan Okezone.
1. Industri Penerbangan Dunia Memang Sedang Tertekan
Komisaris Independen PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Yenny Wahid menjelaskan kondisi penuh tekanan bukan hanya dialami Garuda saja, tetapi juga banyak maskapai penerbangan lain di dunia. Mereka pun di ambang kepailitan, sebagian bertahan karena diinjeksi oleh pemerintahnya
&quot;Pemerintah Indonesia tentu harus fokus pada ada upaya penyelamatan manusia dulu, baru belakangan memikirkan pesawat,&quot; ujar Yenny beberapa waktu lalu.
Baca Juga: 4 Fakta Garuda Indonesia Terancam Bangkrut, Dahlan Iskan Turun Tangan

2. Ingat Jasa-jasa Garuda Indonesia
 
Berikutnya Yenny  menekankan peran Garuda Indonesia di tengah kelesuan akibat Covid-19. Garuda Indonesia tetap melaksanakan berbagai operasi kemanusiaan untuk membantu pemerintah dan masyarakat, mulai dari mengangkut vaksin sampai merepatriasi WNI yang terlantar di luar negeri akibat tidak ada penerbangan. Bahkan, Yenny menegaskan Garuda juga rela terbang rugi dengan terus menerapkan social distancing sampai sekarang.
3. Ada Kepercayaan dari Dunia Internasional
Menurut Yenny, Garuda Indonesia masih bisa untuk diselamatkan. Dia menyebut alasannya karena dunia internasional masih punya kepercayaan terhadap Garuda. Dunia melihat prospek jangka panjang pasca Covid-19, kebutuhan Indonesia sebagai negara kepulauan tentu membutuhkan angkutan pesawat untuk mengangkut manusia dan barang secara cepat.
&quot;Ada segmen masyarakat yang akan terus memilih terbang bersama Garuda, sehingga kedepan permintaan pasar selalu ada,&quot; ungkapnya.
Baca Juga: Garuda Indonesia Pakai Dana Obligasi Rp1 Triliun Cuma untuk Bayar Avtur

4. Garuda Harus Makin Solid
Yenny Wahid mengabarkan, kondisi utang operasional Garuda Indonesia kini semakin bengkak karena pendapatan yang hilang. Ini telah dilaporkan kepada para pemegang saham termasuk langkah-langkah penyelamatannya.
Langkah-langkah tersebut juga telah disampaikan Menteri BUMN Erick Thohir ke DPR. Termasuk soal renegosiasi biaya sewa pesawat dengan para lessor. 
5. Ada Korupsi di Garuda Indonesia
Komisaris Independen PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Yenny Wahid  mengakui ada korupsi di pesawat Garuda Indonesia di masa lalu yang sarat  praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
&quot;Sebagian pelakunya telah dipidanakan, namun efeknya tetap kami  rasakan sampai sekarang karena kontrak pesawat bersifat jangka panjang,&quot;  ujarnya beberapa waktu lalu.
Pengadaan beberapa pesawat Garuda Indonesia memang bermasalah. Garuda  punya pesawat yang tidak pas untuk kebutuhan topografi Indonesia.  Contohnya pesawat Bombardier CRJ1000. Pesawat ini tidak cocok di  Indonesia karena membutuhkan runway panjang, padahal rata-rata bandara  udara di sini memiliki runway pendek. Pesawat jenis ini tutur ini lebih  cocok untuk layanan shuttle di Eropa.
&quot;Nah saat ini kami punya 12 unit. Sekarang kami sedang berjuang agar  pesawat-pesawat ini bisa dikembalikan. Tidak mudah karena membatalkan  kontrak tentu bisa menimbulkan konsekuensi, salah satunya denda yang  cukup tinggi,&quot; imbuhnya.
 
6. Strategi Garuda Indonesia Optimalkan Lini Bisnis
Berdasarkan penjelasan manajemen Garuda Indonesia kepada Bursa Efek  Indonesia (BEI), fokus utama Perseroan kini memastikan keberlangsungan  usaha melalui berbagai langkah strategis. Salah satunya optimalisasi  lini bisnis.
&quot;Khususnya kargo dan charter, serta pengelolaan cost structure beban  operasional baik melalui optimalisasi produktivitas armada, negosiasi  bersama lessor, pengelolaan SDM serta restrukturisasi rute penerbangan  sejalan dengan trend demand yang ada pada masa adaptasi kebiasaan baru  ini,&quot; seperti yang dikutip dari keterbukaan informasi BEI,
Manajemen Garuda Indonesia menambahkan, saat ini Perseroan sedang  melakukan diskusi dengan konsultan dan pihak Garuda Indonesia akan  mengupayakan opsi terbaik, yang akan dikaji dalam upaya pemulihan  kinerja.</content:encoded></item></channel></rss>
