<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wapres Ma'ruf Minta Konversi BPD ke Bank Syariah Dipercepat</title><description>Wakil Presiden Ma&amp;rsquo;ruf Amin meminta percepatan konversi Bank Pembangunan Daerah (BPD) ke Bank Syariah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/23/320/2429945/wapres-ma-ruf-minta-konversi-bpd-ke-bank-syariah-dipercepat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/06/23/320/2429945/wapres-ma-ruf-minta-konversi-bpd-ke-bank-syariah-dipercepat"/><item><title>Wapres Ma'ruf Minta Konversi BPD ke Bank Syariah Dipercepat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/23/320/2429945/wapres-ma-ruf-minta-konversi-bpd-ke-bank-syariah-dipercepat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/06/23/320/2429945/wapres-ma-ruf-minta-konversi-bpd-ke-bank-syariah-dipercepat</guid><pubDate>Rabu 23 Juni 2021 20:40 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/23/320/2429945/wapres-ma-ruf-minta-konversi-bpd-ke-bank-syariah-dipercepat-aZAxxSEXGl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wapres Maruf Amin (Foto: Setwapres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/23/320/2429945/wapres-ma-ruf-minta-konversi-bpd-ke-bank-syariah-dipercepat-aZAxxSEXGl.jpg</image><title>Wapres Maruf Amin (Foto: Setwapres)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Presiden Ma&amp;rsquo;ruf Amin meminta percepatan konversi Bank Pembangunan Daerah (BPD) ke Bank Syariah. Dengan begitu, ekosistem keuangan syariah di Indonesia semakin kuat.
Wapres menyatakan hal itu saat menerima audiensi Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah melalui konferensi video dari kediaman resmi wapres di Jakarta, Rabu (23/6/2021).
&quot;Saya kira tepat sekali, oleh karena itu saya harapkan bisa segera terwujud konversi (BPD ke Bank Syariah) ini,&quot; kata Wapres Ma&amp;rsquo;ruf dilansir dari Antara.
Baca Juga: Disentil Yusuf Mansyur, Perbankan Syariah Janji Bisa Bersaing dengan Konvensional
 
Kesadaran masyarakat untuk bertransaksi perbankan secara syariah saat ini cukup tinggi, sehingga menjadi momen tepat untuk menguatkan ekonomi dan keuangan syariah nasional, tambah Wapres.
&quot;Sekarang ini momentum tepat, sebab kalau menurut survei itu sekarang komunitas hijrah ini kan sudah besar sekali, bahkan di kalangan pemuda, milenial,&quot; tukasnya.
Pemerintah juga berkomitmen untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat keuangan syariah global, antara lain dengan membentuk Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) dan merger tiga bank syariah dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), tutur Wapres menjelaskan.
Baca Juga:&amp;nbsp; Yusuf Mansur Kritik Bank Syariah, Ada Apa?
 
Dengan melihat potensi besar di Sumatera Barat, Wapres juga mendorong konversi Bank Nagari menjadi bank syariah segera dilaksanakan.
Terkait adanya kekhawatiran terhadap keberlangsungan bank syariah, Wapres menjelaskan di dalam Al Quran, Allah SWT telah menjanjikan rezeki yang luas bagi umatnya yang berhijrah.
Wapres juga menekankan mengenai falsafah yang ada di Sumatera Barat  Basandi Syara', Syara' Basandi Kitabullah, yang berarti adat bersendi  syariat dan syariat bersendi kitab Allah.
&quot;Karena itu saya pikir, kekhawatiran itu barangkali tidak boleh.  Disamping itu kita juga berjalan (konversi), kalau di Sumatera Barat  sesuai dengan tiga tungku-nya itu, sesuai falsafahnya. Milenial banyak  menjadi komunitas hijrah. Apalagi kalau kita lihat Al Quran, itu tidak  boleh pesimis lagi,&quot; ujarnya.
Wapres berpesan kepada Mahyeldi agar Pemerintah Provinsi Sumatera  Barat terus berkoordinasi secara intensif dengan KNEKS dan Otoritas Jasa  Keuangan (OJK) dalam proses konversi bank syariah tersebut.
&quot;Yang penting kita menjaga. Menjaga mutu, menjaga layanan. Tidak  hanya sesuai syariah, tapi juga menguntungkan bagi para deposan,&quot;  ujarnya.
Sementara itu, Mahyeldi melaporkan proses konversi Bank Nagari ke  bank syariah, termasuk pengembangan layanan perbankan syariah yang  nantinya akan diberikan oleh Bank Nagari.
&quot;Disamping juga dengan produk-produk syariah yang mana dikonversi,  itu kita memang mencoba untuk menyelaraskan, sehingga memang  pilihan-pilihan di syariah nantinya tidak kalah layaknya dan juga  peluangnya dibandingkan dengan yang konvensional,&quot; tutur Mahyeldi.</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Presiden Ma&amp;rsquo;ruf Amin meminta percepatan konversi Bank Pembangunan Daerah (BPD) ke Bank Syariah. Dengan begitu, ekosistem keuangan syariah di Indonesia semakin kuat.
Wapres menyatakan hal itu saat menerima audiensi Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah melalui konferensi video dari kediaman resmi wapres di Jakarta, Rabu (23/6/2021).
&quot;Saya kira tepat sekali, oleh karena itu saya harapkan bisa segera terwujud konversi (BPD ke Bank Syariah) ini,&quot; kata Wapres Ma&amp;rsquo;ruf dilansir dari Antara.
Baca Juga: Disentil Yusuf Mansyur, Perbankan Syariah Janji Bisa Bersaing dengan Konvensional
 
Kesadaran masyarakat untuk bertransaksi perbankan secara syariah saat ini cukup tinggi, sehingga menjadi momen tepat untuk menguatkan ekonomi dan keuangan syariah nasional, tambah Wapres.
&quot;Sekarang ini momentum tepat, sebab kalau menurut survei itu sekarang komunitas hijrah ini kan sudah besar sekali, bahkan di kalangan pemuda, milenial,&quot; tukasnya.
Pemerintah juga berkomitmen untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat keuangan syariah global, antara lain dengan membentuk Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) dan merger tiga bank syariah dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), tutur Wapres menjelaskan.
Baca Juga:&amp;nbsp; Yusuf Mansur Kritik Bank Syariah, Ada Apa?
 
Dengan melihat potensi besar di Sumatera Barat, Wapres juga mendorong konversi Bank Nagari menjadi bank syariah segera dilaksanakan.
Terkait adanya kekhawatiran terhadap keberlangsungan bank syariah, Wapres menjelaskan di dalam Al Quran, Allah SWT telah menjanjikan rezeki yang luas bagi umatnya yang berhijrah.
Wapres juga menekankan mengenai falsafah yang ada di Sumatera Barat  Basandi Syara', Syara' Basandi Kitabullah, yang berarti adat bersendi  syariat dan syariat bersendi kitab Allah.
&quot;Karena itu saya pikir, kekhawatiran itu barangkali tidak boleh.  Disamping itu kita juga berjalan (konversi), kalau di Sumatera Barat  sesuai dengan tiga tungku-nya itu, sesuai falsafahnya. Milenial banyak  menjadi komunitas hijrah. Apalagi kalau kita lihat Al Quran, itu tidak  boleh pesimis lagi,&quot; ujarnya.
Wapres berpesan kepada Mahyeldi agar Pemerintah Provinsi Sumatera  Barat terus berkoordinasi secara intensif dengan KNEKS dan Otoritas Jasa  Keuangan (OJK) dalam proses konversi bank syariah tersebut.
&quot;Yang penting kita menjaga. Menjaga mutu, menjaga layanan. Tidak  hanya sesuai syariah, tapi juga menguntungkan bagi para deposan,&quot;  ujarnya.
Sementara itu, Mahyeldi melaporkan proses konversi Bank Nagari ke  bank syariah, termasuk pengembangan layanan perbankan syariah yang  nantinya akan diberikan oleh Bank Nagari.
&quot;Disamping juga dengan produk-produk syariah yang mana dikonversi,  itu kita memang mencoba untuk menyelaraskan, sehingga memang  pilihan-pilihan di syariah nantinya tidak kalah layaknya dan juga  peluangnya dibandingkan dengan yang konvensional,&quot; tutur Mahyeldi.</content:encoded></item></channel></rss>
