<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Warning Nih! BPK Minta Pemerintah Turunkan Defisit APBN</title><description>BPK menilai defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) harus segera diturunkan</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/15/320/2425481/warning-nih-bpk-minta-pemerintah-turunkan-defisit-apbn</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/06/15/320/2425481/warning-nih-bpk-minta-pemerintah-turunkan-defisit-apbn"/><item><title>Warning Nih! BPK Minta Pemerintah Turunkan Defisit APBN</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/15/320/2425481/warning-nih-bpk-minta-pemerintah-turunkan-defisit-apbn</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/06/15/320/2425481/warning-nih-bpk-minta-pemerintah-turunkan-defisit-apbn</guid><pubDate>Selasa 15 Juni 2021 14:23 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/15/320/2425481/warning-nih-bpk-minta-pemerintah-turunkan-defisit-apbn-3lc4RpDf0z.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BPK Minta Defisit APBN Segera Diturunkan. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/15/320/2425481/warning-nih-bpk-minta-pemerintah-turunkan-defisit-apbn-3lc4RpDf0z.jpg</image><title>BPK Minta Defisit APBN Segera Diturunkan. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menilai defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) harus segera diturunkan. Hal ini sesuai Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2020, defisit APBN harus kembali ke 3% pada 2023.
Ketua BPK Agung Firman Sampurna mengatakan, di tengah situasi pandemi Covid-19 dan ketidakpastian, pemerintah harus tetap memikirkan langkah-langkah dalam menurunkan defisit APBN. Salah satunya  dengan tetap menjaga kesinambungan fiskal, pengelolaan secara berurutan, dan risiko tetap terkendali.
Baca Juga:&amp;nbsp;Tok! DPR Setujui Asumsi Makro Sektor Energi RAPBN 2022
&quot;Kondisi saat ini ketidakpastian masih akan dihadapi dan perlu dipikirkan bagaimana defisit APBN 2020 sebesar Rp945,77 triliun atau 6,13% terhadap PDB 2020 dapat diturunkan kembali di bawah 3% pada 2023,&quot; katanya dalam video virtual , Selasa (15/6/2021).
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah juga mewaspadai besaran defisit APBN tersebut. Komitmen menurunkan defisit APBN menuju di bawah 3% diklaim terus dijalankan pemerintah.
Baca Juga:&amp;nbsp;Pengelola APBN Ibarat Kemudi Kapal di Tengah Ombak Besar
Adapun, menekan defisit menuju level di bawah 3% pada 2023, diharapkan tidak ada lonjakan kasus positif virus Covid-19 yang jadi ancaman.
&quot;Beban akibat kenaikan defisit yang besar akibat Covid-19 akan sangat mempengaruhi outlook APBN kita ke depan. Oleh karena itu berbagai langkah untuk tetap menjaga keseimbangan APBN dan memulihkan ekonomi harus dilakukan secara seimbang dan hati-hati,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menilai defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) harus segera diturunkan. Hal ini sesuai Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2020, defisit APBN harus kembali ke 3% pada 2023.
Ketua BPK Agung Firman Sampurna mengatakan, di tengah situasi pandemi Covid-19 dan ketidakpastian, pemerintah harus tetap memikirkan langkah-langkah dalam menurunkan defisit APBN. Salah satunya  dengan tetap menjaga kesinambungan fiskal, pengelolaan secara berurutan, dan risiko tetap terkendali.
Baca Juga:&amp;nbsp;Tok! DPR Setujui Asumsi Makro Sektor Energi RAPBN 2022
&quot;Kondisi saat ini ketidakpastian masih akan dihadapi dan perlu dipikirkan bagaimana defisit APBN 2020 sebesar Rp945,77 triliun atau 6,13% terhadap PDB 2020 dapat diturunkan kembali di bawah 3% pada 2023,&quot; katanya dalam video virtual , Selasa (15/6/2021).
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah juga mewaspadai besaran defisit APBN tersebut. Komitmen menurunkan defisit APBN menuju di bawah 3% diklaim terus dijalankan pemerintah.
Baca Juga:&amp;nbsp;Pengelola APBN Ibarat Kemudi Kapal di Tengah Ombak Besar
Adapun, menekan defisit menuju level di bawah 3% pada 2023, diharapkan tidak ada lonjakan kasus positif virus Covid-19 yang jadi ancaman.
&quot;Beban akibat kenaikan defisit yang besar akibat Covid-19 akan sangat mempengaruhi outlook APBN kita ke depan. Oleh karena itu berbagai langkah untuk tetap menjaga keseimbangan APBN dan memulihkan ekonomi harus dilakukan secara seimbang dan hati-hati,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
