<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lonjakan Kasus Covid-19, Target Pertumbuhan Ekonomi 7% Sulit Dicapai</title><description>Lonjakan kasus positif Covid-19 bakal jadi batu sandungan pertumbuhan ekonomi tahun ini</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/25/320/2430938/lonjakan-kasus-covid-19-target-pertumbuhan-ekonomi-7-sulit-dicapai</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/06/25/320/2430938/lonjakan-kasus-covid-19-target-pertumbuhan-ekonomi-7-sulit-dicapai"/><item><title>Lonjakan Kasus Covid-19, Target Pertumbuhan Ekonomi 7% Sulit Dicapai</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/25/320/2430938/lonjakan-kasus-covid-19-target-pertumbuhan-ekonomi-7-sulit-dicapai</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/06/25/320/2430938/lonjakan-kasus-covid-19-target-pertumbuhan-ekonomi-7-sulit-dicapai</guid><pubDate>Jum'at 25 Juni 2021 16:15 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/25/320/2430938/lonjakan-kasus-covid-19-target-pertumbuhan-ekonomi-7-sulit-dicapai-zg5dzwZNf4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Target Ekonomi RI Sulit Tercapai karena Lonjakan Covid-19. (Foto: Okezone.com/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/25/320/2430938/lonjakan-kasus-covid-19-target-pertumbuhan-ekonomi-7-sulit-dicapai-zg5dzwZNf4.jpg</image><title>Target Ekonomi RI Sulit Tercapai karena Lonjakan Covid-19. (Foto: Okezone.com/Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Lonjakan kasus positif Covid-19 bakal jadi batu sandungan pertumbuhan ekonomi tahun ini. Kasus Covid saat ini berpotensi mengancam pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2021.
Tercatat pada Kamis (24/6/2021), lonjakan kasus positif di Jakarta melonjak drastis, yakni mencapai 7.505 kasus dalam sehari.
Baca Juga:&amp;nbsp;Pertumbuhan Ekonomi RI Diprediksi 4,4% di 2021, Tahun Depan Tumbuh 5%
Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE), Piter Abdullah menilai, pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2021 diprediksi masih berada di kisaran 3% hingga 4%.
&amp;ldquo;Meskipun ada lonjakan kasus, tapi sementara ini saya belum ada revisi. Proyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal II-2021 itu masih di kisaran 3% hingga 4%,&amp;rdquo; ujarnya saat dihubungi MNC Portal Indonesia, di Jakarta, Jumat (25/6/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Gubernur BI Yakin Ekonomi 2021 Tumbuh 5,1%
Menurut Piter, tanpa adanya lonjakan kasus positif Covid-19, target pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2021 cukup sulit untuk mencapai 7%.
&amp;ldquo;Tanpa ada lonjakan kasus pun saya tidak yakin target 7% hingga 8% bisa tercapai,&amp;rdquo; ujar dia.
Lanjutnya, dengan asumsi pengetatan PPKM Mikro hanya berlangsung singkat, maka pertumbuhan ekonomi di kuartal III-2021 akan sedikit terdampak.
&amp;ldquo;Dengan asumsi penebalan PPKM hanya berlangsung singkat, pertumbuhan ekonomi di Triwulan III akan terdampak minimal. Sehingga, pertumbuhan ekonomi full year masih akan di kisaran 3% hingga 4%,&amp;rdquo; ucap Piter.Sementara itu, Piter mengatakan, jika lonjakan kasus positif Covid-19 saat ini berlangsung lebih lama, tentunya kondisi tersebut akan mengancam lebih besar pertumbuhan ekonomi Indonesia.
&amp;ldquo;Apabila second wave ini berlangsung lebih lama dan mendorong pemerintah terus melakukan penebalan PPKM, dampaknya mengkoreksi pertumbuhan akan lebih besar,&amp;rdquo; kata dia.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani memprediksi ekonomi kuartal II-2021 berkisar di 7,1% hingga 8,3%. Akan tetapi, angka tersebut dapat berubah seiring melonjaknya kasus positif Covid-19 setiap harinya.&amp;nbsp;</description><content:encoded>JAKARTA - Lonjakan kasus positif Covid-19 bakal jadi batu sandungan pertumbuhan ekonomi tahun ini. Kasus Covid saat ini berpotensi mengancam pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2021.
Tercatat pada Kamis (24/6/2021), lonjakan kasus positif di Jakarta melonjak drastis, yakni mencapai 7.505 kasus dalam sehari.
Baca Juga:&amp;nbsp;Pertumbuhan Ekonomi RI Diprediksi 4,4% di 2021, Tahun Depan Tumbuh 5%
Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE), Piter Abdullah menilai, pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2021 diprediksi masih berada di kisaran 3% hingga 4%.
&amp;ldquo;Meskipun ada lonjakan kasus, tapi sementara ini saya belum ada revisi. Proyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal II-2021 itu masih di kisaran 3% hingga 4%,&amp;rdquo; ujarnya saat dihubungi MNC Portal Indonesia, di Jakarta, Jumat (25/6/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Gubernur BI Yakin Ekonomi 2021 Tumbuh 5,1%
Menurut Piter, tanpa adanya lonjakan kasus positif Covid-19, target pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2021 cukup sulit untuk mencapai 7%.
&amp;ldquo;Tanpa ada lonjakan kasus pun saya tidak yakin target 7% hingga 8% bisa tercapai,&amp;rdquo; ujar dia.
Lanjutnya, dengan asumsi pengetatan PPKM Mikro hanya berlangsung singkat, maka pertumbuhan ekonomi di kuartal III-2021 akan sedikit terdampak.
&amp;ldquo;Dengan asumsi penebalan PPKM hanya berlangsung singkat, pertumbuhan ekonomi di Triwulan III akan terdampak minimal. Sehingga, pertumbuhan ekonomi full year masih akan di kisaran 3% hingga 4%,&amp;rdquo; ucap Piter.Sementara itu, Piter mengatakan, jika lonjakan kasus positif Covid-19 saat ini berlangsung lebih lama, tentunya kondisi tersebut akan mengancam lebih besar pertumbuhan ekonomi Indonesia.
&amp;ldquo;Apabila second wave ini berlangsung lebih lama dan mendorong pemerintah terus melakukan penebalan PPKM, dampaknya mengkoreksi pertumbuhan akan lebih besar,&amp;rdquo; kata dia.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani memprediksi ekonomi kuartal II-2021 berkisar di 7,1% hingga 8,3%. Akan tetapi, angka tersebut dapat berubah seiring melonjaknya kasus positif Covid-19 setiap harinya.&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
