<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pilih PPKM Mikro, Jokowi: Pengendalian Covid-19 Tanpa Mematikan Ekonomi </title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjelaskan alasan pemerintah memilih  menerapkan PPKM mikro  ketimbang lockdown.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/23/320/2429806/pilih-ppkm-mikro-jokowi-pengendalian-covid-19-tanpa-mematikan-ekonomi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/06/23/320/2429806/pilih-ppkm-mikro-jokowi-pengendalian-covid-19-tanpa-mematikan-ekonomi"/><item><title>Pilih PPKM Mikro, Jokowi: Pengendalian Covid-19 Tanpa Mematikan Ekonomi </title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/23/320/2429806/pilih-ppkm-mikro-jokowi-pengendalian-covid-19-tanpa-mematikan-ekonomi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/06/23/320/2429806/pilih-ppkm-mikro-jokowi-pengendalian-covid-19-tanpa-mematikan-ekonomi</guid><pubDate>Rabu 23 Juni 2021 16:29 WIB</pubDate><dc:creator>Dita Angga R</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/23/320/2429806/pilih-ppkm-mikro-jokowi-pengendalian-covid-19-tanpa-mematikan-ekonomi-rycDS5U9wS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi (Foto: Setkab)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/23/320/2429806/pilih-ppkm-mikro-jokowi-pengendalian-covid-19-tanpa-mematikan-ekonomi-rycDS5U9wS.jpg</image><title>Presiden Jokowi (Foto: Setkab)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjelaskan alasan pemerintah memilih menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro ketimbang lockdown.
&amp;ldquo;Kenapa pemerintah memutuskan PPKM mikro? Pemerintah melihat bahwa kebijakan PPKM mikro masih menajdi kebijakan yang paling tepat untuk konteks saat ini untuk mengendalikan covid-19 karena bisa berjalan tanpa mematikan ekonomi rakyat,&amp;rdquo; kata Jokowi dalam YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (23/6/2021).
Baca Juga: Jokowi: PPKM Mikro Tak Pelu Dipertentangkan!
 
Kendati demikian, dia mengakui mendapatkan berbagai masukan terkait dengan adanya kenaikan kasus covid-19 yang tengah terjadi saat ini. Dia mengaku mendapatkan masukan untuk melakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ataupun lockdown.
Baca Juga :Covid-19 Varian Delta Cenderung Menyerang Kelompok Umur di Bawah 10 Tahun
 
&amp;ldquo;Pemerintah telah menerima banyak masukan-masukan. Dan tentunya kami menyambut baik setiap masukan. Baik pribadi, kelompok ataupun masyarakat. Termasuk usulan memeberlakukan kembali PSBB dan lockdown mengingat lonjakan kasus positif yg sangat pesat,&amp;rdquo; katanya.
Dia mengatakan bahwa pemerintah telah mempelajari berbagai opsi  penanganan  covid-19. Dimana dengan memperhitungkan kondisi ekonomi,  sosial, politik di negara Indoensia. Termasuk juga pengalaman-pengalaman  dari negara lain.
Dari kajian tersbeut Jokowi menyebut bahwa pemerintah masih menilai PPKM merupakan kebijakan paling tepat.
&amp;ldquo;Dan pemerintah memutuskan PPKM mikro masih menjadi kebijakan paling  tepat untuk menghentikan laju penulatan covid-19 hingga ke tingkat desa  atau langsung ke akar masalah yaitu komunitas,&amp;rdquo; ungkapnya.

</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjelaskan alasan pemerintah memilih menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro ketimbang lockdown.
&amp;ldquo;Kenapa pemerintah memutuskan PPKM mikro? Pemerintah melihat bahwa kebijakan PPKM mikro masih menajdi kebijakan yang paling tepat untuk konteks saat ini untuk mengendalikan covid-19 karena bisa berjalan tanpa mematikan ekonomi rakyat,&amp;rdquo; kata Jokowi dalam YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (23/6/2021).
Baca Juga: Jokowi: PPKM Mikro Tak Pelu Dipertentangkan!
 
Kendati demikian, dia mengakui mendapatkan berbagai masukan terkait dengan adanya kenaikan kasus covid-19 yang tengah terjadi saat ini. Dia mengaku mendapatkan masukan untuk melakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ataupun lockdown.
Baca Juga :Covid-19 Varian Delta Cenderung Menyerang Kelompok Umur di Bawah 10 Tahun
 
&amp;ldquo;Pemerintah telah menerima banyak masukan-masukan. Dan tentunya kami menyambut baik setiap masukan. Baik pribadi, kelompok ataupun masyarakat. Termasuk usulan memeberlakukan kembali PSBB dan lockdown mengingat lonjakan kasus positif yg sangat pesat,&amp;rdquo; katanya.
Dia mengatakan bahwa pemerintah telah mempelajari berbagai opsi  penanganan  covid-19. Dimana dengan memperhitungkan kondisi ekonomi,  sosial, politik di negara Indoensia. Termasuk juga pengalaman-pengalaman  dari negara lain.
Dari kajian tersbeut Jokowi menyebut bahwa pemerintah masih menilai PPKM merupakan kebijakan paling tepat.
&amp;ldquo;Dan pemerintah memutuskan PPKM mikro masih menjadi kebijakan paling  tepat untuk menghentikan laju penulatan covid-19 hingga ke tingkat desa  atau langsung ke akar masalah yaitu komunitas,&amp;rdquo; ungkapnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
