<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>IHSG Diprediksi Masih Lesu, Berada di Kisaran 5.980-6.044</title><description>Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan pelemahan pada perdagangan hari ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/21/278/2428248/ihsg-diprediksi-masih-lesu-berada-di-kisaran-5-980-6-044</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/06/21/278/2428248/ihsg-diprediksi-masih-lesu-berada-di-kisaran-5-980-6-044"/><item><title>IHSG Diprediksi Masih Lesu, Berada di Kisaran 5.980-6.044</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/21/278/2428248/ihsg-diprediksi-masih-lesu-berada-di-kisaran-5-980-6-044</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/06/21/278/2428248/ihsg-diprediksi-masih-lesu-berada-di-kisaran-5-980-6-044</guid><pubDate>Senin 21 Juni 2021 07:39 WIB</pubDate><dc:creator>Aditya Pratama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/21/278/2428248/ihsg-diprediksi-masih-lesu-berada-di-kisaran-5-980-6-044-nP6WbVw9ai.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/21/278/2428248/ihsg-diprediksi-masih-lesu-berada-di-kisaran-5-980-6-044-nP6WbVw9ai.jpeg</image><title>Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan pelemahan pada perdagangan hari ini. Pergerakan indeks hari ini akan berada di kisaran 5.980-6.044.
Analis Reliance Sekuritas, Lanjar Nafi mengatakan, secara teknikal IHSG melemah namun tertahan di level support MA50 dan MA20. Indikator Stochastic bearish momentum dengan RSI yang menukik tajam dalam momentumnya. Indikator MACD terlihat cross over negatif.
Baca Juga: 4 Fakta IHSG Melemah 1,45% Sepekan, Kapitalisasi Merosot
 
&amp;ldquo;Sehingga IHSG berpotensi bergerak tertahan pada level support psikologis dengan support resistance 5.980-6.044,&quot; ujar Lanjar dalam risetnya, Senin (21/6/2021).
Saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal di antaranya; AKRA, BBCA, ICBP, INDF, INTP, JPFA, MAIN, MEDC.
Sebelumnya, IHSG ditutup melemah signifikan 61,33 poin atau 1,01 persen ke level 6.007,12 di mana sejak awal sesi perdagangan Investor asing melakukan aksi jual bersih sebesar Rp192,71 miliar mengiringi langkah the fed untuk pertimbangkan pengurangan pembelian obligasi pada hasil FOMC.
Baca Juga: Pasar Panik, IHSG Anjlok hingga 1% ke 6.007
 
Saham-saham berkapitalisasi besar terhempas dengan BBRI (-3.0%), UNVR (-3.4%), BBNI (-5.9%), MDKA (-6.8%) dan ICBP (-4.6%) alami penurunan. BEI yang akan mengubah metodologi penyesuaian bobot indeks-indeks saham secara bertahap menjadi salah satu faktor pasalnya penggunaan free float akan menjadi salah satu variable.Sementara itu, Bursa Asia menutup pekan dengan bervariasi di mana  penguatan terjadi pada Indeks HangSeng (+0.85%) dan CSI300 (+0.01%)  sedangkan pelemahan terjadi pada indeks Nikkei (-0.19%) dan TOPIX  (-0.87%). Pelemahan bursa Asia mengiringi pelemahan indeks saham  berjangka AS.
Saham Eropa turun terbesar dalam sebulan, dengan kenaikan terpanjang  sejak 1999 yang disebabkan oleh kemiringan hawkish Fed pada pertemuan  kebijakan hari Rabu. Indeks Eurostoxx (-1.80%), FTSE (-1.90%), DAX  (-1.78%) dan CAC40 (-1.46%).
Investor masih akan berspekulasi pada langkah The Fed dalam rencana  pengurangan pembelian aset dan Selanjutnya investor dalam negeri akan  terfokus pada rencana pembobotan baru pada indeks yang akan menyita  perhatian para fund manager.</description><content:encoded>JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan pelemahan pada perdagangan hari ini. Pergerakan indeks hari ini akan berada di kisaran 5.980-6.044.
Analis Reliance Sekuritas, Lanjar Nafi mengatakan, secara teknikal IHSG melemah namun tertahan di level support MA50 dan MA20. Indikator Stochastic bearish momentum dengan RSI yang menukik tajam dalam momentumnya. Indikator MACD terlihat cross over negatif.
Baca Juga: 4 Fakta IHSG Melemah 1,45% Sepekan, Kapitalisasi Merosot
 
&amp;ldquo;Sehingga IHSG berpotensi bergerak tertahan pada level support psikologis dengan support resistance 5.980-6.044,&quot; ujar Lanjar dalam risetnya, Senin (21/6/2021).
Saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal di antaranya; AKRA, BBCA, ICBP, INDF, INTP, JPFA, MAIN, MEDC.
Sebelumnya, IHSG ditutup melemah signifikan 61,33 poin atau 1,01 persen ke level 6.007,12 di mana sejak awal sesi perdagangan Investor asing melakukan aksi jual bersih sebesar Rp192,71 miliar mengiringi langkah the fed untuk pertimbangkan pengurangan pembelian obligasi pada hasil FOMC.
Baca Juga: Pasar Panik, IHSG Anjlok hingga 1% ke 6.007
 
Saham-saham berkapitalisasi besar terhempas dengan BBRI (-3.0%), UNVR (-3.4%), BBNI (-5.9%), MDKA (-6.8%) dan ICBP (-4.6%) alami penurunan. BEI yang akan mengubah metodologi penyesuaian bobot indeks-indeks saham secara bertahap menjadi salah satu faktor pasalnya penggunaan free float akan menjadi salah satu variable.Sementara itu, Bursa Asia menutup pekan dengan bervariasi di mana  penguatan terjadi pada Indeks HangSeng (+0.85%) dan CSI300 (+0.01%)  sedangkan pelemahan terjadi pada indeks Nikkei (-0.19%) dan TOPIX  (-0.87%). Pelemahan bursa Asia mengiringi pelemahan indeks saham  berjangka AS.
Saham Eropa turun terbesar dalam sebulan, dengan kenaikan terpanjang  sejak 1999 yang disebabkan oleh kemiringan hawkish Fed pada pertemuan  kebijakan hari Rabu. Indeks Eurostoxx (-1.80%), FTSE (-1.90%), DAX  (-1.78%) dan CAC40 (-1.46%).
Investor masih akan berspekulasi pada langkah The Fed dalam rencana  pengurangan pembelian aset dan Selanjutnya investor dalam negeri akan  terfokus pada rencana pembobotan baru pada indeks yang akan menyita  perhatian para fund manager.</content:encoded></item></channel></rss>
