<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lonjakan Kasus Covid-19 Bikin Saham Farmasi Cuan</title><description>Harga sejumlah saham di sektor kesehatan dan farmasi mengalami kenaikan seiring dengan melonjaknya kasus Covid-19 di Indonesia</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/22/278/2429147/lonjakan-kasus-covid-19-bikin-saham-farmasi-cuan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/06/22/278/2429147/lonjakan-kasus-covid-19-bikin-saham-farmasi-cuan"/><item><title>Lonjakan Kasus Covid-19 Bikin Saham Farmasi Cuan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/22/278/2429147/lonjakan-kasus-covid-19-bikin-saham-farmasi-cuan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/06/22/278/2429147/lonjakan-kasus-covid-19-bikin-saham-farmasi-cuan</guid><pubDate>Selasa 22 Juni 2021 16:05 WIB</pubDate><dc:creator>Aditya Pratama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/22/278/2429147/lonjakan-kasus-covid-19-bikin-saham-farmasi-cuan-cO72EZyZtJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Saham Farmasi Naik di tengah Covid-19 (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/22/278/2429147/lonjakan-kasus-covid-19-bikin-saham-farmasi-cuan-cO72EZyZtJ.jpg</image><title>Saham Farmasi Naik di tengah Covid-19 (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Harga sejumlah saham di sektor kesehatan dan farmasi mengalami kenaikan seiring dengan melonjaknya kasus Covid-19 di Indonesia.
Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada menilai, kenaikan saham-saham di sektor farmasi dan kesehatan merupakan persepsi dari pelaku pasar akan meningkatnya kebutuhan fasilitas kesehatan di tengah kenaikan angka positif Covid-19.
Baca Juga:&amp;nbsp; IHSG Kebal Corona, Ditutup Menguat 1,5% ke 6.087
 
&quot;Saham-saham farmasi mengalami kenaikan seiring persepsi pelaku pasar akan kembali meningkatnya kebutuhan akan fasilitas kesehatan mengingat kembali maraknya penyebaran covid,&quot; ujar Reza kepada MNC Portal Indonesia, Selasa (22/6/2021).
Mengenai prospek jangka panjang saham-saham di sektor tersebut, Reza menyebut hal tersebut tidak bisa diketahui dari sekarang karena harus melihat sentimen yang ada ke depannya.
Baca Juga: Kasus Covid-19 Mengganas, Bagaimana Nasib IHSG? 
 
'Kemarin-kemarin aja kan terlihat begitu sudah ada vaksin, angka covid turun saham saham farmasi ikut turun juga meski secara riil kebutuhan fasilitas kesehatan masih diperlukan,&quot; ucapnya.
Adapun beberapa saham sektor kesehatan dan farmasi yang mengalami peningkatan pada penutupan perdagangan hari ini, mulai dari Indofarma (INAF), Kimia Farma (KAEF), Itama Ranoraya (IRRA), Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul (SIDO), Medikaloka Hermina (HEAL), Prodia Widyahusada (PRDA), dan Sarana Meditama Metropolitan (SAME).Saham PT Indofarma Tbk (INAF) pada penutupan hari ini mengalami  kenaikan sebesar Rp190 atau 7,36% ke Rp2.770 per lembar saham. Kemudian,  saham PT Kimia Farma Tbk (KAEF) pada penutupan hari ini mengalami  kenaikan sebesar Rp130 atau 4,47% ke Rp3.040 per lembar saham. Lalu,  saham PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) pada penutupan hari ini mengalami  kenaikan sebesar Rp5 atau 0,28% ke Rp1.760 per lembar saham.
Selanjutnya, saham PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk  (SIDO) pada penutupan hari ini mengalami kenaikan sebesar Rp5 atau 0,68%  ke Rp735 per lembar saham. Kemudian, saham PT Medikaloka Hermina Tbk  (HEAL) pada penutupan hari ini mengalami kenaikan sebesar Rp150 atau  3,19% ke Rp4.850 per lembar saham.
Kemudian, saham PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) pada penutupan hari  ini mengalami kenaikan sebesar Rp260 atau 6,06% ke Rp4.550 per lembar  saham, dan terakhir, saham PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME)  pada penutupan hari ini mengalami kenaikan sebesar Rp15 atau 2,52% ke  Rp610 per lembar saham.</description><content:encoded>JAKARTA - Harga sejumlah saham di sektor kesehatan dan farmasi mengalami kenaikan seiring dengan melonjaknya kasus Covid-19 di Indonesia.
Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada menilai, kenaikan saham-saham di sektor farmasi dan kesehatan merupakan persepsi dari pelaku pasar akan meningkatnya kebutuhan fasilitas kesehatan di tengah kenaikan angka positif Covid-19.
Baca Juga:&amp;nbsp; IHSG Kebal Corona, Ditutup Menguat 1,5% ke 6.087
 
&quot;Saham-saham farmasi mengalami kenaikan seiring persepsi pelaku pasar akan kembali meningkatnya kebutuhan akan fasilitas kesehatan mengingat kembali maraknya penyebaran covid,&quot; ujar Reza kepada MNC Portal Indonesia, Selasa (22/6/2021).
Mengenai prospek jangka panjang saham-saham di sektor tersebut, Reza menyebut hal tersebut tidak bisa diketahui dari sekarang karena harus melihat sentimen yang ada ke depannya.
Baca Juga: Kasus Covid-19 Mengganas, Bagaimana Nasib IHSG? 
 
'Kemarin-kemarin aja kan terlihat begitu sudah ada vaksin, angka covid turun saham saham farmasi ikut turun juga meski secara riil kebutuhan fasilitas kesehatan masih diperlukan,&quot; ucapnya.
Adapun beberapa saham sektor kesehatan dan farmasi yang mengalami peningkatan pada penutupan perdagangan hari ini, mulai dari Indofarma (INAF), Kimia Farma (KAEF), Itama Ranoraya (IRRA), Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul (SIDO), Medikaloka Hermina (HEAL), Prodia Widyahusada (PRDA), dan Sarana Meditama Metropolitan (SAME).Saham PT Indofarma Tbk (INAF) pada penutupan hari ini mengalami  kenaikan sebesar Rp190 atau 7,36% ke Rp2.770 per lembar saham. Kemudian,  saham PT Kimia Farma Tbk (KAEF) pada penutupan hari ini mengalami  kenaikan sebesar Rp130 atau 4,47% ke Rp3.040 per lembar saham. Lalu,  saham PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) pada penutupan hari ini mengalami  kenaikan sebesar Rp5 atau 0,28% ke Rp1.760 per lembar saham.
Selanjutnya, saham PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk  (SIDO) pada penutupan hari ini mengalami kenaikan sebesar Rp5 atau 0,68%  ke Rp735 per lembar saham. Kemudian, saham PT Medikaloka Hermina Tbk  (HEAL) pada penutupan hari ini mengalami kenaikan sebesar Rp150 atau  3,19% ke Rp4.850 per lembar saham.
Kemudian, saham PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) pada penutupan hari  ini mengalami kenaikan sebesar Rp260 atau 6,06% ke Rp4.550 per lembar  saham, dan terakhir, saham PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME)  pada penutupan hari ini mengalami kenaikan sebesar Rp15 atau 2,52% ke  Rp610 per lembar saham.</content:encoded></item></channel></rss>
