<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menko Luhut: Indonesia-AS Kerjasama Capai Nol Emisi Karbon</title><description>Luhut Binsar Pandjaitan menyambut baik dukungan Amerika Serikat (AS)  dalam upaya Indonesia untuk bisa mencapai nol emisi karbon.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/24/320/2430347/menko-luhut-indonesia-as-kerjasama-capai-nol-emisi-karbon</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/06/24/320/2430347/menko-luhut-indonesia-as-kerjasama-capai-nol-emisi-karbon"/><item><title>Menko Luhut: Indonesia-AS Kerjasama Capai Nol Emisi Karbon</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/24/320/2430347/menko-luhut-indonesia-as-kerjasama-capai-nol-emisi-karbon</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/06/24/320/2430347/menko-luhut-indonesia-as-kerjasama-capai-nol-emisi-karbon</guid><pubDate>Kamis 24 Juni 2021 15:40 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/24/320/2430347/menko-luhut-indonesia-as-kerjasama-capai-nol-emisi-karbon-dhrhE6sIs1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/24/320/2430347/menko-luhut-indonesia-as-kerjasama-capai-nol-emisi-karbon-dhrhE6sIs1.jpg</image><title>Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyambut baik dukungan Amerika Serikat (AS) dalam upaya Indonesia untuk bisa mencapai nol emisi karbon (net zero carbon emission).
Hal itu disampaikan Luhut saat membuka Forum Perubahan Iklim Tri Hita Karana dengan tema Aligning for Climate Action on Road to Net Zero Carbon Emission secara virtual.
Baca Juga:&amp;nbsp; Menko Luhut: China Itu Luar Biasa
 
&quot;Mari saya mulai dengan berterima kasih kepada John Kerry (Utusan Khusus Presiden AS Perubahan Iklim) atas dukungan pribadinya dan dukungan pemerintah AS kepada usaha-usaha kami. Forum bersama ini menunjukkan komitmen kedua negara (AS-Indonesia) untuk meningkatkan pencegahan perubahan iklim dalam mencapai nol emisi karbon untuk kesejahteraan manusia dan planet,&quot; katanya dilansir dari Antara, Kamis (24/6/2021).
Luhut memaparkan pemerintah Indonesia sangat menghargai dukungan dan menyambut baik kerja sama dengan AS dalam topik-topik penting tersebut, termasuk kolaborasi demi keberlanjutan.
Baca Juga:&amp;nbsp; Yenny Wahid: Doakan Agar Kita Dapat Kuota Haji 2021
 
Ia menjelaskan Indonesia telah membuat beberapa pengumuman penting tentang ambisi iklim dalam beberapa minggu terakhir, salah satunya terkait pengumuman nol emisi karbon pada tahun 2060 dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.
&quot;Kemudian PLN, sebagai perusahaan energi milik negara, telah memutuskan untuk memoratorium pembangunan baru pembangkit listrik bertenaga batu bara dalam perencanaan mereka mulai tahun 2023. Selain itu, kerja sama dalam pengembangan dan penerapan teknologi energi terbarukan akan menjadi prioritas utama dalam hubungan AS-Indonesia ini,&quot; katanya.Kolaborasi itu, lanjut Luhut, dapat mencakup topik pemodelan energi,  transisi dari energi fosil, teknologi energi bersih, dan energi bersih  tingkat lanjut melalui kolaborasi G to G (Government to Government) dan  lebih luas lagi terkait dengan investasi dan kemitraan.
Dalam langkah konkret, salah satunya melalui kolaborasi dalam  perencanaan dan pelaksanaan percontohan sub-nasional untuk nol emisi  karbon bersih misalnya di kawasan Bali.
&quot;Dalam semua upaya ini, kebutuhan akan perubahan dan inovasi  teknologi serta pembiayaan transisi adalah yang utama. Perubahan  teknologi kewirausahaan dan keuangan yang inovatif sebagai kunci untuk  mengubah ekonomi kita menjadi Natural Capital Carbon and Communities  Superpower. Kami berencana untuk meluncurkan pusat keunggulan dalam  teknologi dan keuangan selama masa G20 di tahun 2022,&quot; imbuh Luhut.
Ia menambahkan pemerintah Indonesia pun kini mencari sektor swasta untuk inovasi teknologi melalui kewirausahaan sektor swasta.
&quot;Kami juga membutuhkan sebuah pusat seperti centre of future  knowledge yang akan fokus pada peran alih teknologi, R&amp;amp;D oleh  investasi swasta dengan akademisi dan penelitian global terkemuka dalam  mewujudkan masa depan yang bahagia dan berkelanjutan di Indonesia,&quot;  pungkasnya.
Luhut juga mengajak AS untuk bersama-sama membawa isu lingkungan dan perubahan iklim ke G20 pada tahun 2022.
Forum Perubahan Iklim Tri Hita Karana dihadiri oleh Utusan Khusus  Presiden AS Perubahan Iklim John Kerry, Menteri Lingkungan Hidup dan  Kehutanan Siti Nurbaya, Presiden Conference of Parties 26 (COP26) Alok  Sharma, Direktur Pelaksana, Kebijakan dan Kemitraan Pembangunan Bank  Dunia Mari Elka Pangestu, Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar,  Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kemenko  Marves Nani Hendiarti, serta beberapa pejabat terkait lainnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyambut baik dukungan Amerika Serikat (AS) dalam upaya Indonesia untuk bisa mencapai nol emisi karbon (net zero carbon emission).
Hal itu disampaikan Luhut saat membuka Forum Perubahan Iklim Tri Hita Karana dengan tema Aligning for Climate Action on Road to Net Zero Carbon Emission secara virtual.
Baca Juga:&amp;nbsp; Menko Luhut: China Itu Luar Biasa
 
&quot;Mari saya mulai dengan berterima kasih kepada John Kerry (Utusan Khusus Presiden AS Perubahan Iklim) atas dukungan pribadinya dan dukungan pemerintah AS kepada usaha-usaha kami. Forum bersama ini menunjukkan komitmen kedua negara (AS-Indonesia) untuk meningkatkan pencegahan perubahan iklim dalam mencapai nol emisi karbon untuk kesejahteraan manusia dan planet,&quot; katanya dilansir dari Antara, Kamis (24/6/2021).
Luhut memaparkan pemerintah Indonesia sangat menghargai dukungan dan menyambut baik kerja sama dengan AS dalam topik-topik penting tersebut, termasuk kolaborasi demi keberlanjutan.
Baca Juga:&amp;nbsp; Yenny Wahid: Doakan Agar Kita Dapat Kuota Haji 2021
 
Ia menjelaskan Indonesia telah membuat beberapa pengumuman penting tentang ambisi iklim dalam beberapa minggu terakhir, salah satunya terkait pengumuman nol emisi karbon pada tahun 2060 dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.
&quot;Kemudian PLN, sebagai perusahaan energi milik negara, telah memutuskan untuk memoratorium pembangunan baru pembangkit listrik bertenaga batu bara dalam perencanaan mereka mulai tahun 2023. Selain itu, kerja sama dalam pengembangan dan penerapan teknologi energi terbarukan akan menjadi prioritas utama dalam hubungan AS-Indonesia ini,&quot; katanya.Kolaborasi itu, lanjut Luhut, dapat mencakup topik pemodelan energi,  transisi dari energi fosil, teknologi energi bersih, dan energi bersih  tingkat lanjut melalui kolaborasi G to G (Government to Government) dan  lebih luas lagi terkait dengan investasi dan kemitraan.
Dalam langkah konkret, salah satunya melalui kolaborasi dalam  perencanaan dan pelaksanaan percontohan sub-nasional untuk nol emisi  karbon bersih misalnya di kawasan Bali.
&quot;Dalam semua upaya ini, kebutuhan akan perubahan dan inovasi  teknologi serta pembiayaan transisi adalah yang utama. Perubahan  teknologi kewirausahaan dan keuangan yang inovatif sebagai kunci untuk  mengubah ekonomi kita menjadi Natural Capital Carbon and Communities  Superpower. Kami berencana untuk meluncurkan pusat keunggulan dalam  teknologi dan keuangan selama masa G20 di tahun 2022,&quot; imbuh Luhut.
Ia menambahkan pemerintah Indonesia pun kini mencari sektor swasta untuk inovasi teknologi melalui kewirausahaan sektor swasta.
&quot;Kami juga membutuhkan sebuah pusat seperti centre of future  knowledge yang akan fokus pada peran alih teknologi, R&amp;amp;D oleh  investasi swasta dengan akademisi dan penelitian global terkemuka dalam  mewujudkan masa depan yang bahagia dan berkelanjutan di Indonesia,&quot;  pungkasnya.
Luhut juga mengajak AS untuk bersama-sama membawa isu lingkungan dan perubahan iklim ke G20 pada tahun 2022.
Forum Perubahan Iklim Tri Hita Karana dihadiri oleh Utusan Khusus  Presiden AS Perubahan Iklim John Kerry, Menteri Lingkungan Hidup dan  Kehutanan Siti Nurbaya, Presiden Conference of Parties 26 (COP26) Alok  Sharma, Direktur Pelaksana, Kebijakan dan Kemitraan Pembangunan Bank  Dunia Mari Elka Pangestu, Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar,  Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kemenko  Marves Nani Hendiarti, serta beberapa pejabat terkait lainnya.</content:encoded></item></channel></rss>
