<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>23 Perusahaan Mau IPO, BUMN Belum Ada Nih Pak Erick</title><description>Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada puluhan perusahaan yang akan melakukan Initial Public Offering (IPO).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/18/278/2427108/23-perusahaan-mau-ipo-bumn-belum-ada-nih-pak-erick</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/06/18/278/2427108/23-perusahaan-mau-ipo-bumn-belum-ada-nih-pak-erick"/><item><title>23 Perusahaan Mau IPO, BUMN Belum Ada Nih Pak Erick</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/18/278/2427108/23-perusahaan-mau-ipo-bumn-belum-ada-nih-pak-erick</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/06/18/278/2427108/23-perusahaan-mau-ipo-bumn-belum-ada-nih-pak-erick</guid><pubDate>Jum'at 18 Juni 2021 10:24 WIB</pubDate><dc:creator>Aditya Pratama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/18/278/2427108/23-perusahaan-mau-ipo-bumn-belum-ada-nih-pak-erick-eSac6Sdygs.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/18/278/2427108/23-perusahaan-mau-ipo-bumn-belum-ada-nih-pak-erick-eSac6Sdygs.jpg</image><title>Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA -  Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada puluhan perusahaan yang akan melakukan Initial Public Offering (IPO) atau penawaran umum perdana saham di Bursa. Terdapat 23 perusahaan yang terdapat dalam pipeline IPO BEI hingga 16 Juni 2021.
Baca Juga: Tokopedia Mau IPO, Hal Ini Bisa Jadi Catatan Investor
 
Direktur Penilaian Bursa Efek Indonesia, I Gede Nyoman Yetna mengatakan, dari jumlah calon emiten tersebut, tiga di antaranya akan melakukan e-IPO dan informasinya sudah dapat diakses website e-IPO, yaitu PT Bundamedik Tbk (BMHS), PT Bank Multiarta Sentosa Tbk (MASB), dan PT Archi Indonesia Tbk (ARCI).
&quot;Selanjutnya, 20 perusahaan lainnya dapat kami sampaikan bahwa belum ada perusahaan BUMN yang melakukan permohonan pendaftaran pencatatan saham,&quot; ujar Nyoman dalam keterangan tertulis, Jumat (18/6/2021).
Baca Juga: CEO Tokopedia Beri Sinyal IPO Tahun Ini
 
Nyoman menjelaskan, sektor industrials menjadi sektor dengan calon emiten terbanyak dengan jumlah empat perusahaan Kemudian, terdapat sektor consumer non cyclicals, technology, energy dan financials terdiri atas tiga perusahaan.Kemudian, consumer cyclicals dan healthcare terdiri atas dua  perusahaan. Lalu, sektor transportasion and logistics, basic materials,  dan properties and real estate terdapat satu perusahaan.
Dari segi skala aset untuk perusahaan dalam pipeline bila merujuk  pada POJK Nomor 53/POJK.04/2017, detailnya adalah sebagai berikut:
3 Perusahaan aset skala kecil. (aset di bawah Rp50 Miliar)
9 Perusahaan aset skala menengah. (aset antara Rp50 Miliar s.d. Rp250 Miliar)
11 Perusahaan aset skala besar. (aset di atas Rp250 Miliar)</description><content:encoded>JAKARTA -  Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada puluhan perusahaan yang akan melakukan Initial Public Offering (IPO) atau penawaran umum perdana saham di Bursa. Terdapat 23 perusahaan yang terdapat dalam pipeline IPO BEI hingga 16 Juni 2021.
Baca Juga: Tokopedia Mau IPO, Hal Ini Bisa Jadi Catatan Investor
 
Direktur Penilaian Bursa Efek Indonesia, I Gede Nyoman Yetna mengatakan, dari jumlah calon emiten tersebut, tiga di antaranya akan melakukan e-IPO dan informasinya sudah dapat diakses website e-IPO, yaitu PT Bundamedik Tbk (BMHS), PT Bank Multiarta Sentosa Tbk (MASB), dan PT Archi Indonesia Tbk (ARCI).
&quot;Selanjutnya, 20 perusahaan lainnya dapat kami sampaikan bahwa belum ada perusahaan BUMN yang melakukan permohonan pendaftaran pencatatan saham,&quot; ujar Nyoman dalam keterangan tertulis, Jumat (18/6/2021).
Baca Juga: CEO Tokopedia Beri Sinyal IPO Tahun Ini
 
Nyoman menjelaskan, sektor industrials menjadi sektor dengan calon emiten terbanyak dengan jumlah empat perusahaan Kemudian, terdapat sektor consumer non cyclicals, technology, energy dan financials terdiri atas tiga perusahaan.Kemudian, consumer cyclicals dan healthcare terdiri atas dua  perusahaan. Lalu, sektor transportasion and logistics, basic materials,  dan properties and real estate terdapat satu perusahaan.
Dari segi skala aset untuk perusahaan dalam pipeline bila merujuk  pada POJK Nomor 53/POJK.04/2017, detailnya adalah sebagai berikut:
3 Perusahaan aset skala kecil. (aset di bawah Rp50 Miliar)
9 Perusahaan aset skala menengah. (aset antara Rp50 Miliar s.d. Rp250 Miliar)
11 Perusahaan aset skala besar. (aset di atas Rp250 Miliar)</content:encoded></item></channel></rss>
