<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mendag: ICA-CEPA Jadi Peluang Dagang dan Investasi RI-Kanada</title><description>RI-Kanada resmi meluncurkan rencana dimulainya perundingan Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/21/320/2428307/mendag-ica-cepa-jadi-peluang-dagang-dan-investasi-ri-kanada</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/06/21/320/2428307/mendag-ica-cepa-jadi-peluang-dagang-dan-investasi-ri-kanada"/><item><title>Mendag: ICA-CEPA Jadi Peluang Dagang dan Investasi RI-Kanada</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/21/320/2428307/mendag-ica-cepa-jadi-peluang-dagang-dan-investasi-ri-kanada</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/06/21/320/2428307/mendag-ica-cepa-jadi-peluang-dagang-dan-investasi-ri-kanada</guid><pubDate>Senin 21 Juni 2021 10:37 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/21/320/2428307/mendag-ica-cepa-jadi-peluang-dagang-dan-investasi-ri-kanada-DwlJlJ95GL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi (Foto: Dokumentasi Kemendag)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/21/320/2428307/mendag-ica-cepa-jadi-peluang-dagang-dan-investasi-ri-kanada-DwlJlJ95GL.jpg</image><title>Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi (Foto: Dokumentasi Kemendag)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi bersama Menteri Usaha Kecil, Promosi Ekspor, dan Perdagangan Internasional Kanada Mary Ng meluncurkan rencana dimulainya perundingan Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA).
&amp;ldquo;Pembentukan perundingan ini dilakukan kedua negara dengan kesadaran dan harapan pembentukan ICA-CEPA dapat memberikan berbagai manfaat peluang perdagangan dan investasi bagi pelaku usaha dari kedua negara secara menyeluruh,&amp;rdquo; kata Mendag dilansir dari Antara, Senin (21/6/2021).
Baca Juga:Mendag Temui Wamen Chile Bahas Perdagangan Jasa
 
Mendag mengungkapkan, peluncuran ICA-CEPA merupakan tonggak sejarah dalam hubungan Indonesia-Kanada yang telah berlangsung 69 tahun.Kesepakatan ini diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi, perdagangan dan investasi, termasuk menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat kedua negara.
Selain itu, lanjut Mendag, upaya ini dilakukan sebagai salah satu strategi penguatan hubungan kerja sama luar negeri Indonesia dan Kanada selaku mitra sejajar yang penting dan strategis.Terutama, di tengah perubahan geopolitik dunia yang bergerak dengan sangat dinamis.
Baca Juga: Indonesia-Inggris Tingkatkan Kerjasama Perdagangan Bilateral
 
&amp;ldquo;Langkah ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Joko Widodo agar Indonesia secara aktif membentuk perundingan perdagangan internasional dengan mitra dagang potensial guna membuka peluang pasar baru, terutama untuk menciptakan peluang ekspor di tengah pandemi,&amp;rdquo; kata Lutfi.
Perjanjian tersebut merupakan upaya strategis untuk membuka peluang penetrasi produk Indonesia semakin besar di Amerika Utara, mengingat Indonesia saat ini baru memiliki satu perjanjian dagang di benua Amerika, yaitu dengan Chile di Amerika Selatan.Sementara itu, Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan  Internasional Djatmiko Bris Witjaksono mengungkapkan, kedua menteri  memberikan instruksi agar kedua tim negosiasi segera menyiapkan hal-hal  teknis sebelum memulai perundingan. Putaran pertamadirencanakan  dilakukan sebelum akhir 2021.
&amp;ldquo;Kami telah memulai serangkaian langkah koordinasi awal dengan  segenap kementerian dan lembaga untuk mempersiapkan perundingan ini  berdasarkan tiga prinsip utama yaitu akses pasar, aturan fasilitasi, dan  kerja sama,&amp;rdquo; ujar Djatmiko.
Sepanjang kuartal pertama 2021, kedua negara telah melakukan  serangkaian diskusi intensif secara daring untuk membahas berbagai  cakupan isu potensial yang akan dimasukkan dalam perjanjian.
Isu yang akan dibahas meliputi akses pasar untuk perdagangan barang,  perdagangan jasa, investasi, kerjasama ekonomi, termasuk berbagai area  terkait perdagangan lainnya yang akan dibahas lebih lanjut oleh kedua  pihak dalam perundingan.
&amp;ldquo;Pemerintah berharap dengan ICA-CEPA, Indonesia dapat semakin  bersaing dengan negara- negara tetangga di kawasan Asia Tenggara yang  telah terlebih dahulu memiliki perjanjian dagang dengan Kanada ataupun  yang telah bergabung dalam perjanjian dagang kemitraan Trans-Pasifik (CP  TPP),&amp;rdquo;tutup Djatmiko.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik yang diolah Kementerian  Perdagangan, Kanada menempati peringkat ke-32 sebagai negara tujuan  ekspor Indonesia dan peringkat ke-16 sebagai negara sumber impor  Indonesia dengan total perdagangan sebesar USD2,4 miliar pada 2020.
Pada periode tersebut total ekspor Indonesia ke Kanada tercatat  sebesar USD789,1 juta sedangkan impor dari Kanada tercatat sebesar  USD1,6 miliar.
Investasi Kanada di Indonesia dalam lima tahun terakhir tercatat  sebesar USD718 juta yang terdiri atas sektor pertambangan, hotel, dan  restauran, serta logistik.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi bersama Menteri Usaha Kecil, Promosi Ekspor, dan Perdagangan Internasional Kanada Mary Ng meluncurkan rencana dimulainya perundingan Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA).
&amp;ldquo;Pembentukan perundingan ini dilakukan kedua negara dengan kesadaran dan harapan pembentukan ICA-CEPA dapat memberikan berbagai manfaat peluang perdagangan dan investasi bagi pelaku usaha dari kedua negara secara menyeluruh,&amp;rdquo; kata Mendag dilansir dari Antara, Senin (21/6/2021).
Baca Juga:Mendag Temui Wamen Chile Bahas Perdagangan Jasa
 
Mendag mengungkapkan, peluncuran ICA-CEPA merupakan tonggak sejarah dalam hubungan Indonesia-Kanada yang telah berlangsung 69 tahun.Kesepakatan ini diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi, perdagangan dan investasi, termasuk menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat kedua negara.
Selain itu, lanjut Mendag, upaya ini dilakukan sebagai salah satu strategi penguatan hubungan kerja sama luar negeri Indonesia dan Kanada selaku mitra sejajar yang penting dan strategis.Terutama, di tengah perubahan geopolitik dunia yang bergerak dengan sangat dinamis.
Baca Juga: Indonesia-Inggris Tingkatkan Kerjasama Perdagangan Bilateral
 
&amp;ldquo;Langkah ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Joko Widodo agar Indonesia secara aktif membentuk perundingan perdagangan internasional dengan mitra dagang potensial guna membuka peluang pasar baru, terutama untuk menciptakan peluang ekspor di tengah pandemi,&amp;rdquo; kata Lutfi.
Perjanjian tersebut merupakan upaya strategis untuk membuka peluang penetrasi produk Indonesia semakin besar di Amerika Utara, mengingat Indonesia saat ini baru memiliki satu perjanjian dagang di benua Amerika, yaitu dengan Chile di Amerika Selatan.Sementara itu, Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan  Internasional Djatmiko Bris Witjaksono mengungkapkan, kedua menteri  memberikan instruksi agar kedua tim negosiasi segera menyiapkan hal-hal  teknis sebelum memulai perundingan. Putaran pertamadirencanakan  dilakukan sebelum akhir 2021.
&amp;ldquo;Kami telah memulai serangkaian langkah koordinasi awal dengan  segenap kementerian dan lembaga untuk mempersiapkan perundingan ini  berdasarkan tiga prinsip utama yaitu akses pasar, aturan fasilitasi, dan  kerja sama,&amp;rdquo; ujar Djatmiko.
Sepanjang kuartal pertama 2021, kedua negara telah melakukan  serangkaian diskusi intensif secara daring untuk membahas berbagai  cakupan isu potensial yang akan dimasukkan dalam perjanjian.
Isu yang akan dibahas meliputi akses pasar untuk perdagangan barang,  perdagangan jasa, investasi, kerjasama ekonomi, termasuk berbagai area  terkait perdagangan lainnya yang akan dibahas lebih lanjut oleh kedua  pihak dalam perundingan.
&amp;ldquo;Pemerintah berharap dengan ICA-CEPA, Indonesia dapat semakin  bersaing dengan negara- negara tetangga di kawasan Asia Tenggara yang  telah terlebih dahulu memiliki perjanjian dagang dengan Kanada ataupun  yang telah bergabung dalam perjanjian dagang kemitraan Trans-Pasifik (CP  TPP),&amp;rdquo;tutup Djatmiko.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik yang diolah Kementerian  Perdagangan, Kanada menempati peringkat ke-32 sebagai negara tujuan  ekspor Indonesia dan peringkat ke-16 sebagai negara sumber impor  Indonesia dengan total perdagangan sebesar USD2,4 miliar pada 2020.
Pada periode tersebut total ekspor Indonesia ke Kanada tercatat  sebesar USD789,1 juta sedangkan impor dari Kanada tercatat sebesar  USD1,6 miliar.
Investasi Kanada di Indonesia dalam lima tahun terakhir tercatat  sebesar USD718 juta yang terdiri atas sektor pertambangan, hotel, dan  restauran, serta logistik.</content:encoded></item></channel></rss>
