<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Program Padat Karya Jalan-Jembatan Serap 230 Ribu Tenaga Kerja</title><description>Program Padat Karya Bidang Jalan dan Jembatan telah menyerap 230.007 tenaga kerja hingga pertengahan Juni 2021.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/23/320/2429959/program-padat-karya-jalan-jembatan-serap-230-ribu-tenaga-kerja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/06/23/320/2429959/program-padat-karya-jalan-jembatan-serap-230-ribu-tenaga-kerja"/><item><title>Program Padat Karya Jalan-Jembatan Serap 230 Ribu Tenaga Kerja</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/23/320/2429959/program-padat-karya-jalan-jembatan-serap-230-ribu-tenaga-kerja</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/06/23/320/2429959/program-padat-karya-jalan-jembatan-serap-230-ribu-tenaga-kerja</guid><pubDate>Rabu 23 Juni 2021 21:19 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/23/320/2429959/program-padat-karya-jalan-jembatan-serap-230-ribu-tenaga-kerja-gpnB75p6ce.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Infrastruktur (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/23/320/2429959/program-padat-karya-jalan-jembatan-serap-230-ribu-tenaga-kerja-gpnB75p6ce.jpeg</image><title>Infrastruktur (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Program Padat Karya Bidang Jalan dan Jembatan telah menyerap 230.007 tenaga kerja hingga pertengahan Juni 2021.
Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Hedy Rahadian mengatakan, Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR pada Tahun Anggaran 2021 mendapat alokasi sebesar Rp6,69 triliun untuk program Padat Karya Tunai yang direncanakan dapat menyerap 273.603 tenaga kerja.
Baca Juga: Anggaran Program Padat Karya Ditambah, Ketua DPD RI Berharap Banyak Tenaga Kerja Diserap
 
&quot;Tercatat hingga pertengahan Juni 2021, realisasi padat karya yang sudah dilaksanakan sebesar Rp2,24 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebesar 230.007 orang,&quot; ujar Hedy dilansir dari Antara, Rabu (23/6/2021).
Kementerian PUPR pada TA 2021 terus melanjutkan program infrastruktur kerakyatan yang dilakukan melalui skema Padat Karya Tunai (PKT/cash for work).
Baca Juga: Proyek Rp23,2 Triliun Serap 273.603 Tenaga Kerja
 
Alokasi anggaran PKT Kementerian PUPR tahun 2021 mengalami refocusing anggaran dari semula Rp12,18 triliun menjadi Rp23,24 triliun. Hal ini sesuai arahan Presiden Jokowi untuk memperluas anggaran program padat karya dalam rangka mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dampak Pandemi COVID-19.
Salah satu program PKT yang telah dimulai di Kementerian PUPR adalah pada bidang jalan dan jembatan. Pekerjaan yang dilaksanakan secara padat karya tersebut dilakukan di seluruh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional/Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Ditjen Bina Marga mencakup penanganan ruas jalan nasional di seluruh Indonesia.Program PKT Bidang Jalan dan Jembatan diarahkan pada lokasi-lokasi  yang berpotensi mengalami penambahan jumlah pengangguran akibat dampak  Pandemi di daerah-daerah padat penduduk terutama Pulau Jawa, Bali, NTB,  dan Sumatera.
Salah satu fokus pekerjaan PKT bidang jalan dan jembatan yang  dilaksanakan adalah kegiatan revitalisasi drainase jalan. Pembenahaan  drainase sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari ruas jalan penting  dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan jalan nasional.
Saat ini progres penyaluran anggaran PKT revitalisasi drainase jalan  sudah sebesar 73 persen sebesar Rp1,02 triliun dari alokasi anggaran  sebesar Rp1,4 triliun. Sedangkan untuk progres penyerapan tenaga  kerjanya sudah sebanyak 53.912 orang dari target 59.948 orang.
Pembangunan drainase pada ruas jalan nasional sangat mendesak  dilakukan mengingat sifat aspal yang mudah rusak apabila terendam air.  Daya rusak jalan akan meningkat empat kali lipat bilamana melintas  kendaraan dengan muatan melebihi batas maksimal (tonase).
Total alokasi anggaran PKT sebesar Rp6,69 triliun tersebut juga  diperuntukkan untuk program padat karya rutin jalan sebesar Rp1,26  triliun, PKT Rutin Jembatan Rp418 miliar, kemudian juga ada tambahan  padat karya yakni padat karya yang berada di dalam kegiatan kontraktual  terutama yang terkait dengan paket-paket long segment dengan nilai  Rp2,79 triliun.</description><content:encoded>JAKARTA - Program Padat Karya Bidang Jalan dan Jembatan telah menyerap 230.007 tenaga kerja hingga pertengahan Juni 2021.
Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Hedy Rahadian mengatakan, Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR pada Tahun Anggaran 2021 mendapat alokasi sebesar Rp6,69 triliun untuk program Padat Karya Tunai yang direncanakan dapat menyerap 273.603 tenaga kerja.
Baca Juga: Anggaran Program Padat Karya Ditambah, Ketua DPD RI Berharap Banyak Tenaga Kerja Diserap
 
&quot;Tercatat hingga pertengahan Juni 2021, realisasi padat karya yang sudah dilaksanakan sebesar Rp2,24 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebesar 230.007 orang,&quot; ujar Hedy dilansir dari Antara, Rabu (23/6/2021).
Kementerian PUPR pada TA 2021 terus melanjutkan program infrastruktur kerakyatan yang dilakukan melalui skema Padat Karya Tunai (PKT/cash for work).
Baca Juga: Proyek Rp23,2 Triliun Serap 273.603 Tenaga Kerja
 
Alokasi anggaran PKT Kementerian PUPR tahun 2021 mengalami refocusing anggaran dari semula Rp12,18 triliun menjadi Rp23,24 triliun. Hal ini sesuai arahan Presiden Jokowi untuk memperluas anggaran program padat karya dalam rangka mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dampak Pandemi COVID-19.
Salah satu program PKT yang telah dimulai di Kementerian PUPR adalah pada bidang jalan dan jembatan. Pekerjaan yang dilaksanakan secara padat karya tersebut dilakukan di seluruh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional/Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Ditjen Bina Marga mencakup penanganan ruas jalan nasional di seluruh Indonesia.Program PKT Bidang Jalan dan Jembatan diarahkan pada lokasi-lokasi  yang berpotensi mengalami penambahan jumlah pengangguran akibat dampak  Pandemi di daerah-daerah padat penduduk terutama Pulau Jawa, Bali, NTB,  dan Sumatera.
Salah satu fokus pekerjaan PKT bidang jalan dan jembatan yang  dilaksanakan adalah kegiatan revitalisasi drainase jalan. Pembenahaan  drainase sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari ruas jalan penting  dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan jalan nasional.
Saat ini progres penyaluran anggaran PKT revitalisasi drainase jalan  sudah sebesar 73 persen sebesar Rp1,02 triliun dari alokasi anggaran  sebesar Rp1,4 triliun. Sedangkan untuk progres penyerapan tenaga  kerjanya sudah sebanyak 53.912 orang dari target 59.948 orang.
Pembangunan drainase pada ruas jalan nasional sangat mendesak  dilakukan mengingat sifat aspal yang mudah rusak apabila terendam air.  Daya rusak jalan akan meningkat empat kali lipat bilamana melintas  kendaraan dengan muatan melebihi batas maksimal (tonase).
Total alokasi anggaran PKT sebesar Rp6,69 triliun tersebut juga  diperuntukkan untuk program padat karya rutin jalan sebesar Rp1,26  triliun, PKT Rutin Jembatan Rp418 miliar, kemudian juga ada tambahan  padat karya yakni padat karya yang berada di dalam kegiatan kontraktual  terutama yang terkait dengan paket-paket long segment dengan nilai  Rp2,79 triliun.</content:encoded></item></channel></rss>
