<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekspor Kopi RI Tembus Rp564 Miliar di Tengah Covid-19</title><description>Ekspor komoditas kopi di Indonesia meningkat. Ekspor kopi asal Sumatera Utara tembus USD40,19 juta atau setara Rp564,6 juta.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/15/320/2425606/ekspor-kopi-ri-tembus-rp564-miliar-di-tengah-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/06/15/320/2425606/ekspor-kopi-ri-tembus-rp564-miliar-di-tengah-covid-19"/><item><title>Ekspor Kopi RI Tembus Rp564 Miliar di Tengah Covid-19</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/15/320/2425606/ekspor-kopi-ri-tembus-rp564-miliar-di-tengah-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/06/15/320/2425606/ekspor-kopi-ri-tembus-rp564-miliar-di-tengah-covid-19</guid><pubDate>Selasa 15 Juni 2021 16:59 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/15/320/2425606/ekspor-kopi-ri-tembus-rp564-miliar-di-tengah-covid-19-8bJFrDkHrC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ekspor kopi meningkat di tengah pandemi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/15/320/2425606/ekspor-kopi-ri-tembus-rp564-miliar-di-tengah-covid-19-8bJFrDkHrC.jpg</image><title>Ekspor kopi meningkat di tengah pandemi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Ekspor komoditas kopi di Indonesia meningkat. Ekspor kopi asal Sumatera Utara tembus USD40,19 juta atau setara Rp564,6 juta pada Februari 2021.
Sumatera Utara punya beragam varian kopi yang sudah dikenal publik, para pecinta kopi, seperti kopi Mandailing, dan Sidikalang. Dua komoditas itu pun sudah banyak diekspor.
Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Sumut mencatat, ekspor kopi dilihat dari nilai ekspornya, hingga Februari 2021 sebesar USD40,19 juta. Volume ekspor kopi Arabica Sumut melalui Belawan per Februari 2021 adalah 8.820 ton dengan nilai ekspor USD36,02 juta. Jenis kopi ini memberi andil 92% terhadap ekspor kopi Sumut. Sementara, ekspor kopi robusta sebesar 466,80 ton dengan nilai ekspor USD518.151. Ekspor jenis kopi lain-lain sebesar 233,23 ton dengan nilai ekspor USD3,66 juta.
Baca Juga: Wih! Ekspor Indonesia di Mei 2021 Tembus USD16,6 Miliar, Meroket 58,7%
 
Berdasarkan hasil kajian yang dilakukan oleh IEB Institute, kota Medan, Sumatera Utara mampu mencatat pertumbuhan ekonomi 5,98% pada tahun 2019 dengan nilai ekspor mencapai USD20 miliar dengan ditopang oleh komoditi unggulan ekspornya berupa sayuran, buah, kopi, rempah, dan makanan minuman.
Melihat potensi besar itu, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPE) kembali menyelenggarakan Coaching Program for New Exporters (CPNE), di kota Medan, Sumatera Utara tanggal 10-11 Juni 2021. Medan menjadi kota ketiga dari rangkaian Program Jasa Konsultasi LPEI di tahun 2021 yang sebelumnya telah diselenggarakan di kota Surakarta dan Bali pada beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Punya Kekuatan Ini, Indonesia Bakal Kuasai Pasar Udang Dunia
 
Darwis Harahap, salah satu peserta CPNE pelaku UMKM bergerak di bidang perkebunan (kopi) dari Deli Serdang setelah mengikuti pelatihan ini menyampaikan optimisme bahwa usahanya akan semakin berkembang. Karena itu, ia merasa perlu menambah wawasan, memperkaya pengetahuan, dalam mengelola usaha sehingga memutuskan mengikuti program CPNE yang diselenggarakan oleh LPEI.
Darwis yang sudah menggeluti usaha kopi sejak tahun 2018 mengakui, ada potensi besar bagi bisnis kopi di dalam negeri. Karena itu, ia berharap selalu mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk LPEI, agar komoditas kopi yang menjadi salah satu unggulan daerah, dapat menembus pasar ekspor.Di sisi lain, ia juga berharap agar terus dilakukan edukasi ke  masyarakat luas bahwa kualitas kopi di dalam negeri tak kalah dengan  kualitas kopi negara lain.  Sehingga konsumsi kopi di dalam negeri akan  semakin meningkat yang ujungnya mengerek produksi kopi di daerah.
&quot;Saya ingin kopi dari Sumatera Utara tidak hanya dikonsumsi di  Indonesia atau Medan saja, tetapi bisa dinikmati di luar negeri. Saya  tahu bahwa ini tidak mudah tetapi saya yakin kita mampu,&quot; kata Darwis,  Selasa (15/6/2021).
Harapan Darwis, sejalan dengan program LPEI untuk terus mengedukasi  kalangan dunia usaha, terutama UKM di daerah, agar mampu mengembangkan  dunia usaha melalui program CPNE.
Direktur Eksekutif LPEI, D.James Rompas dalam sambutannya pada  pembukaan pelatihan dan pendampingan ekspor: Coaching Program for New  Exporters di Medan, Jumat (11/06/21), menyampaikan Pogram CPNE ini  merupakan salah satu bentuk pelayanan Jasa Konsultasi LPEI termasuk  pelatihan ekspor bagi para UMKM rintisan ekspor untuk membantu pengusaha  UMKM Indonesia menuju pasar global #LokalYangMendunia.
Selain itu, LPEI membantu membukakan akses pasar melalui global  marketplace dan pameran baik yang dilakukan secara offline maupun  virtual, serta melakukan pengembangan community development melalui  program Desa Devisa.
Dari kegiatan tersebut,  saat ini LPEI telah memiliki lebih dari  2.200 UKM mitra binaan, yang di antaranya terdapat 353 produk UKM telah  berhasil diposting di global marketplace, dan menghasilkan 60 eksportir  baru, serta mengembangkan  2 Desa Devisa.
CPNE merupakan program pelatihan dan pendampingan berdurasi satu  tahun yang diberikan LPEI kepada para pelaku UMKM berorientasi ekspor  yang telah melewati penjaringan dan seleksi. Modul pelatihan yang  diberikan antara lain mengenai tata cara ekspor, penyusunan laporan  keuangan, legalitas dan sertifikasi ekspor serta turut dalam kegiatan  pameran ekspor.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Ekspor komoditas kopi di Indonesia meningkat. Ekspor kopi asal Sumatera Utara tembus USD40,19 juta atau setara Rp564,6 juta pada Februari 2021.
Sumatera Utara punya beragam varian kopi yang sudah dikenal publik, para pecinta kopi, seperti kopi Mandailing, dan Sidikalang. Dua komoditas itu pun sudah banyak diekspor.
Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Sumut mencatat, ekspor kopi dilihat dari nilai ekspornya, hingga Februari 2021 sebesar USD40,19 juta. Volume ekspor kopi Arabica Sumut melalui Belawan per Februari 2021 adalah 8.820 ton dengan nilai ekspor USD36,02 juta. Jenis kopi ini memberi andil 92% terhadap ekspor kopi Sumut. Sementara, ekspor kopi robusta sebesar 466,80 ton dengan nilai ekspor USD518.151. Ekspor jenis kopi lain-lain sebesar 233,23 ton dengan nilai ekspor USD3,66 juta.
Baca Juga: Wih! Ekspor Indonesia di Mei 2021 Tembus USD16,6 Miliar, Meroket 58,7%
 
Berdasarkan hasil kajian yang dilakukan oleh IEB Institute, kota Medan, Sumatera Utara mampu mencatat pertumbuhan ekonomi 5,98% pada tahun 2019 dengan nilai ekspor mencapai USD20 miliar dengan ditopang oleh komoditi unggulan ekspornya berupa sayuran, buah, kopi, rempah, dan makanan minuman.
Melihat potensi besar itu, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPE) kembali menyelenggarakan Coaching Program for New Exporters (CPNE), di kota Medan, Sumatera Utara tanggal 10-11 Juni 2021. Medan menjadi kota ketiga dari rangkaian Program Jasa Konsultasi LPEI di tahun 2021 yang sebelumnya telah diselenggarakan di kota Surakarta dan Bali pada beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Punya Kekuatan Ini, Indonesia Bakal Kuasai Pasar Udang Dunia
 
Darwis Harahap, salah satu peserta CPNE pelaku UMKM bergerak di bidang perkebunan (kopi) dari Deli Serdang setelah mengikuti pelatihan ini menyampaikan optimisme bahwa usahanya akan semakin berkembang. Karena itu, ia merasa perlu menambah wawasan, memperkaya pengetahuan, dalam mengelola usaha sehingga memutuskan mengikuti program CPNE yang diselenggarakan oleh LPEI.
Darwis yang sudah menggeluti usaha kopi sejak tahun 2018 mengakui, ada potensi besar bagi bisnis kopi di dalam negeri. Karena itu, ia berharap selalu mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk LPEI, agar komoditas kopi yang menjadi salah satu unggulan daerah, dapat menembus pasar ekspor.Di sisi lain, ia juga berharap agar terus dilakukan edukasi ke  masyarakat luas bahwa kualitas kopi di dalam negeri tak kalah dengan  kualitas kopi negara lain.  Sehingga konsumsi kopi di dalam negeri akan  semakin meningkat yang ujungnya mengerek produksi kopi di daerah.
&quot;Saya ingin kopi dari Sumatera Utara tidak hanya dikonsumsi di  Indonesia atau Medan saja, tetapi bisa dinikmati di luar negeri. Saya  tahu bahwa ini tidak mudah tetapi saya yakin kita mampu,&quot; kata Darwis,  Selasa (15/6/2021).
Harapan Darwis, sejalan dengan program LPEI untuk terus mengedukasi  kalangan dunia usaha, terutama UKM di daerah, agar mampu mengembangkan  dunia usaha melalui program CPNE.
Direktur Eksekutif LPEI, D.James Rompas dalam sambutannya pada  pembukaan pelatihan dan pendampingan ekspor: Coaching Program for New  Exporters di Medan, Jumat (11/06/21), menyampaikan Pogram CPNE ini  merupakan salah satu bentuk pelayanan Jasa Konsultasi LPEI termasuk  pelatihan ekspor bagi para UMKM rintisan ekspor untuk membantu pengusaha  UMKM Indonesia menuju pasar global #LokalYangMendunia.
Selain itu, LPEI membantu membukakan akses pasar melalui global  marketplace dan pameran baik yang dilakukan secara offline maupun  virtual, serta melakukan pengembangan community development melalui  program Desa Devisa.
Dari kegiatan tersebut,  saat ini LPEI telah memiliki lebih dari  2.200 UKM mitra binaan, yang di antaranya terdapat 353 produk UKM telah  berhasil diposting di global marketplace, dan menghasilkan 60 eksportir  baru, serta mengembangkan  2 Desa Devisa.
CPNE merupakan program pelatihan dan pendampingan berdurasi satu  tahun yang diberikan LPEI kepada para pelaku UMKM berorientasi ekspor  yang telah melewati penjaringan dan seleksi. Modul pelatihan yang  diberikan antara lain mengenai tata cara ekspor, penyusunan laporan  keuangan, legalitas dan sertifikasi ekspor serta turut dalam kegiatan  pameran ekspor.</content:encoded></item></channel></rss>
