<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wih! Uang Beredar di Indonesia Hampir Rp7.000 Triliun</title><description>Erwin Haryono mengatakan, M2 pada Mei 2021 sebesar Rp6.994,9 triliun atau tumbuh 8,1% (yoy)</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/22/320/2428917/wih-uang-beredar-di-indonesia-hampir-rp7-000-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/06/22/320/2428917/wih-uang-beredar-di-indonesia-hampir-rp7-000-triliun"/><item><title>Wih! Uang Beredar di Indonesia Hampir Rp7.000 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/22/320/2428917/wih-uang-beredar-di-indonesia-hampir-rp7-000-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/06/22/320/2428917/wih-uang-beredar-di-indonesia-hampir-rp7-000-triliun</guid><pubDate>Selasa 22 Juni 2021 10:38 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/22/320/2428917/wih-uang-beredar-di-indonesia-hampir-rp7-000-triliun-dIXuWhxKvr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Uang Beredar Tumbuh Melambat. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/22/320/2428917/wih-uang-beredar-di-indonesia-hampir-rp7-000-triliun-dIXuWhxKvr.jpg</image><title>Uang Beredar Tumbuh Melambat. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Likuiditas perekonomian atau uang beredar tetap tumbuh terjaga dalam arti luas (M2) pada Mei 2021. Direktur Eksekutif Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, M2 pada Mei 2021 sebesar Rp6.994,9 triliun atau tumbuh 8,1% (yoy), melambat dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 11,5% (yoy).
&quot;Perlambatan terjadi pada mayoritas komponen uang beredar sempit (M1) dan uang kuasi. Pertumbuhan M1 pada Mei 2021 sebesar 12,6% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan April 2021 sebesar 17,4% (yoy). Pertumbuhan uang kuasi juga melambat, dari sebesar 9,7% (yoy) pada bulan sebelumnya menjadi 6,8% (yoy) pada Mei 2021,&quot; kata Erwin di Jakarta, Selasa (22/6/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Terungkap! Bukan Ada Jin, Ini Penyebab Uang Soekarno Bisa Melengkung Sendiri
Berdasarkan faktor yang memengaruhi, perlambatan M2 pada Mei 2021 terutama dipengaruhi oleh perlambatan aktiva luar negeri bersih. Faktor aktiva luar negeri bersih tumbuh 6,4% (yoy), melambat dibandingkan 10,7% (yoy) pada April 2021.
Baca Juga:&amp;nbsp;Uang Beredar Meningkat 11% Capai Rp6.957 Triliun
Sementara itu, tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat tumbuh 61,4% (yoy), lebih tinggi dari pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 45,0% (yoy). Selain itu, pertumbuhan kredit[1] tercatat -1,3% (yoy), meskipun terus menunjukkan perbaikan dibandingkan pertumbuhan Maret dan April 2021 masing-masing sebesar -3,7% (yoy) dan -2,4% (yoy).</description><content:encoded>JAKARTA - Likuiditas perekonomian atau uang beredar tetap tumbuh terjaga dalam arti luas (M2) pada Mei 2021. Direktur Eksekutif Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, M2 pada Mei 2021 sebesar Rp6.994,9 triliun atau tumbuh 8,1% (yoy), melambat dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 11,5% (yoy).
&quot;Perlambatan terjadi pada mayoritas komponen uang beredar sempit (M1) dan uang kuasi. Pertumbuhan M1 pada Mei 2021 sebesar 12,6% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan April 2021 sebesar 17,4% (yoy). Pertumbuhan uang kuasi juga melambat, dari sebesar 9,7% (yoy) pada bulan sebelumnya menjadi 6,8% (yoy) pada Mei 2021,&quot; kata Erwin di Jakarta, Selasa (22/6/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Terungkap! Bukan Ada Jin, Ini Penyebab Uang Soekarno Bisa Melengkung Sendiri
Berdasarkan faktor yang memengaruhi, perlambatan M2 pada Mei 2021 terutama dipengaruhi oleh perlambatan aktiva luar negeri bersih. Faktor aktiva luar negeri bersih tumbuh 6,4% (yoy), melambat dibandingkan 10,7% (yoy) pada April 2021.
Baca Juga:&amp;nbsp;Uang Beredar Meningkat 11% Capai Rp6.957 Triliun
Sementara itu, tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat tumbuh 61,4% (yoy), lebih tinggi dari pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 45,0% (yoy). Selain itu, pertumbuhan kredit[1] tercatat -1,3% (yoy), meskipun terus menunjukkan perbaikan dibandingkan pertumbuhan Maret dan April 2021 masing-masing sebesar -3,7% (yoy) dan -2,4% (yoy).</content:encoded></item></channel></rss>
