<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Soal LKPP, Jokowi Janji Perhatikan Rekomendasi BPK</title><description>Presiden Jokowi berjanji akan memperhatikan rekomendasi BPK atas laporan keuangan pemerintah pusat (LKPP) tahun 2020.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/25/320/2430876/soal-lkpp-jokowi-janji-perhatikan-rekomendasi-bpk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/06/25/320/2430876/soal-lkpp-jokowi-janji-perhatikan-rekomendasi-bpk"/><item><title>Soal LKPP, Jokowi Janji Perhatikan Rekomendasi BPK</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/25/320/2430876/soal-lkpp-jokowi-janji-perhatikan-rekomendasi-bpk</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/06/25/320/2430876/soal-lkpp-jokowi-janji-perhatikan-rekomendasi-bpk</guid><pubDate>Jum'at 25 Juni 2021 14:35 WIB</pubDate><dc:creator>Dita Angga R</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/25/320/2430876/soal-lkpp-jokowi-janji-perhatikan-rekomendasi-bpk-wezAte5MBb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi (Foto: Setkab)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/25/320/2430876/soal-lkpp-jokowi-janji-perhatikan-rekomendasi-bpk-wezAte5MBb.jpg</image><title>Presiden Jokowi (Foto: Setkab)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berjanji akan memperhatikan rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas laporan keuangan pemerintah pusat (LKPP) tahun 2020. Pasalnya dia ingin agar uang rakyat dapat digunakan dengan sebaik-baiknya dan dikelola secara akuntabel.
Hal ini disampaikan Jokowi saat menerima hasil pemeriksaan terhadap LKPP tahun 2020.
&amp;ldquo;Karena kita ingin mempergunakan uang rakyat dengan sebaik-baiknya, dikelola dengan transparan dan akuntabel. Kualitas belanja semakin baik, makin tepat sasaran, memastikan setiap rupiah yang dibelanjakan betul-betul dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, oleh rakyat. Karena itu pemerintah akan sangat memperhatikan rekomendasi-rekomendasi BPK dalam mengelola pembiayaan APBN,&amp;rdquo; katanya di Istana Negara (25/6/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Jokowi: Defisit Anggaran Dibiayai dari Sumber yang Aman
Jokowi secara khusus meminta jajarannya di pemerintah pusat maupun daerah untuk segera menindaklanjuti rekomendasi-rekomendasi dari BPK.
Baca Juga:&amp;nbsp;Di Depan Jokowi, BPK Bongkar Anggaran Covid-19
&amp;ldquo;Terakhir saya minta kepada para menteri, para kepala lembaga dan kepala daerah agar semua rekomendasi pemeriksaan BPK segera ditindaklanjuti dan diselesaikan,&amp;rdquo; ungkapnya.Pada kesempatan itu, Ketua BPK Agung Firman Sampurna dalam laporannya merinci opini terhadap 86 Laporan Keuangan Kementerian Lembaga (LKKL) dan Laporan Keuangan Bendahara Umum Negara (LKBUN), yaitu 2 kementerian dan lembaga mendapatkan opini wajar dengan pengecualian (WDP) dan 84 LKKL dan LKBUN mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian (WTP).
&quot;Dari hasil pemeriksaan atas LKPP sebagai konsolidasi dari 86 LKKL dan 1 LKBUN tahun 2020 menunjukkan bahwa LKPP telah disajikan secara wajar dalam semua hal yang material sesuai dengan standar akuntansi pemerintahan sehingga opininya adalah Wajar Tanpa Pengecualian (WTP),&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berjanji akan memperhatikan rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas laporan keuangan pemerintah pusat (LKPP) tahun 2020. Pasalnya dia ingin agar uang rakyat dapat digunakan dengan sebaik-baiknya dan dikelola secara akuntabel.
Hal ini disampaikan Jokowi saat menerima hasil pemeriksaan terhadap LKPP tahun 2020.
&amp;ldquo;Karena kita ingin mempergunakan uang rakyat dengan sebaik-baiknya, dikelola dengan transparan dan akuntabel. Kualitas belanja semakin baik, makin tepat sasaran, memastikan setiap rupiah yang dibelanjakan betul-betul dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, oleh rakyat. Karena itu pemerintah akan sangat memperhatikan rekomendasi-rekomendasi BPK dalam mengelola pembiayaan APBN,&amp;rdquo; katanya di Istana Negara (25/6/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Jokowi: Defisit Anggaran Dibiayai dari Sumber yang Aman
Jokowi secara khusus meminta jajarannya di pemerintah pusat maupun daerah untuk segera menindaklanjuti rekomendasi-rekomendasi dari BPK.
Baca Juga:&amp;nbsp;Di Depan Jokowi, BPK Bongkar Anggaran Covid-19
&amp;ldquo;Terakhir saya minta kepada para menteri, para kepala lembaga dan kepala daerah agar semua rekomendasi pemeriksaan BPK segera ditindaklanjuti dan diselesaikan,&amp;rdquo; ungkapnya.Pada kesempatan itu, Ketua BPK Agung Firman Sampurna dalam laporannya merinci opini terhadap 86 Laporan Keuangan Kementerian Lembaga (LKKL) dan Laporan Keuangan Bendahara Umum Negara (LKBUN), yaitu 2 kementerian dan lembaga mendapatkan opini wajar dengan pengecualian (WDP) dan 84 LKKL dan LKBUN mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian (WTP).
&quot;Dari hasil pemeriksaan atas LKPP sebagai konsolidasi dari 86 LKKL dan 1 LKBUN tahun 2020 menunjukkan bahwa LKPP telah disajikan secara wajar dalam semua hal yang material sesuai dengan standar akuntansi pemerintahan sehingga opininya adalah Wajar Tanpa Pengecualian (WTP),&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
