<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lahan Terbatas, PNS Diminta Terbiasa Tinggal di Rusun</title><description>Direktorat Jenderal telah menyelesaikan pembangunan satu menara Rusun ASN Kementerian PUPR.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/16/470/2426072/lahan-terbatas-pns-diminta-terbiasa-tinggal-di-rusun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/06/16/470/2426072/lahan-terbatas-pns-diminta-terbiasa-tinggal-di-rusun"/><item><title>Lahan Terbatas, PNS Diminta Terbiasa Tinggal di Rusun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/16/470/2426072/lahan-terbatas-pns-diminta-terbiasa-tinggal-di-rusun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/06/16/470/2426072/lahan-terbatas-pns-diminta-terbiasa-tinggal-di-rusun</guid><pubDate>Rabu 16 Juni 2021 13:55 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/16/470/2426072/lahan-terbatas-pns-diminta-terbiasa-tinggal-di-rusun-aBONBoZmEc.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Foto Rumah: Ilustrasi Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/16/470/2426072/lahan-terbatas-pns-diminta-terbiasa-tinggal-di-rusun-aBONBoZmEc.jpeg</image><title>Foto Rumah: Ilustrasi Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Direktorat Jenderal telah menyelesaikan pembangunan satu menara Rusun ASN Kementerian PUPR lengkap dengan mebel dan fasilitas pendukungnya di Ambon senilai Rp26 miliar.
&quot;Kementerian PUPR akan terus membangun rumah susun untuk ASN mengingat semakin terbatasnya lahan untuk hunian,&quot; ujar Direktur Rumah Susun Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Maryoko Hadi dilansir dari Antara, Rabu (16/6/2021).
Maryoko menjelaskan, ke depan diperkirakan akan ada perubahan pola kebiasaan hunian secara perlahan akan mengalami pergeseran.
Baca Juga: 10 Tower Rusun Pekerja KIT Batang Rp416 Miliar Bakal Dibangun
 
Hal tersebut, masih menurut dia, akan membuat orang yang dahulu bertempat tinggal di rumah tapak mau tak mau akan beralih ke rumah susun karena semakin terbatasnya lahan.
&quot;Jadi ASN yang sudah mulai hidup di rumah susun tentu akan lebih terbiasa hidup di hunian vertikal,&quot; ucapnya.
Dia juga mengemukakan bahwa salah satu tugas ASN yang tinggal di Rusun selain mengelola juga wajib menjaga bangunan ini agar tetap bersih dan nyaman untuk ditempati.
Sebagai informasi rumah susun ASN Kementerian PUPR yang telah dibangun ini berjumlah satu menara setinggi tiga lantai dengan jumlah 35 unit tipe 45.
Baca Juga: Menteri Basuki Gelontorkan Rp17,6 Miliar Bangun Rusun Mahasiswa
 
Dengan total anggaran pembangunan Rusun tersebut senilai Rp26 miliar, Rusun ini dilengkapi dengan mebel seperti meja, kursi, tempat tidur serta fasilitas pendukung lainnya seperti taman serta lahan parking pendukung hunian rumah susun.
Kepala Bagian Keuangan dan Barang Milik Negara Ditjen Perumahan Sumadiyono dalam laporannya mengatakan, jumlah penghuni rumah susun ASN PUPR yang telah terseleksi sebanyak 34 orang.Dia memaparkan, para ASN tersebut berasal dari beberapa unit  organisasi diantaranya Direktorat Jenderal Bina Marga sebanyak 14 orang,  Direktorat Sumber Daya Air 13 orang, Direktorat Jenderal Cipta Karya  lima orang dan Direktorat Jenderal Bina Konstruksi dua orang.
Kepala Biro Pengelolaan Barang Milik Negara Setjen Kementerian PUPR  Tri Agustiningsih mengatakan, rumah susun yang sudah terbangun di  beberapa tempat di provinsi-provinsi yang ada Indonesia, dibangun oleh  Direktorat Jenderal Perumahan dan salah satunya adalah rumah susun untuk  ASN.
&amp;ldquo;Ada beberapa hal yang melatarbelakangi sehingga di bangunnya rumah  susun. Salah satunya terkait pengembangan unit organisasi dan unit kerja  di lingkungan Kementerian PUPR semakin tahun semakin bertambah,  sehingga dibutuhkan juga sumber daya manusia yang semakin banyak dan ini  yang terjadi hampir di seluruh provinsi sehubungan dengan dibentuknya  balai-balai yang baru. Sehingga tentunya membutuhkan tempat hunian yang  layak bagi ASN kita di Kementerian PUPR,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Direktorat Jenderal telah menyelesaikan pembangunan satu menara Rusun ASN Kementerian PUPR lengkap dengan mebel dan fasilitas pendukungnya di Ambon senilai Rp26 miliar.
&quot;Kementerian PUPR akan terus membangun rumah susun untuk ASN mengingat semakin terbatasnya lahan untuk hunian,&quot; ujar Direktur Rumah Susun Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Maryoko Hadi dilansir dari Antara, Rabu (16/6/2021).
Maryoko menjelaskan, ke depan diperkirakan akan ada perubahan pola kebiasaan hunian secara perlahan akan mengalami pergeseran.
Baca Juga: 10 Tower Rusun Pekerja KIT Batang Rp416 Miliar Bakal Dibangun
 
Hal tersebut, masih menurut dia, akan membuat orang yang dahulu bertempat tinggal di rumah tapak mau tak mau akan beralih ke rumah susun karena semakin terbatasnya lahan.
&quot;Jadi ASN yang sudah mulai hidup di rumah susun tentu akan lebih terbiasa hidup di hunian vertikal,&quot; ucapnya.
Dia juga mengemukakan bahwa salah satu tugas ASN yang tinggal di Rusun selain mengelola juga wajib menjaga bangunan ini agar tetap bersih dan nyaman untuk ditempati.
Sebagai informasi rumah susun ASN Kementerian PUPR yang telah dibangun ini berjumlah satu menara setinggi tiga lantai dengan jumlah 35 unit tipe 45.
Baca Juga: Menteri Basuki Gelontorkan Rp17,6 Miliar Bangun Rusun Mahasiswa
 
Dengan total anggaran pembangunan Rusun tersebut senilai Rp26 miliar, Rusun ini dilengkapi dengan mebel seperti meja, kursi, tempat tidur serta fasilitas pendukung lainnya seperti taman serta lahan parking pendukung hunian rumah susun.
Kepala Bagian Keuangan dan Barang Milik Negara Ditjen Perumahan Sumadiyono dalam laporannya mengatakan, jumlah penghuni rumah susun ASN PUPR yang telah terseleksi sebanyak 34 orang.Dia memaparkan, para ASN tersebut berasal dari beberapa unit  organisasi diantaranya Direktorat Jenderal Bina Marga sebanyak 14 orang,  Direktorat Sumber Daya Air 13 orang, Direktorat Jenderal Cipta Karya  lima orang dan Direktorat Jenderal Bina Konstruksi dua orang.
Kepala Biro Pengelolaan Barang Milik Negara Setjen Kementerian PUPR  Tri Agustiningsih mengatakan, rumah susun yang sudah terbangun di  beberapa tempat di provinsi-provinsi yang ada Indonesia, dibangun oleh  Direktorat Jenderal Perumahan dan salah satunya adalah rumah susun untuk  ASN.
&amp;ldquo;Ada beberapa hal yang melatarbelakangi sehingga di bangunnya rumah  susun. Salah satunya terkait pengembangan unit organisasi dan unit kerja  di lingkungan Kementerian PUPR semakin tahun semakin bertambah,  sehingga dibutuhkan juga sumber daya manusia yang semakin banyak dan ini  yang terjadi hampir di seluruh provinsi sehubungan dengan dibentuknya  balai-balai yang baru. Sehingga tentunya membutuhkan tempat hunian yang  layak bagi ASN kita di Kementerian PUPR,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
