<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kembangkan Energi Terbarukan, Menko Luhut Cari Investor Swasta</title><description>Pemerintah terus mengembangkan energi baru terbarukan (EBT).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/24/320/2430510/kembangkan-energi-terbarukan-menko-luhut-cari-investor-swasta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/06/24/320/2430510/kembangkan-energi-terbarukan-menko-luhut-cari-investor-swasta"/><item><title>Kembangkan Energi Terbarukan, Menko Luhut Cari Investor Swasta</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/24/320/2430510/kembangkan-energi-terbarukan-menko-luhut-cari-investor-swasta</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/06/24/320/2430510/kembangkan-energi-terbarukan-menko-luhut-cari-investor-swasta</guid><pubDate>Kamis 24 Juni 2021 21:03 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/24/320/2430510/kembangkan-energi-terbarukan-menko-luhut-cari-investor-swasta-1cedhxwVlj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan (Foto: Dok. Kemenko Marves)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/24/320/2430510/kembangkan-energi-terbarukan-menko-luhut-cari-investor-swasta-1cedhxwVlj.jpg</image><title>Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan (Foto: Dok. Kemenko Marves)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah terus mengembangkan energi baru terbarukan (EBT). Dalam pengembangannya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan tengah mencari investor swasta untuk menanamkan modalnya. Upaya ini sebagai bentuk percepatan program nol emisi gas karbon di tahun 2060.
Baca Juga:&amp;nbsp; Menko Airlangga: The Centre of Future Knowledge Mendukung Dunia Bisnis yang Lebih Baik 
 
Saat ini pihaknya tengah menjajaki peluang dengan Amerika Serikat (AS). Kendati demikian, dia tidak membeberkan berapa jumlah investasi yang tengah dibidik.
&quot;Kami juga membutuhkan sebuah pusat seperti centre of future knowledge yang akan fokus pada peran alih teknologi. Research and development (R&amp;amp;D) oleh investasi swasta dengan akademisi dan penelitian global terkemuka dalam mewujudkan masa depan yang bahagia dan berkelanjutan di Indonesia,&quot; ujar Luhut melalui keterangannya, Kamis (24/6/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp; Investasi Negara G7 Lebih Banyak ke Energi Fosil Dibanding EBT, Kok Bisa?
 
Menurutnya, dipilihnya negara Paman Sam sebagai negara potensial untuk mendapatkan investasi lantaran negara tersebut sangat fokus pada isu lingkungan, khususnya peningkatan emisi gas karbon.
Kolaborasi tersebut dapat mencakup topik pemodelan energi, transisi dari energi fosil, teknologi energi bersih, dan energi bersih tingkat lanjut melalui kolaborasi government to government serta lebih luas lagi terkait dengan investasi dan kemitraan.
Langkah konkretnya, untuk berkolaborasi dalam perencanaan dan  pelaksanaan percontohan sub-nasional untuk nol emisi karbon bersih  seperti di kawasan Provinsi Bali. Agar program itu dapat berjalan dengan  baik, kebutuhan akan perubahan dan inovasi teknologi serta pembiayaan  transisi adalah yang utama.
&amp;ldquo;Perubahan teknologi kewirausahaan dan keuangan yang inovatif sebagai  kunci untuk mengubah ekonomi kita menjadi Natural Capital Carbon and  Communities Superpower. Kami berencana untuk meluncurkan pusat  keunggulan dalam teknologi dan keuangan selama masa G20 di tahun 2022,&amp;rdquo;  tutur dia.
</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah terus mengembangkan energi baru terbarukan (EBT). Dalam pengembangannya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan tengah mencari investor swasta untuk menanamkan modalnya. Upaya ini sebagai bentuk percepatan program nol emisi gas karbon di tahun 2060.
Baca Juga:&amp;nbsp; Menko Airlangga: The Centre of Future Knowledge Mendukung Dunia Bisnis yang Lebih Baik 
 
Saat ini pihaknya tengah menjajaki peluang dengan Amerika Serikat (AS). Kendati demikian, dia tidak membeberkan berapa jumlah investasi yang tengah dibidik.
&quot;Kami juga membutuhkan sebuah pusat seperti centre of future knowledge yang akan fokus pada peran alih teknologi. Research and development (R&amp;amp;D) oleh investasi swasta dengan akademisi dan penelitian global terkemuka dalam mewujudkan masa depan yang bahagia dan berkelanjutan di Indonesia,&quot; ujar Luhut melalui keterangannya, Kamis (24/6/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp; Investasi Negara G7 Lebih Banyak ke Energi Fosil Dibanding EBT, Kok Bisa?
 
Menurutnya, dipilihnya negara Paman Sam sebagai negara potensial untuk mendapatkan investasi lantaran negara tersebut sangat fokus pada isu lingkungan, khususnya peningkatan emisi gas karbon.
Kolaborasi tersebut dapat mencakup topik pemodelan energi, transisi dari energi fosil, teknologi energi bersih, dan energi bersih tingkat lanjut melalui kolaborasi government to government serta lebih luas lagi terkait dengan investasi dan kemitraan.
Langkah konkretnya, untuk berkolaborasi dalam perencanaan dan  pelaksanaan percontohan sub-nasional untuk nol emisi karbon bersih  seperti di kawasan Provinsi Bali. Agar program itu dapat berjalan dengan  baik, kebutuhan akan perubahan dan inovasi teknologi serta pembiayaan  transisi adalah yang utama.
&amp;ldquo;Perubahan teknologi kewirausahaan dan keuangan yang inovatif sebagai  kunci untuk mengubah ekonomi kita menjadi Natural Capital Carbon and  Communities Superpower. Kami berencana untuk meluncurkan pusat  keunggulan dalam teknologi dan keuangan selama masa G20 di tahun 2022,&amp;rdquo;  tutur dia.
</content:encoded></item></channel></rss>
