<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Peluang Usaha Sosis Jamur Tiram</title><description>Peluang usaha sosis jamur tiram belum banyak digarap, padahal bahan bakunya lebih mudah ditemukan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/24/455/2430291/peluang-usaha-sosis-jamur-tiram</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/06/24/455/2430291/peluang-usaha-sosis-jamur-tiram"/><item><title>Peluang Usaha Sosis Jamur Tiram</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/24/455/2430291/peluang-usaha-sosis-jamur-tiram</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/06/24/455/2430291/peluang-usaha-sosis-jamur-tiram</guid><pubDate>Kamis 24 Juni 2021 14:28 WIB</pubDate><dc:creator>Hafid Fuad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/24/455/2430291/peluang-usaha-sosis-jamur-tiram-semdIG0fIk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Peluang Usaha Sosis Jamur Tiram (Foto: Palmateersmeet)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/24/455/2430291/peluang-usaha-sosis-jamur-tiram-semdIG0fIk.jpg</image><title>Peluang Usaha Sosis Jamur Tiram (Foto: Palmateersmeet)</title></images><description>JAKARTA - Peluang usaha sosis jamur tiram belum banyak digarap, padahal bahan bakunya lebih mudah ditemukan. Selain itu minat masyarakat melakukan gaya hidup sehat ala vegan juga semakin ramai diterapkan. Salah satu yang terjun menggarap sosis jamur adalah Widya Putra, CEO dari Meatless Kingdom.
Putra pun bercerita panjang soal genre bisnis frozen food yang dilakoninya. Frozen food merupakan jenis usaha kuliner yang paling laku saat ini.  Berbagai jenis makanan beku yang dijual bisa untuk lauk maupun cemilan sehari-hari. Salah satu yang jadi andalannya adalah sosis dari jamur.
Baca Juga: Harga Sepeda Lipat Diprediksi Makin Mahal Tahun Ini
 
Dia jujur menceritakan mulai mengembangkan produk sosis jamur tiram ini sejak mulai masa pandemi tahun lalu. Dengan basis produksi di Cimahi, Jawa Barat, dirinya terus mengembangkan usaha makanan plantbased ini.
Pengembangan dilakukan dengan berbagai uji coba. Secara umum dia membocorkan porsi jamur dalam komposisi bahannya bisa sekitar 50-60%. Selain itu dalam
campurannya juga terdiri dari olahan kedelai,  tepung beras, oat, dan kaldu jamur. Proses pengembangan dilakukan sendiri dengan mengadaptasi dari sosis yang sudah umum.
Baca Juga: Peluang Bisnis Bakso Jamur Tiram
 
Namun dia mengatakan pembuatan sosis jamur ini sudah masuk kategori food technology sehingga tidak bisa asal-asalan mencampur bahannya. Ada kesulitan tersendiri dalam menghasilkan tekstur sosis yang mirip dengan daging umumnya. Menurutnya ini akan bergantung pada selera konsumen. Walaupun tekstur dan kekenyalan sudah mirip dengan sosis daging umumnya tapi tetap saja ada beberapa yang berterima dan ada juga yang tidak.
Kini dia mengaku sudah memproduksi sosis jamur sekitar 300-400 pack per bulan. Bahkan dihitung harian, bisa saja dalam sehari memproduksi 50 pack per hari. Menurutnya perlengkapan utama yang dibutuhkan membuat sosis jamur adalah mesin filler untuk mengisi, mesin pencampur adonan, dan blender.Tinggal sesuaikan saja dengan kebutuhan dan juga modal. Berjualan  frozen food juga tidak membutuhkan banyak printilan. Cukup menggunakan  freezer atau lemari es untuk menaruh stok barang. Ditambah dengan  beberapa spanduk, pamflet dan promosi lewat media sosial, jenis usaha  kuliner ini dapat langsung dijalankan.
Dia bercerita peluang market yang tersedia kini masih sangat luas.  Karena sekarang ada  banyak ragam klien. Mulai dari katering, restoran,  ataupun individu yang beli langsung untuk mencoba pola hidup vegan.  Kemudian dia juga menggandeng toko organik frozen food dan jaringan  reseller. Saat ini dia bekerja sama dengan reseller dan distributor yang  jumlahnya lebih dari 30 orang.
Jadi menurut dia kompetisinya masih sepi dan didukung kesadaran  masyarakat akan kesehatan dan lingkungan. Karena itu banyak masyarakat  yang coba kurangi konsumsi daging. Dia melihat jumlah kompetitor sosis  masih sedikit atau di bawah 5 pemain. Sementara produk impornya juga  masih sedikit sekali yang menjual sosis plantbased. Hasil produksinya  dibanderol harga Rp 35 Ribu per kemasan isi 6 sosis.
Bagi yang ingin berbisnis sosis jamur disarankannya untuk mulai  sebagai reseller atau dropship saja. Namun yang paling penting adalah  jangan mudah menyerah dan mau terus mengembangkan. Sementara bagi yang  ingin melakukan produksi harus semangat mengembangkan dan menerima  masukan agar teksturnya semakin mirip dengan sosis daging.
Bila ingin berjualan sosis jamur dirinya menyarankan harus mulai dari  pahami market. Biar tidak merugi. Jadi setidaknya lakukan survei  kecil-kecilan di lingkungan sendiri apakah ada peminat produk tersebut.  Bila sudah dipastikan barulah mulai dieksekusi.
Selain itu dia juga mengingatkan bahwa tidak semua orang kompeten untuk menyatukan bahan-bahan dan melakukan produksi.
Karena itu pebisnis bisa mulai sebagai dropship hanya bermodal pulsa.  Selain itu bisa juga menjadi reseller dan melakukan stok barang di  rumah. Lebih lanjut lagi para reseller juga bisa juga mengolah sosis  jamur jadi topping untuk pizza atau roti. Tentu ini bisa jadi opsi  menarik karena ada nilai tambahnya.
Modal menjadi reseller disebutnya terjangkau mulai dari Rp300 Ribu.   Pebisnis sudah bisa mendapatkan diskon  untuk produk sebesar 15%,   potongan ongkir, modul wirausaha, serta desain promosi digital. Pihaknya   juga menjanjikan bonus bulanan dan diskon 20% bila melakukan pembelian   Rp 1 juta.
Strategi penjualan dirinya menyarankan untuk mulai dari Instagram, WA   Grup, telegram, dan tiktok. Semua bisa dieksplorasi di sana. Sementara   bagi yang ingin buka stand cukup beresiko karena ini cukup spesifik  jadi  akan riskan membayar stand kecuali sosisnya diolah menjadi produk  lain.
Terakhir dia bercerita jumlah masyarakat yang mencoba hidup   plantbased masih tumbuh tapi berkembang makin banyak. Konsentrasi utama   masih di kota-kota besar. Sementara untuk kota kecil masih butuh  edukasi  market.
Berbagai kota yang sudah dimasuki produk sosis jamur tersebar seperti   Cimahi, Tangsel, Kabupaten Bandung,  Bandung Barat, Semarang, Solo,   Surabaya, Malang, Purwokerto, Jogja, Bali, Medan, Pekanbaru, Jambi,   Palembang, dan Lampung.</description><content:encoded>JAKARTA - Peluang usaha sosis jamur tiram belum banyak digarap, padahal bahan bakunya lebih mudah ditemukan. Selain itu minat masyarakat melakukan gaya hidup sehat ala vegan juga semakin ramai diterapkan. Salah satu yang terjun menggarap sosis jamur adalah Widya Putra, CEO dari Meatless Kingdom.
Putra pun bercerita panjang soal genre bisnis frozen food yang dilakoninya. Frozen food merupakan jenis usaha kuliner yang paling laku saat ini.  Berbagai jenis makanan beku yang dijual bisa untuk lauk maupun cemilan sehari-hari. Salah satu yang jadi andalannya adalah sosis dari jamur.
Baca Juga: Harga Sepeda Lipat Diprediksi Makin Mahal Tahun Ini
 
Dia jujur menceritakan mulai mengembangkan produk sosis jamur tiram ini sejak mulai masa pandemi tahun lalu. Dengan basis produksi di Cimahi, Jawa Barat, dirinya terus mengembangkan usaha makanan plantbased ini.
Pengembangan dilakukan dengan berbagai uji coba. Secara umum dia membocorkan porsi jamur dalam komposisi bahannya bisa sekitar 50-60%. Selain itu dalam
campurannya juga terdiri dari olahan kedelai,  tepung beras, oat, dan kaldu jamur. Proses pengembangan dilakukan sendiri dengan mengadaptasi dari sosis yang sudah umum.
Baca Juga: Peluang Bisnis Bakso Jamur Tiram
 
Namun dia mengatakan pembuatan sosis jamur ini sudah masuk kategori food technology sehingga tidak bisa asal-asalan mencampur bahannya. Ada kesulitan tersendiri dalam menghasilkan tekstur sosis yang mirip dengan daging umumnya. Menurutnya ini akan bergantung pada selera konsumen. Walaupun tekstur dan kekenyalan sudah mirip dengan sosis daging umumnya tapi tetap saja ada beberapa yang berterima dan ada juga yang tidak.
Kini dia mengaku sudah memproduksi sosis jamur sekitar 300-400 pack per bulan. Bahkan dihitung harian, bisa saja dalam sehari memproduksi 50 pack per hari. Menurutnya perlengkapan utama yang dibutuhkan membuat sosis jamur adalah mesin filler untuk mengisi, mesin pencampur adonan, dan blender.Tinggal sesuaikan saja dengan kebutuhan dan juga modal. Berjualan  frozen food juga tidak membutuhkan banyak printilan. Cukup menggunakan  freezer atau lemari es untuk menaruh stok barang. Ditambah dengan  beberapa spanduk, pamflet dan promosi lewat media sosial, jenis usaha  kuliner ini dapat langsung dijalankan.
Dia bercerita peluang market yang tersedia kini masih sangat luas.  Karena sekarang ada  banyak ragam klien. Mulai dari katering, restoran,  ataupun individu yang beli langsung untuk mencoba pola hidup vegan.  Kemudian dia juga menggandeng toko organik frozen food dan jaringan  reseller. Saat ini dia bekerja sama dengan reseller dan distributor yang  jumlahnya lebih dari 30 orang.
Jadi menurut dia kompetisinya masih sepi dan didukung kesadaran  masyarakat akan kesehatan dan lingkungan. Karena itu banyak masyarakat  yang coba kurangi konsumsi daging. Dia melihat jumlah kompetitor sosis  masih sedikit atau di bawah 5 pemain. Sementara produk impornya juga  masih sedikit sekali yang menjual sosis plantbased. Hasil produksinya  dibanderol harga Rp 35 Ribu per kemasan isi 6 sosis.
Bagi yang ingin berbisnis sosis jamur disarankannya untuk mulai  sebagai reseller atau dropship saja. Namun yang paling penting adalah  jangan mudah menyerah dan mau terus mengembangkan. Sementara bagi yang  ingin melakukan produksi harus semangat mengembangkan dan menerima  masukan agar teksturnya semakin mirip dengan sosis daging.
Bila ingin berjualan sosis jamur dirinya menyarankan harus mulai dari  pahami market. Biar tidak merugi. Jadi setidaknya lakukan survei  kecil-kecilan di lingkungan sendiri apakah ada peminat produk tersebut.  Bila sudah dipastikan barulah mulai dieksekusi.
Selain itu dia juga mengingatkan bahwa tidak semua orang kompeten untuk menyatukan bahan-bahan dan melakukan produksi.
Karena itu pebisnis bisa mulai sebagai dropship hanya bermodal pulsa.  Selain itu bisa juga menjadi reseller dan melakukan stok barang di  rumah. Lebih lanjut lagi para reseller juga bisa juga mengolah sosis  jamur jadi topping untuk pizza atau roti. Tentu ini bisa jadi opsi  menarik karena ada nilai tambahnya.
Modal menjadi reseller disebutnya terjangkau mulai dari Rp300 Ribu.   Pebisnis sudah bisa mendapatkan diskon  untuk produk sebesar 15%,   potongan ongkir, modul wirausaha, serta desain promosi digital. Pihaknya   juga menjanjikan bonus bulanan dan diskon 20% bila melakukan pembelian   Rp 1 juta.
Strategi penjualan dirinya menyarankan untuk mulai dari Instagram, WA   Grup, telegram, dan tiktok. Semua bisa dieksplorasi di sana. Sementara   bagi yang ingin buka stand cukup beresiko karena ini cukup spesifik  jadi  akan riskan membayar stand kecuali sosisnya diolah menjadi produk  lain.
Terakhir dia bercerita jumlah masyarakat yang mencoba hidup   plantbased masih tumbuh tapi berkembang makin banyak. Konsentrasi utama   masih di kota-kota besar. Sementara untuk kota kecil masih butuh  edukasi  market.
Berbagai kota yang sudah dimasuki produk sosis jamur tersebar seperti   Cimahi, Tangsel, Kabupaten Bandung,  Bandung Barat, Semarang, Solo,   Surabaya, Malang, Purwokerto, Jogja, Bali, Medan, Pekanbaru, Jambi,   Palembang, dan Lampung.</content:encoded></item></channel></rss>
