<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dear Milenial, Simak 3 Tips Mengelola Keuangan</title><description>Kemampuan mengelola keuangan sudah seharusnya dimiliki setiap generasi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/24/622/2430339/dear-milenial-simak-3-tips-mengelola-keuangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/06/24/622/2430339/dear-milenial-simak-3-tips-mengelola-keuangan"/><item><title>Dear Milenial, Simak 3 Tips Mengelola Keuangan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/24/622/2430339/dear-milenial-simak-3-tips-mengelola-keuangan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/06/24/622/2430339/dear-milenial-simak-3-tips-mengelola-keuangan</guid><pubDate>Kamis 24 Juni 2021 15:32 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/24/622/2430339/dear-milenial-simak-3-tips-mengelola-keuangan-XLzfJyC7lm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tips Mengatur Keuangan (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/24/622/2430339/dear-milenial-simak-3-tips-mengelola-keuangan-XLzfJyC7lm.jpg</image><title>Tips Mengatur Keuangan (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Kemampuan mengelola keuangan sudah seharusnya dimiliki setiap generasi. Apalagi bagi generasi milenial yang memiliki peran besar dalam perekonomian.
Gaya hidup dan perilaku yang konsumtif menjadi salah satu faktor utama para generasi milenial ini cenderung lebih suka menikmati hidup yang kerap dianggap sebagai self reward dibanding menginvestasikan kekayaannya. Oleh sebab itu, generasi milenial ditengarai menghadapi risiko finansial lebih besar di masa mendatang akibat gaya pengelolaan keuangan yang kurang sehat.
Melihat fenomena tersebut, Technical Director BRI Insurance (BRINS), Ade Zulfikar menyampaikan beberapa tips bagaimana millennials dapat mengelola keuangannya dengan lebih baik.
Baca Juga:&amp;nbsp; 6 Cara Hemat Uang untuk Biaya Hewan Peliharaan

1. Tentukan prioritas
Istilah YOLO (You Only Live Once) dan FOMO (Fear of Missing Out) seringkali dijadikan justifikasi millennials dalam perilaku konsumtif. Jangan hanya secara buta mengikuti tren tanpa memahami skala prioritas kebutuhan. Millennials kerap kesulitan dalam membedakan antara kebutuhan dan keinginan.
Hindari hal-hal yang bersifat konsumtif yang bukan kebutuhan utamamu, seperti terlalu sering belanja online dan hangout. Tentukan prioritas kebutuhan kamu dengan mengidentifikasi kegiatan sehari-hari kamu terlebih dahulu, hindari membeli barang dengan dasar keinginan bukan kebutuhan!
Baca Juga;&amp;nbsp; 5 Aturan Dana Darurat Bisa Bantu  Lewati Masa-Masa Sulit
 
2. Smart Spending
Millennials cenderung membeli sesuatu tanpa memperhatikan kondisi keuangan dan jangka panjang. Kesulitan membedakan keinginan dan kebutuhan menyebabkan millenials cenderung sulit mengelola keuangan.
Millennials dapat menerapkan rumus 40-30-20-10. Sisihkan 40% untuk keperluan sehari-hari, 30% untuk kebutuhan hutang, 20% untuk investasi, tabungan, atau asuransi, serta 10% untuk kebutuhan sosial. Nah melanjutkan point pertama, setelah menentukan skala prioritas, akan lebih mudah untuk dapat mengimplementasikan rumus 40-30-20-10, agar bisa lebih bijak dalam mengelola pengeluaran!
3. Investasi &amp;amp; Asuransi
Di umur yang masih muda, menjadi waktu yang tepat bagi generasi  millennials untuk mulai menyisihkan uangnya untuk berinvestasi. Fenomena  FIRE (Financial Independence Retire Early) yang sedang trend di  kalangan millennials membuat millennials banyak mencari &amp;lsquo;side hustle&amp;rsquo;  atau melakukan investasi yang bersifat &amp;lsquo;high risk high return&amp;rsquo;, namun  perlu dipahami bahwa investasi yang bersifat high risk tentunya perlu  diimbangin dengan pengetahuan dan analisa yang mendalam, oleh karena itu  peran financial advisor sangat penting untuk investor pemula khususnya  millennials.
Selain itu perlu dipahami bahwa risiko tak terduga dapat terjadi pada  siapapun, kapanpun dan dimanapun. Hal tersebut seharusnya menjadi  penting bagi semua orang untuk paham akan pentingnya terlindungi  asuransi, termasuk generasi milennial. Usia yang masih produktif dan  mobilitas yang tinggi tak seharusnya membuat milenial abai akan  pentingnya memiliki proteksi dalam setiap kegiatannya.
&amp;ldquo;Pilar pertama dalam pengelolaan keuangan adalah to protect and to  preserve. Jadi dalam pengelolaan kekayaan hal yang pertama harus  dilakukan adalah dengan memproteksi aset-aset yang dimiliki. Harus  dipahami bahwa risiko bisa terjadi pada siapapun, dan saat terpapar  risiko, sekaya apapun anda akan sulit melakukan recover secara  finansial, kecuali anda diproteksi oleh asuransi.&amp;rdquo; Jelas Ade.
Sayangnya, sampai saat ini masih banyak millennial yang belum sadar  akan pentingnya asuransi Salah satunya adalah mahalnya premi dan  sulitnya klaim premi, padahal asuransi dapat menjadi kunci milenial  untuk memiliki masa depan yang lebih terlindungi dan aman.</description><content:encoded>JAKARTA - Kemampuan mengelola keuangan sudah seharusnya dimiliki setiap generasi. Apalagi bagi generasi milenial yang memiliki peran besar dalam perekonomian.
Gaya hidup dan perilaku yang konsumtif menjadi salah satu faktor utama para generasi milenial ini cenderung lebih suka menikmati hidup yang kerap dianggap sebagai self reward dibanding menginvestasikan kekayaannya. Oleh sebab itu, generasi milenial ditengarai menghadapi risiko finansial lebih besar di masa mendatang akibat gaya pengelolaan keuangan yang kurang sehat.
Melihat fenomena tersebut, Technical Director BRI Insurance (BRINS), Ade Zulfikar menyampaikan beberapa tips bagaimana millennials dapat mengelola keuangannya dengan lebih baik.
Baca Juga:&amp;nbsp; 6 Cara Hemat Uang untuk Biaya Hewan Peliharaan

1. Tentukan prioritas
Istilah YOLO (You Only Live Once) dan FOMO (Fear of Missing Out) seringkali dijadikan justifikasi millennials dalam perilaku konsumtif. Jangan hanya secara buta mengikuti tren tanpa memahami skala prioritas kebutuhan. Millennials kerap kesulitan dalam membedakan antara kebutuhan dan keinginan.
Hindari hal-hal yang bersifat konsumtif yang bukan kebutuhan utamamu, seperti terlalu sering belanja online dan hangout. Tentukan prioritas kebutuhan kamu dengan mengidentifikasi kegiatan sehari-hari kamu terlebih dahulu, hindari membeli barang dengan dasar keinginan bukan kebutuhan!
Baca Juga;&amp;nbsp; 5 Aturan Dana Darurat Bisa Bantu  Lewati Masa-Masa Sulit
 
2. Smart Spending
Millennials cenderung membeli sesuatu tanpa memperhatikan kondisi keuangan dan jangka panjang. Kesulitan membedakan keinginan dan kebutuhan menyebabkan millenials cenderung sulit mengelola keuangan.
Millennials dapat menerapkan rumus 40-30-20-10. Sisihkan 40% untuk keperluan sehari-hari, 30% untuk kebutuhan hutang, 20% untuk investasi, tabungan, atau asuransi, serta 10% untuk kebutuhan sosial. Nah melanjutkan point pertama, setelah menentukan skala prioritas, akan lebih mudah untuk dapat mengimplementasikan rumus 40-30-20-10, agar bisa lebih bijak dalam mengelola pengeluaran!
3. Investasi &amp;amp; Asuransi
Di umur yang masih muda, menjadi waktu yang tepat bagi generasi  millennials untuk mulai menyisihkan uangnya untuk berinvestasi. Fenomena  FIRE (Financial Independence Retire Early) yang sedang trend di  kalangan millennials membuat millennials banyak mencari &amp;lsquo;side hustle&amp;rsquo;  atau melakukan investasi yang bersifat &amp;lsquo;high risk high return&amp;rsquo;, namun  perlu dipahami bahwa investasi yang bersifat high risk tentunya perlu  diimbangin dengan pengetahuan dan analisa yang mendalam, oleh karena itu  peran financial advisor sangat penting untuk investor pemula khususnya  millennials.
Selain itu perlu dipahami bahwa risiko tak terduga dapat terjadi pada  siapapun, kapanpun dan dimanapun. Hal tersebut seharusnya menjadi  penting bagi semua orang untuk paham akan pentingnya terlindungi  asuransi, termasuk generasi milennial. Usia yang masih produktif dan  mobilitas yang tinggi tak seharusnya membuat milenial abai akan  pentingnya memiliki proteksi dalam setiap kegiatannya.
&amp;ldquo;Pilar pertama dalam pengelolaan keuangan adalah to protect and to  preserve. Jadi dalam pengelolaan kekayaan hal yang pertama harus  dilakukan adalah dengan memproteksi aset-aset yang dimiliki. Harus  dipahami bahwa risiko bisa terjadi pada siapapun, dan saat terpapar  risiko, sekaya apapun anda akan sulit melakukan recover secara  finansial, kecuali anda diproteksi oleh asuransi.&amp;rdquo; Jelas Ade.
Sayangnya, sampai saat ini masih banyak millennial yang belum sadar  akan pentingnya asuransi Salah satunya adalah mahalnya premi dan  sulitnya klaim premi, padahal asuransi dapat menjadi kunci milenial  untuk memiliki masa depan yang lebih terlindungi dan aman.</content:encoded></item></channel></rss>
