<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pelindo II Ancam Pecat Pekerja yang Pungli di Pelabuhan Tanjung Priok</title><description>Pelindo II akan memberhentikan pekerja yang terbukti melakukan aksi pungutan liar (pungli) di Pelabuhan Tanjung Priok.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/15/320/2425613/pelindo-ii-ancam-pecat-pekerja-yang-pungli-di-pelabuhan-tanjung-priok</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/06/15/320/2425613/pelindo-ii-ancam-pecat-pekerja-yang-pungli-di-pelabuhan-tanjung-priok"/><item><title>Pelindo II Ancam Pecat Pekerja yang Pungli di Pelabuhan Tanjung Priok</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/15/320/2425613/pelindo-ii-ancam-pecat-pekerja-yang-pungli-di-pelabuhan-tanjung-priok</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/06/15/320/2425613/pelindo-ii-ancam-pecat-pekerja-yang-pungli-di-pelabuhan-tanjung-priok</guid><pubDate>Selasa 15 Juni 2021 17:09 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/15/320/2425613/pelindo-ii-ancam-pecat-pekerja-yang-pungli-di-pelabuhan-tanjung-priok-16VynFKTfs.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pekerja yang melakukan pungli di pelabuhan akan dipecat (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/15/320/2425613/pelindo-ii-ancam-pecat-pekerja-yang-pungli-di-pelabuhan-tanjung-priok-16VynFKTfs.jpg</image><title>Pekerja yang melakukan pungli di pelabuhan akan dipecat (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pelindo II akan memberhentikan pekerja yang terbukti melakukan aksi pungutan liar (pungli) di Pelabuhan Tanjung Priok. Direktur Utama PT Pelindo II (Persero) Arif Suhartono berharap dengan terungkapnya aksi pungli dapat menjadi sebuah langkah awal yang baik dalam hal peningkatan pengawasan keamanan operasional pelabuhan.
Baca Juga: Pungli di Pelabuhan Bikin Biaya Logistik Tinggi
 
&quot;Masih banyak titik-titik yang harus diperbaiki, kami juga menyampaikan bahwa kami selalu berkoordinasi juga dengan Pemprov DKI dan Stakeholder terkait karena ini perlu kerjasama bersama untuk berubah. Jadi, sekali lagi dengan adanya kejadian kemarin kami bersyukur karena ini menjadikan pekerjaan (pengawasan) kami menjadi lebih mudah,&quot; ujar Arif dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa(15/6/2021).
Dia menyatakan seluruh pegawai Pelindo II telah berkomitmen untuk memberikan pelayanan sesuai dengan peraturan dan jika terbukti melakukan pelanggaran akan langsung diberhentikan saat itu juga.
Baca Juga: Pungli Sopir Truk Ibarat Praktik Mafia
 
&quot;Dan atas beberapa orang yang ketahuan (melakukan pungli) kami sampaikan yang bersangkutan adalah outsourcing anak perusahaan kami,&quot; ungkapnya.
Wakapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Kompol Yunita Natallia Rungkat menyampaikan bahwa dari jajaran kepolisian akan terus menindaklanjuti berbagai kejadian yang telah terjadi, terutama terkait aksi pungutan liar.&quot;Sudah kami amankan terkait kasus pungli dan pemerasan yang telah  dilakukan oleh beberapa operator maupun pengawas. Kami akan terus  komitmen dan konsisten dalam menjaga dan menjamin daripada keamanan dan  kelancaran operasional di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok sehingga tidak  lagi terjadi kejadian-kejadian yang tidak diinginkan ke depannya,&quot;  ujarnya.
Terkait dengan kejadian di luar pelabuhan, dimana informasi yang  beredar menyebutkan ada kaca depan truk pecah yang setelah dilakukan  pengecekan hal tersebut disebabkan oleh kesalahpahaman antar supir truk,  bukan karena aksi premanisme.
Yunita menegaskan hal tersebut terjadi di luar wilayah pelabuhan  Tanjung Priok, tepatnya di sekitar pasar bebek, Cilincing Jakarta Utara.
Sebagai informasi, bagi masyarakat yang melihat atau mengetahui ada  pungutan liar atau pelanggaran lainnya di kawasan Pelabuhan Tanjung  Priok dapat langsung melaporkan kejadian tersebut ke nomor pengaduan  08119511665.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pelindo II akan memberhentikan pekerja yang terbukti melakukan aksi pungutan liar (pungli) di Pelabuhan Tanjung Priok. Direktur Utama PT Pelindo II (Persero) Arif Suhartono berharap dengan terungkapnya aksi pungli dapat menjadi sebuah langkah awal yang baik dalam hal peningkatan pengawasan keamanan operasional pelabuhan.
Baca Juga: Pungli di Pelabuhan Bikin Biaya Logistik Tinggi
 
&quot;Masih banyak titik-titik yang harus diperbaiki, kami juga menyampaikan bahwa kami selalu berkoordinasi juga dengan Pemprov DKI dan Stakeholder terkait karena ini perlu kerjasama bersama untuk berubah. Jadi, sekali lagi dengan adanya kejadian kemarin kami bersyukur karena ini menjadikan pekerjaan (pengawasan) kami menjadi lebih mudah,&quot; ujar Arif dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa(15/6/2021).
Dia menyatakan seluruh pegawai Pelindo II telah berkomitmen untuk memberikan pelayanan sesuai dengan peraturan dan jika terbukti melakukan pelanggaran akan langsung diberhentikan saat itu juga.
Baca Juga: Pungli Sopir Truk Ibarat Praktik Mafia
 
&quot;Dan atas beberapa orang yang ketahuan (melakukan pungli) kami sampaikan yang bersangkutan adalah outsourcing anak perusahaan kami,&quot; ungkapnya.
Wakapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Kompol Yunita Natallia Rungkat menyampaikan bahwa dari jajaran kepolisian akan terus menindaklanjuti berbagai kejadian yang telah terjadi, terutama terkait aksi pungutan liar.&quot;Sudah kami amankan terkait kasus pungli dan pemerasan yang telah  dilakukan oleh beberapa operator maupun pengawas. Kami akan terus  komitmen dan konsisten dalam menjaga dan menjamin daripada keamanan dan  kelancaran operasional di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok sehingga tidak  lagi terjadi kejadian-kejadian yang tidak diinginkan ke depannya,&quot;  ujarnya.
Terkait dengan kejadian di luar pelabuhan, dimana informasi yang  beredar menyebutkan ada kaca depan truk pecah yang setelah dilakukan  pengecekan hal tersebut disebabkan oleh kesalahpahaman antar supir truk,  bukan karena aksi premanisme.
Yunita menegaskan hal tersebut terjadi di luar wilayah pelabuhan  Tanjung Priok, tepatnya di sekitar pasar bebek, Cilincing Jakarta Utara.
Sebagai informasi, bagi masyarakat yang melihat atau mengetahui ada  pungutan liar atau pelanggaran lainnya di kawasan Pelabuhan Tanjung  Priok dapat langsung melaporkan kejadian tersebut ke nomor pengaduan  08119511665.</content:encoded></item></channel></rss>
