<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>LPEI Dapat Pendanaan Ekspor Rp3 Triliun </title><description>Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank mendapatkan pendanaan dari  PT Bank Central Asia Tbk (BCA).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/22/320/2429233/lpei-dapat-pendanaan-ekspor-rp3-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/06/22/320/2429233/lpei-dapat-pendanaan-ekspor-rp3-triliun"/><item><title>LPEI Dapat Pendanaan Ekspor Rp3 Triliun </title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/22/320/2429233/lpei-dapat-pendanaan-ekspor-rp3-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/06/22/320/2429233/lpei-dapat-pendanaan-ekspor-rp3-triliun</guid><pubDate>Selasa 22 Juni 2021 18:37 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/22/320/2429233/bank-milik-orang-terkaya-ri-suntik-lpei-rp3-triliun-341IGmelHJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Uang Rupiah (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/22/320/2429233/bank-milik-orang-terkaya-ri-suntik-lpei-rp3-triliun-341IGmelHJ.jpg</image><title>Uang Rupiah (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank mendapatkan pendanaan dari  PT Bank Central Asia Tbk (BCA). Pendanaan ekspor untuk LPEI diberikan oleh bank milik miliarder Indonesia dalam bentuk time loan facility senilai Rp3 triliun dengan tenor 2 tahun.
Fasilitas tersebut, terdiri dari time loan non-revolving 1 Rp1,5 triliun dan time loan non-revolving 2 Rp500 milyar dengan tenor 2 tahun dan tambahan time loan non-revolving 3 senilai Rp1 triliun dengan tenor 2 tahun. Dukungan pendanaan ini diharapkan akan memperkuat strategi bisnis LPEI dalam melaksanakan mandat undang-undang untuk mengakselerasi ekspor.
Baca Juga:&amp;nbsp; Lewat BCA, Orang Terkaya Indonesia Modali Rp100 Miliar ke Perusahaan Miliarder TP Rachmat
 
Penandatanganan dilaksanakan secara virtual oleh Direktur Pelaksana III LPEI Agus Windiarto, Direktur Pelaksana I LPEI Dikdik Yustandi, Direktur BCA Subur Tan, Direktur BCA Rudy Susanto, serta disaksikan oleh Ketua Dewan Direktur merangkap Direktur Eksekutif LPEI Daniel James Rompas dan Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja, pada Selasa (22/6/2021).
Agus Windiarto menyampaikan, dukungan pembiayaan dari BCA tersebut akan digunakan untuk mendukung keperluan pembiayaan dan kegiatan bisnis LPEI seperti pembiayaan, penjaminan dan asuransi.
Baca Juga:&amp;nbsp; Laba BCA Naik 7%, Raup Rp7 Triliun di Kuartal I-2021
 
&amp;ldquo;Dalam rangka mengakselerasi pertumbuhan ekonomi LPEI terus bersinergi dengan perbankan di dalam negeri. Penandatanganan kerja sama ini juga membuktikan bahwa LPEI sebagai Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan terus mendapatkan kepercayaan dan dukungan penuh dari lembaga keuangan di dalam negeri untuk menjalankan mandat guna mendorong kinerja ekspor nasional,&amp;rdquo; ucap Agus Windiarto.Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja menyambut baik perpanjangan  kerjasama ini. &amp;ldquo;BCA kembali meneruskan kerja sama dengan memberikan  penambahan fasilitas time loan senilai Rp1 Triliun. Kita sama-sama  berharap fasilitas ini dapat mendukung pertumbuhan ekspor nasional dan  percepatan program Pemulihan Ekonomi Nasional,&amp;rdquo; kata Jahja.
Kerja sama pendanaan LPEI dan BCA diharapkan akan membantu percepatan  pertumbuhan ekspor nasional melalui penyaluran pembiayaan, penjaminan  dan asuransi kepada pelaku usaha berorientasi ekspor. Dukungan  likuiditas dari BCA diyakini akan memberikan ruang bagi LPEI untuk  menyalurkan pembiayaan dengan lebih baik kepada para pengusaha di dalam  negeri ditengah pandemi Covid-19.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank mendapatkan pendanaan dari  PT Bank Central Asia Tbk (BCA). Pendanaan ekspor untuk LPEI diberikan oleh bank milik miliarder Indonesia dalam bentuk time loan facility senilai Rp3 triliun dengan tenor 2 tahun.
Fasilitas tersebut, terdiri dari time loan non-revolving 1 Rp1,5 triliun dan time loan non-revolving 2 Rp500 milyar dengan tenor 2 tahun dan tambahan time loan non-revolving 3 senilai Rp1 triliun dengan tenor 2 tahun. Dukungan pendanaan ini diharapkan akan memperkuat strategi bisnis LPEI dalam melaksanakan mandat undang-undang untuk mengakselerasi ekspor.
Baca Juga:&amp;nbsp; Lewat BCA, Orang Terkaya Indonesia Modali Rp100 Miliar ke Perusahaan Miliarder TP Rachmat
 
Penandatanganan dilaksanakan secara virtual oleh Direktur Pelaksana III LPEI Agus Windiarto, Direktur Pelaksana I LPEI Dikdik Yustandi, Direktur BCA Subur Tan, Direktur BCA Rudy Susanto, serta disaksikan oleh Ketua Dewan Direktur merangkap Direktur Eksekutif LPEI Daniel James Rompas dan Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja, pada Selasa (22/6/2021).
Agus Windiarto menyampaikan, dukungan pembiayaan dari BCA tersebut akan digunakan untuk mendukung keperluan pembiayaan dan kegiatan bisnis LPEI seperti pembiayaan, penjaminan dan asuransi.
Baca Juga:&amp;nbsp; Laba BCA Naik 7%, Raup Rp7 Triliun di Kuartal I-2021
 
&amp;ldquo;Dalam rangka mengakselerasi pertumbuhan ekonomi LPEI terus bersinergi dengan perbankan di dalam negeri. Penandatanganan kerja sama ini juga membuktikan bahwa LPEI sebagai Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan terus mendapatkan kepercayaan dan dukungan penuh dari lembaga keuangan di dalam negeri untuk menjalankan mandat guna mendorong kinerja ekspor nasional,&amp;rdquo; ucap Agus Windiarto.Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja menyambut baik perpanjangan  kerjasama ini. &amp;ldquo;BCA kembali meneruskan kerja sama dengan memberikan  penambahan fasilitas time loan senilai Rp1 Triliun. Kita sama-sama  berharap fasilitas ini dapat mendukung pertumbuhan ekspor nasional dan  percepatan program Pemulihan Ekonomi Nasional,&amp;rdquo; kata Jahja.
Kerja sama pendanaan LPEI dan BCA diharapkan akan membantu percepatan  pertumbuhan ekspor nasional melalui penyaluran pembiayaan, penjaminan  dan asuransi kepada pelaku usaha berorientasi ekspor. Dukungan  likuiditas dari BCA diyakini akan memberikan ruang bagi LPEI untuk  menyalurkan pembiayaan dengan lebih baik kepada para pengusaha di dalam  negeri ditengah pandemi Covid-19.</content:encoded></item></channel></rss>
