<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Capai Rp945,7 Triliun, Sri Mulyani: Belanja Negara Kita Tumbuh Meyakinkan</title><description>Belanja negara digunakan sebesar Rp945,7 triliun pada akhir Mei 2021</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/21/320/2428634/capai-rp945-7-triliun-sri-mulyani-belanja-negara-kita-tumbuh-meyakinkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/06/21/320/2428634/capai-rp945-7-triliun-sri-mulyani-belanja-negara-kita-tumbuh-meyakinkan"/><item><title>Capai Rp945,7 Triliun, Sri Mulyani: Belanja Negara Kita Tumbuh Meyakinkan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/21/320/2428634/capai-rp945-7-triliun-sri-mulyani-belanja-negara-kita-tumbuh-meyakinkan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/06/21/320/2428634/capai-rp945-7-triliun-sri-mulyani-belanja-negara-kita-tumbuh-meyakinkan</guid><pubDate>Senin 21 Juni 2021 19:00 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/21/320/2428634/capai-rp945-7-triliun-sri-mulyani-belanja-negara-kita-tumbuh-meyakinkan-aH7LPmlBFY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani soal Belanja Negara. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/21/320/2428634/capai-rp945-7-triliun-sri-mulyani-belanja-negara-kita-tumbuh-meyakinkan-aH7LPmlBFY.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani soal Belanja Negara. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Belanja negara digunakan sebesar Rp945,7 triliun pada akhir Mei 2021. Tumbuh 12,1% (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp843,9 triliun.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, realisasi Rp945,7 triliun merupakan 34,3% dari target APBN yaitu Rp2.750 triliun.
&amp;ldquo;Sampai Mei belanja negara kita tumbuh meyakinkan 12,1%,&amp;rdquo; katanya dalam Konferensi Pers APBN KiTA, dikutip dari Antara, di Jakarta, Senin (21/6/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;KSP: APBN Kerja Keras Pulihkan Ekonomi
Realisasi belanja negara meliputi belanja pemerintah pusat yang mencapai Rp647,6 triliun atau 33,14% dari target Rp1.954,5 triliun dan jumlah ini meningkat 20,53% dibanding Mei 2020 yang hanya Rp537,3 triliun.
Kemudian juga berasal dari transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) mencapai Rp298 triliun atau 37,47% dari target Rp795,5 triliun dan realisasi ini terkontraksi 2,8% dibanding periode sama tahun lalu yang mencapai Rp306,6 triliun.
Baca Juga:&amp;nbsp;Jokowi: Sudah Tahu Salah, Diulang-ulang Terus Tiap Tahun
Belanja pemerintah pusat sendiri meliputi belanja kementerian/lembaga (K/L) mencapai Rp359,8 triliun atau 34,9% dari target Rp1.032 triliun dan realisasinya meningkat 33,07% dibanding periode sama tahun lalu Rp270,4 triliun.
Kemudian juga belanja non-K/L mencapai Rp287,9 triliun atau 31,2% dari target Rp922,6 triliun dan realisasinya meningkat 7,82% dibanding Mei 2020 yang hanya sebesar Rp267 triliun.
Untuk realisasi belanja barang K/L tumbuh 91,4% yakni dari Rp69,2 triliun pada Mei 2020 menjadi Rp132,4 triliun dipengaruhi oleh akselerasi program PEN.
&amp;ldquo;Memang kita lihat mayoritas adalah untuk masyarakat, vaksin dan kemudian bantuan untuk pelaku usaha mikro,&amp;rdquo; ujarnya.
Untuk realisasi belanja modal tumbuh signifikan mencapai 120,3% yakni dari Rp26,9 triliun pada Mei 2020 menjadi Rp59,3 triliun dipengaruhi oleh pembayaran dan percepatan proyek infrastruktur dasar lanjutan 2020 dan pengadaan peralatan.Untuk realisasi belanja subsidi dan belanja lain-lain mengalami peningkatan utamanya terhadap penyaluran berbagai jenis subsidi dan program Kartu Prakerja.
Secara rinci, realisasi subsidi meningkat 15,7% yakni dari Rp48,9 triliun menjadi Rp56,6 triliun dan untuk belanja lain-lain meningkat 218% dari Rp3,4 triliun menjadi Rp10,8 triliun.
Sementara itu, realisasi TKDD Rp298 triliun meliputi transfer ke daerah yang mencapai Rp275,7 triliun atau 38,1%% dari target Rp723,5 triliun dan terkontraksi 0,7% dibanding Mei 2020 Rp277,7 triliun.
Sedangkan dana desa mencapai Rp22,3 triliun atau 31% dari target Rp72 triliun dan jumlah ini terkontraksi hingga 22,6% dibanding realisasi tahun lalu dalam periode yang sama yakni mencapai Rp28,9 triliun.</description><content:encoded>JAKARTA - Belanja negara digunakan sebesar Rp945,7 triliun pada akhir Mei 2021. Tumbuh 12,1% (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp843,9 triliun.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, realisasi Rp945,7 triliun merupakan 34,3% dari target APBN yaitu Rp2.750 triliun.
&amp;ldquo;Sampai Mei belanja negara kita tumbuh meyakinkan 12,1%,&amp;rdquo; katanya dalam Konferensi Pers APBN KiTA, dikutip dari Antara, di Jakarta, Senin (21/6/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;KSP: APBN Kerja Keras Pulihkan Ekonomi
Realisasi belanja negara meliputi belanja pemerintah pusat yang mencapai Rp647,6 triliun atau 33,14% dari target Rp1.954,5 triliun dan jumlah ini meningkat 20,53% dibanding Mei 2020 yang hanya Rp537,3 triliun.
Kemudian juga berasal dari transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) mencapai Rp298 triliun atau 37,47% dari target Rp795,5 triliun dan realisasi ini terkontraksi 2,8% dibanding periode sama tahun lalu yang mencapai Rp306,6 triliun.
Baca Juga:&amp;nbsp;Jokowi: Sudah Tahu Salah, Diulang-ulang Terus Tiap Tahun
Belanja pemerintah pusat sendiri meliputi belanja kementerian/lembaga (K/L) mencapai Rp359,8 triliun atau 34,9% dari target Rp1.032 triliun dan realisasinya meningkat 33,07% dibanding periode sama tahun lalu Rp270,4 triliun.
Kemudian juga belanja non-K/L mencapai Rp287,9 triliun atau 31,2% dari target Rp922,6 triliun dan realisasinya meningkat 7,82% dibanding Mei 2020 yang hanya sebesar Rp267 triliun.
Untuk realisasi belanja barang K/L tumbuh 91,4% yakni dari Rp69,2 triliun pada Mei 2020 menjadi Rp132,4 triliun dipengaruhi oleh akselerasi program PEN.
&amp;ldquo;Memang kita lihat mayoritas adalah untuk masyarakat, vaksin dan kemudian bantuan untuk pelaku usaha mikro,&amp;rdquo; ujarnya.
Untuk realisasi belanja modal tumbuh signifikan mencapai 120,3% yakni dari Rp26,9 triliun pada Mei 2020 menjadi Rp59,3 triliun dipengaruhi oleh pembayaran dan percepatan proyek infrastruktur dasar lanjutan 2020 dan pengadaan peralatan.Untuk realisasi belanja subsidi dan belanja lain-lain mengalami peningkatan utamanya terhadap penyaluran berbagai jenis subsidi dan program Kartu Prakerja.
Secara rinci, realisasi subsidi meningkat 15,7% yakni dari Rp48,9 triliun menjadi Rp56,6 triliun dan untuk belanja lain-lain meningkat 218% dari Rp3,4 triliun menjadi Rp10,8 triliun.
Sementara itu, realisasi TKDD Rp298 triliun meliputi transfer ke daerah yang mencapai Rp275,7 triliun atau 38,1%% dari target Rp723,5 triliun dan terkontraksi 0,7% dibanding Mei 2020 Rp277,7 triliun.
Sedangkan dana desa mencapai Rp22,3 triliun atau 31% dari target Rp72 triliun dan jumlah ini terkontraksi hingga 22,6% dibanding realisasi tahun lalu dalam periode yang sama yakni mencapai Rp28,9 triliun.</content:encoded></item></channel></rss>
