<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jual Saham Alfamart, Morgan Stanley Kantongi Rp325 Miliar</title><description>Morgan Stanley &amp;amp; Co International Plc. (MSIP) melakukan divestasi  sebagian kepemilikan sahamnya di emiten pengelola gerai Alfamart.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/21/278/2428518/jual-saham-alfamart-morgan-stanley-kantongi-rp325-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/06/21/278/2428518/jual-saham-alfamart-morgan-stanley-kantongi-rp325-miliar"/><item><title>Jual Saham Alfamart, Morgan Stanley Kantongi Rp325 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/21/278/2428518/jual-saham-alfamart-morgan-stanley-kantongi-rp325-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/06/21/278/2428518/jual-saham-alfamart-morgan-stanley-kantongi-rp325-miliar</guid><pubDate>Senin 21 Juni 2021 15:57 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Harian Neraca</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/21/278/2428518/jual-saham-alfamart-morgan-stanley-kantongi-rp325-miliar-yRt3Kc0KUZ.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/21/278/2428518/jual-saham-alfamart-morgan-stanley-kantongi-rp325-miliar-yRt3Kc0KUZ.jpeg</image><title>Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Morgan Stanley &amp;amp; Co International Plc. (MSIP) melakukan divestasi sebagian kepemilikan sahamnya di emiten pengelola gerai Alfamart, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT). Penjualan saham Alfamart dilakukan dengan alasan mengambil keuntungan dari investasi menjadi alasan bagi Morgan Stanley.
Direktur sekaligus Coporate Secretary Sumber Alfaria Trijaya, Tomin Widian menyampaikan MSIP melakukan penjualan saham AMRT pada 11 Juni 2021 dengan harga jual per saham Rp1.103,35. Jumlah saham yang dijual 294.884.400 atau 294,88 juta saham, sehingga total transaksi mencapai Rp325,31 miliar.
Baca Juga: Miliarder Djoko Susanto Raup Rp499 Miliar, Laba Emiten Pengelola Alfamart Meroket di Kuartal I
 
&quot;Tujuan transaksi ialah divestasi dengan status kepemilikan saham langsung,&quot; paparnya dalam surat kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dilansir dari Harian Neraca, Senin (21/6/2021).
MSIP memegang 3,24 miliar saham AMRT atau setara dengan 7,8119%. Jumlah itu berkurang dari sebelum transaksi sebanyak 3,44 miliar saham atau setara 8,522%. Pada penutupan perdagangan Jumat, saham AMRT naik 0,4% atau 5 poin menjadi Rp1.245. Kapitalisasi pasarnya mencapai Rp51,7 triliun dengan valuasi PER 25,88 kali. Sepanjang 2021, saham AMRT naik 55,63%.
Baca Juga: Emiten Miliarder Djoko Susanto Mau Investasi di Bank Aladin, Ini 4 Faktanya
 
Berdasarkan laporan keuangan tahunan 2020, pengelola gerai waralaba Alfamart ini mencatatkan pendapatan senilai Rp75,82 triliun. Realisasi itu naik 3,95% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari tahun sebelumnya Rp72,94 triliun. Kendati pendapatan meningkat, beban yang meningkat bikin laba AMRT tercatat senilai Rp1,06 triliun pada 2020 atau turun 4,58% dibandingkan 2019 senilai Rp1,11 triliun. Hingga 31 Desember 2020 perseroan memiliki gerai Alfamart sejumlah 15.434 gerai yang tersebar di seluruh Indonesia.Disebutkan, gerai ini akan diberi nama &amp;ldquo;Alfa X&amp;rdquo; yang dilengkapi pojok  kopi &amp;ldquo;Bean Spot. Saat ini, kedua kegiatan usaha tersebut bukan  merupakan salah satu dari bidang usaha AMRT. Adapun, penambahan bidang  usaha ini disebut bakal meningkatkan pendapatan AMRT sebesar 0,5% dan  laba kotor sebesar 1%. Manajemen Sumber Alfaria menerangkan, rencana  penambahan bidang usaha perseroan sejalan dengan perkembangan komposisi  penduduk Indonesia berdasarkan usia sesuai Hasil Sensus Penduduk 2020  Badan Pusat Statistik (BPS).
Perseroan memahami perubahan pola kebutuhan konsumen Indonesia saat  ini terhadap makanan dan minuman cepat saji (nonkemasan) yang mudah  didapatkan dan terjamin kualitasnya. Perseroan, menghadirkan Alfa X yang  memiliki format minimarket modern, dilengkapi fasilitas tambahan,  seperti tempat belajar/bekerja bersama (coworking space) dan penjualan  serta penyajian makanan dan minuman.
Konsep Alfa X ini dikembangkan untuk menyesuaikan dengan  karakteristik generasi muda saat ini. Disebutkan, bisnis restoran dan  kafe yang bakal dijalankan Sumber Alfaria mirip bisnis yang pernah  digarap PT Modern Internasional Tbk lewat gerai 7-Eleven. Modern  Internasional menutup seluruh gerai 7-Eleven pada 30 Juni 2017 dengan  alasan kurangnya sumber daya untuk membiayai operasional gerai.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Morgan Stanley &amp;amp; Co International Plc. (MSIP) melakukan divestasi sebagian kepemilikan sahamnya di emiten pengelola gerai Alfamart, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT). Penjualan saham Alfamart dilakukan dengan alasan mengambil keuntungan dari investasi menjadi alasan bagi Morgan Stanley.
Direktur sekaligus Coporate Secretary Sumber Alfaria Trijaya, Tomin Widian menyampaikan MSIP melakukan penjualan saham AMRT pada 11 Juni 2021 dengan harga jual per saham Rp1.103,35. Jumlah saham yang dijual 294.884.400 atau 294,88 juta saham, sehingga total transaksi mencapai Rp325,31 miliar.
Baca Juga: Miliarder Djoko Susanto Raup Rp499 Miliar, Laba Emiten Pengelola Alfamart Meroket di Kuartal I
 
&quot;Tujuan transaksi ialah divestasi dengan status kepemilikan saham langsung,&quot; paparnya dalam surat kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dilansir dari Harian Neraca, Senin (21/6/2021).
MSIP memegang 3,24 miliar saham AMRT atau setara dengan 7,8119%. Jumlah itu berkurang dari sebelum transaksi sebanyak 3,44 miliar saham atau setara 8,522%. Pada penutupan perdagangan Jumat, saham AMRT naik 0,4% atau 5 poin menjadi Rp1.245. Kapitalisasi pasarnya mencapai Rp51,7 triliun dengan valuasi PER 25,88 kali. Sepanjang 2021, saham AMRT naik 55,63%.
Baca Juga: Emiten Miliarder Djoko Susanto Mau Investasi di Bank Aladin, Ini 4 Faktanya
 
Berdasarkan laporan keuangan tahunan 2020, pengelola gerai waralaba Alfamart ini mencatatkan pendapatan senilai Rp75,82 triliun. Realisasi itu naik 3,95% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari tahun sebelumnya Rp72,94 triliun. Kendati pendapatan meningkat, beban yang meningkat bikin laba AMRT tercatat senilai Rp1,06 triliun pada 2020 atau turun 4,58% dibandingkan 2019 senilai Rp1,11 triliun. Hingga 31 Desember 2020 perseroan memiliki gerai Alfamart sejumlah 15.434 gerai yang tersebar di seluruh Indonesia.Disebutkan, gerai ini akan diberi nama &amp;ldquo;Alfa X&amp;rdquo; yang dilengkapi pojok  kopi &amp;ldquo;Bean Spot. Saat ini, kedua kegiatan usaha tersebut bukan  merupakan salah satu dari bidang usaha AMRT. Adapun, penambahan bidang  usaha ini disebut bakal meningkatkan pendapatan AMRT sebesar 0,5% dan  laba kotor sebesar 1%. Manajemen Sumber Alfaria menerangkan, rencana  penambahan bidang usaha perseroan sejalan dengan perkembangan komposisi  penduduk Indonesia berdasarkan usia sesuai Hasil Sensus Penduduk 2020  Badan Pusat Statistik (BPS).
Perseroan memahami perubahan pola kebutuhan konsumen Indonesia saat  ini terhadap makanan dan minuman cepat saji (nonkemasan) yang mudah  didapatkan dan terjamin kualitasnya. Perseroan, menghadirkan Alfa X yang  memiliki format minimarket modern, dilengkapi fasilitas tambahan,  seperti tempat belajar/bekerja bersama (coworking space) dan penjualan  serta penyajian makanan dan minuman.
Konsep Alfa X ini dikembangkan untuk menyesuaikan dengan  karakteristik generasi muda saat ini. Disebutkan, bisnis restoran dan  kafe yang bakal dijalankan Sumber Alfaria mirip bisnis yang pernah  digarap PT Modern Internasional Tbk lewat gerai 7-Eleven. Modern  Internasional menutup seluruh gerai 7-Eleven pada 30 Juni 2017 dengan  alasan kurangnya sumber daya untuk membiayai operasional gerai.</content:encoded></item></channel></rss>
