<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tol Laut Jadi Kunci Sukses Distribusi Beras di Papua</title><description>Kemenhub mengungkapkan layanan Tol Laut pada trayek T-19 lintas Papua menjadi kunci sukses penyerapan dan distribusi beras.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/14/320/2424743/tol-laut-jadi-kunci-sukses-distribusi-beras-di-papua</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/06/14/320/2424743/tol-laut-jadi-kunci-sukses-distribusi-beras-di-papua"/><item><title>Tol Laut Jadi Kunci Sukses Distribusi Beras di Papua</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/14/320/2424743/tol-laut-jadi-kunci-sukses-distribusi-beras-di-papua</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/06/14/320/2424743/tol-laut-jadi-kunci-sukses-distribusi-beras-di-papua</guid><pubDate>Senin 14 Juni 2021 11:28 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/14/320/2424743/tol-laut-jadi-kunci-sukses-distribusi-beras-di-papua-MPRNABU1sI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustasi Beras (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/14/320/2424743/tol-laut-jadi-kunci-sukses-distribusi-beras-di-papua-MPRNABU1sI.jpg</image><title>Ilustasi Beras (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkapkan layanan Tol Laut pada trayek T-19 lintas Papua menjadi kunci sukses penyerapan dan distribusi beras.
&amp;ldquo;Pada voyage ke-6 ini angkutan Tol Laut trayek T-19 mengangkut 56 kontainer yang berisi komoditi unggulan beras dari Kabupaten Merauke,&amp;rdquo; kata Kepala KSOP Kelas II Jayapura Taher Laitupa dilansir dari Antara, Senin (14/6/2021).
Baca Juga: Soal Tol Laut, Menko Luhut Putar Otak agar Kapal Tak Kosong
 
Taher mengatakan, Trayek T-19 sejak diluncurkan oleh Kemenhub melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut pada awal tahun ini, sukses menjawab persoalan pendistribusian beras di Papua - Papua Barat. Adapun muatan voyage ke-6 ini merupakan yang terbanyak sepanjang keberadaan Tol Laut dengan Trayek T-19 tersebut.
Selain itu, trayek tersebut juga berhasil menjawab persoalan tidak terserapnya beras Merauke akibat mahalnya biaya transportasi angkutan laut. Pada voyage ke-6 KM Logistik Nusantara 2 telah mengangkut 56 kontainer beras dari Merauke setelah sebelumnya pada voyage ke-5 mengangkut 19 kontainer komoditi unggulan.
Baca Juga: Mudik Dilarang, Tol Laut Kecipratan Untung
 
Taher mengungkapkan, sejak adanya rute T-19, arus penyaluran logistik khususnya beras ke seluruh wilayah di Papua dan Papua Barat menjadi lebih efisien. Pasalnya, jalur trayek tidak lagi ke wilayah Jawa, melainkan khusus hanya di Papua &amp;ndash; Papua Barat.
Adapun Trayek T-19 ini berpangkal di Merauke, rutenya meliputi Merauke &amp;ndash; Kokas &amp;ndash; Sorong &amp;ndash; Korido &amp;ndash; Depapre (Jayapura) &amp;ndash; Sorong &amp;ndash; Merauke dan dilayani kapal KM Logistik Nusantara 2 yang mulai beroperasi awal tahun ini.
&amp;ldquo;Dari 56 kontainer beras tersebut, sebanyak 24 kontainer beras dikirim ke Kabupaten Jayapura melalui Pelabuhan Depapre dan tiba pada 9 Juni 2021,&amp;rdquo; ujarnya.Taher menambahkan, layanan Tol Laut trayek T-19 setiap voyage  mengalami peningkatan dan pada voyage ke-6 ini peningkatannya sangat  signifikan. Sebanyak 56 kontainer berisi komoditi unggulan Kabupaten  Merauke, yaitu beras diangkut dan didistribusikan ke wilayah Papua dan  Papua Barat, salah satunya adalah ke Pelabuhan Depapre untuk  didistribusikan ke Kabupaten Jayapura.
&amp;ldquo;Karena Pelabuhan Depapre ini merupakan penyokong bagi jalur  distribusi logistik di daerah hinterland yang mencakup 14 kabupaten di  Provinsi Papua,&amp;rdquo; kata Taher.
Sementara itu, Kasie Lalu Lintas Angkutan Laut, Willem Thobias Fofid  mengungkapkan bahwa peningkatan yang signifikan pada Tol Laut trayek  T-19 ini merupakan hasil kerja sama dan sinergi pemangku kepentingan  terkait.
&quot;Pemerintah Kabupaten Merauke dan Kabupaten Jayapura, asosiasi Jasa  Pengurusan Transportasi ALFI/ILFA serta wujud perhatian dari para  pengusaha lokal sebagai Shipper dan Consignee yang terus berkerjasama  dengan BUMN, dalam hal ini adalah Perum Bulog, di mana Bulog Merauke  bekerjasama dengan aliansi petani untuk dapat mendistribusikan komoditi  unggulan ke seluruh kabupaten yang ada di Papua dan Papua Barat, &quot; kata  Willem.
Kehadiran Tol Laut trayek T-19 ini dinilai turut meramaikan jalur  lintasan niaga di selatan Papua, dan meningkatkan pertumbuhan  perekonomian daerah serta membantu menurunkan disparitas harga di  wilayah Tertinggal, Terluar, Terdepan, dan Perbatasan (3TP).
Selanjutnya, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Jayapura Alfons  Awaitouw di Pelabuhan Depapre menjelaskan bahwa adapun komoditi unggulan  yang diangkut Tol Laut T-19 sebagai muatan balik menuju Merauke berupa  Batu Ciping, Abu Batu, dan Pasir dari Pelabuhan Depapre, Kabupaten  Jayapura terus mengalami peningkatan tingkat permintaan di Kabupaten  Merauke.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkapkan layanan Tol Laut pada trayek T-19 lintas Papua menjadi kunci sukses penyerapan dan distribusi beras.
&amp;ldquo;Pada voyage ke-6 ini angkutan Tol Laut trayek T-19 mengangkut 56 kontainer yang berisi komoditi unggulan beras dari Kabupaten Merauke,&amp;rdquo; kata Kepala KSOP Kelas II Jayapura Taher Laitupa dilansir dari Antara, Senin (14/6/2021).
Baca Juga: Soal Tol Laut, Menko Luhut Putar Otak agar Kapal Tak Kosong
 
Taher mengatakan, Trayek T-19 sejak diluncurkan oleh Kemenhub melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut pada awal tahun ini, sukses menjawab persoalan pendistribusian beras di Papua - Papua Barat. Adapun muatan voyage ke-6 ini merupakan yang terbanyak sepanjang keberadaan Tol Laut dengan Trayek T-19 tersebut.
Selain itu, trayek tersebut juga berhasil menjawab persoalan tidak terserapnya beras Merauke akibat mahalnya biaya transportasi angkutan laut. Pada voyage ke-6 KM Logistik Nusantara 2 telah mengangkut 56 kontainer beras dari Merauke setelah sebelumnya pada voyage ke-5 mengangkut 19 kontainer komoditi unggulan.
Baca Juga: Mudik Dilarang, Tol Laut Kecipratan Untung
 
Taher mengungkapkan, sejak adanya rute T-19, arus penyaluran logistik khususnya beras ke seluruh wilayah di Papua dan Papua Barat menjadi lebih efisien. Pasalnya, jalur trayek tidak lagi ke wilayah Jawa, melainkan khusus hanya di Papua &amp;ndash; Papua Barat.
Adapun Trayek T-19 ini berpangkal di Merauke, rutenya meliputi Merauke &amp;ndash; Kokas &amp;ndash; Sorong &amp;ndash; Korido &amp;ndash; Depapre (Jayapura) &amp;ndash; Sorong &amp;ndash; Merauke dan dilayani kapal KM Logistik Nusantara 2 yang mulai beroperasi awal tahun ini.
&amp;ldquo;Dari 56 kontainer beras tersebut, sebanyak 24 kontainer beras dikirim ke Kabupaten Jayapura melalui Pelabuhan Depapre dan tiba pada 9 Juni 2021,&amp;rdquo; ujarnya.Taher menambahkan, layanan Tol Laut trayek T-19 setiap voyage  mengalami peningkatan dan pada voyage ke-6 ini peningkatannya sangat  signifikan. Sebanyak 56 kontainer berisi komoditi unggulan Kabupaten  Merauke, yaitu beras diangkut dan didistribusikan ke wilayah Papua dan  Papua Barat, salah satunya adalah ke Pelabuhan Depapre untuk  didistribusikan ke Kabupaten Jayapura.
&amp;ldquo;Karena Pelabuhan Depapre ini merupakan penyokong bagi jalur  distribusi logistik di daerah hinterland yang mencakup 14 kabupaten di  Provinsi Papua,&amp;rdquo; kata Taher.
Sementara itu, Kasie Lalu Lintas Angkutan Laut, Willem Thobias Fofid  mengungkapkan bahwa peningkatan yang signifikan pada Tol Laut trayek  T-19 ini merupakan hasil kerja sama dan sinergi pemangku kepentingan  terkait.
&quot;Pemerintah Kabupaten Merauke dan Kabupaten Jayapura, asosiasi Jasa  Pengurusan Transportasi ALFI/ILFA serta wujud perhatian dari para  pengusaha lokal sebagai Shipper dan Consignee yang terus berkerjasama  dengan BUMN, dalam hal ini adalah Perum Bulog, di mana Bulog Merauke  bekerjasama dengan aliansi petani untuk dapat mendistribusikan komoditi  unggulan ke seluruh kabupaten yang ada di Papua dan Papua Barat, &quot; kata  Willem.
Kehadiran Tol Laut trayek T-19 ini dinilai turut meramaikan jalur  lintasan niaga di selatan Papua, dan meningkatkan pertumbuhan  perekonomian daerah serta membantu menurunkan disparitas harga di  wilayah Tertinggal, Terluar, Terdepan, dan Perbatasan (3TP).
Selanjutnya, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Jayapura Alfons  Awaitouw di Pelabuhan Depapre menjelaskan bahwa adapun komoditi unggulan  yang diangkut Tol Laut T-19 sebagai muatan balik menuju Merauke berupa  Batu Ciping, Abu Batu, dan Pasir dari Pelabuhan Depapre, Kabupaten  Jayapura terus mengalami peningkatan tingkat permintaan di Kabupaten  Merauke.</content:encoded></item></channel></rss>
