<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ada Masalah Keberlangsungan Bisnis, Kondisi Garuda Indonesia Sudah Sangat Buruk</title><description>PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham  (suspensi) PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk di seluruh pasar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/21/278/2428526/ada-masalah-keberlangsungan-bisnis-kondisi-garuda-indonesia-sudah-sangat-buruk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/06/21/278/2428526/ada-masalah-keberlangsungan-bisnis-kondisi-garuda-indonesia-sudah-sangat-buruk"/><item><title>Ada Masalah Keberlangsungan Bisnis, Kondisi Garuda Indonesia Sudah Sangat Buruk</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/21/278/2428526/ada-masalah-keberlangsungan-bisnis-kondisi-garuda-indonesia-sudah-sangat-buruk</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/06/21/278/2428526/ada-masalah-keberlangsungan-bisnis-kondisi-garuda-indonesia-sudah-sangat-buruk</guid><pubDate>Senin 21 Juni 2021 16:00 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Harian Neraca</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/21/278/2428526/ada-masalah-keberlangsungan-bisnis-kondisi-garuda-indonesia-sudah-sangat-buruk-Ev00qUgxhR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Garuda Indonesia (Foto: Okezone/Garuda Indonesia)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/21/278/2428526/ada-masalah-keberlangsungan-bisnis-kondisi-garuda-indonesia-sudah-sangat-buruk-Ev00qUgxhR.jpg</image><title>Garuda Indonesia (Foto: Okezone/Garuda Indonesia)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham (suspensi) PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk di seluruh pasar, terhitung sejak sesi satu perdagangan efek 18 Juni 2021. Suspensi dilakukan akibat penundaan pembayaran surat utang.
BEI dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin menjelaskan, penghentian sementara perdagangan efek PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk di seluruh pasar terhitung sejak sesi satu perdagangan efek tanggal 18 Juni 2021, hingga pengumuman bursa lebih lanjut karena dinilai adanya indikasi permasalahan pada kelangsungan usaha perseroan.
Baca Juga: Harley Davidson dan Brompton Selundupan Eks Dirut Garuda Dilelang
 
Emiten maskapai penerbangan ini telah menunda pembayaran jumlah pembagian berkala sukuk yang telah jatuh tempo pada 3 Juni 2021 lalu dan telah diperpanjang pembayarannya dengan menggunakan hak grace period selama 14 hari, sehingga jatuh tempo pada 17 Juni 2021.
Keputusan bursa tersebut berdasarkan pada, pertama, surat PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Nomor GARUDA/JKTDF/20625/2021 tanggal 17 Juni 2021 perihal Laporan Informasi atau Fakta Material Penundaan pembayaran Jumlah Pembagian Berkala (Kupon Sukuk) atas USD500 juta Trust Certificate Garuda Indonesia Global Sukuk Limited (Sukuk).
Baca Juga: Tunda Pembayaran Kupon Sukuk, Saham Garuda Indonesia Disuspensi
 
Selain itu, surat perseroan No.GARUDA/JKTDF/20593/2021 pada 3 Juni 2021 perihal Laporan Informasi atau Fakta Material Pengumuman Penundaan Pembayaran Garuda Indonesia Global Sukuk Limited Trust Certificate. Saham GIAA terakhir diperdagangkan pada harga Rp222 per saham. Sejak awal tahun hingga kini atau year to date saham GIAA telah anjlok 44,78%.Perseroan tahun ini tengah fokus melakukan efisiensi, termasuk di  dalamnya menawarkan pensiun dini bagi karyawannya. Hal ini pun menuai  pro dan kontrak. Menurut ekonom Senior, Piter Abdullah keputusan  tersebut layak untuk dilakukan sebagai langkah efisiensi perseroan. Dia  menuturkan, Garuda Indonesia kian memburuk dan sulit untuk bertahan.
&quot;Kondisi Garuda sudah sangat buruk. Cash flows tidak mencukupi. Lebih  besar pengeluaran daripada pemasukan. Satu-satunya jalan adalah  melakukan efisiensi, mengurangi pengeluaran,&amp;rdquo;ujarnya dilansir dari  Harian Neraca, Senin (21/6/2021).
Piter menambahkan, salah satu yang paling cepat bisa dilakukan adalah  mengurangi pegawai. Termasuk dalam opsi ini mengurangi anggota direksi  dan komisaris. Disampaikannya, dengan langkah rasionalisasi jumlah SDM  ini akan membantu cash flows Garuda.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham (suspensi) PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk di seluruh pasar, terhitung sejak sesi satu perdagangan efek 18 Juni 2021. Suspensi dilakukan akibat penundaan pembayaran surat utang.
BEI dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin menjelaskan, penghentian sementara perdagangan efek PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk di seluruh pasar terhitung sejak sesi satu perdagangan efek tanggal 18 Juni 2021, hingga pengumuman bursa lebih lanjut karena dinilai adanya indikasi permasalahan pada kelangsungan usaha perseroan.
Baca Juga: Harley Davidson dan Brompton Selundupan Eks Dirut Garuda Dilelang
 
Emiten maskapai penerbangan ini telah menunda pembayaran jumlah pembagian berkala sukuk yang telah jatuh tempo pada 3 Juni 2021 lalu dan telah diperpanjang pembayarannya dengan menggunakan hak grace period selama 14 hari, sehingga jatuh tempo pada 17 Juni 2021.
Keputusan bursa tersebut berdasarkan pada, pertama, surat PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Nomor GARUDA/JKTDF/20625/2021 tanggal 17 Juni 2021 perihal Laporan Informasi atau Fakta Material Penundaan pembayaran Jumlah Pembagian Berkala (Kupon Sukuk) atas USD500 juta Trust Certificate Garuda Indonesia Global Sukuk Limited (Sukuk).
Baca Juga: Tunda Pembayaran Kupon Sukuk, Saham Garuda Indonesia Disuspensi
 
Selain itu, surat perseroan No.GARUDA/JKTDF/20593/2021 pada 3 Juni 2021 perihal Laporan Informasi atau Fakta Material Pengumuman Penundaan Pembayaran Garuda Indonesia Global Sukuk Limited Trust Certificate. Saham GIAA terakhir diperdagangkan pada harga Rp222 per saham. Sejak awal tahun hingga kini atau year to date saham GIAA telah anjlok 44,78%.Perseroan tahun ini tengah fokus melakukan efisiensi, termasuk di  dalamnya menawarkan pensiun dini bagi karyawannya. Hal ini pun menuai  pro dan kontrak. Menurut ekonom Senior, Piter Abdullah keputusan  tersebut layak untuk dilakukan sebagai langkah efisiensi perseroan. Dia  menuturkan, Garuda Indonesia kian memburuk dan sulit untuk bertahan.
&quot;Kondisi Garuda sudah sangat buruk. Cash flows tidak mencukupi. Lebih  besar pengeluaran daripada pemasukan. Satu-satunya jalan adalah  melakukan efisiensi, mengurangi pengeluaran,&amp;rdquo;ujarnya dilansir dari  Harian Neraca, Senin (21/6/2021).
Piter menambahkan, salah satu yang paling cepat bisa dilakukan adalah  mengurangi pegawai. Termasuk dalam opsi ini mengurangi anggota direksi  dan komisaris. Disampaikannya, dengan langkah rasionalisasi jumlah SDM  ini akan membantu cash flows Garuda.</content:encoded></item></channel></rss>
