<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Erick Thohir Ingatkan Direksi dan Komisaris BUMN Saling Kerjasama</title><description>Menteri BUMN Erick Thohir mengingatkan para Direksi dan Komisaris BUMN untuk saling bekerjasama dalam membangun perusahaan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/26/320/2431241/erick-thohir-ingatkan-direksi-dan-komisaris-bumn-saling-kerjasama</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/06/26/320/2431241/erick-thohir-ingatkan-direksi-dan-komisaris-bumn-saling-kerjasama"/><item><title>Erick Thohir Ingatkan Direksi dan Komisaris BUMN Saling Kerjasama</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/26/320/2431241/erick-thohir-ingatkan-direksi-dan-komisaris-bumn-saling-kerjasama</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/06/26/320/2431241/erick-thohir-ingatkan-direksi-dan-komisaris-bumn-saling-kerjasama</guid><pubDate>Sabtu 26 Juni 2021 11:48 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/26/320/2431241/erick-thohir-ingatkan-direksi-dan-komisaris-bumn-saling-kerjasama-butB2TRc3I.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Kementerian BUMN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/26/320/2431241/erick-thohir-ingatkan-direksi-dan-komisaris-bumn-saling-kerjasama-butB2TRc3I.jpg</image><title>Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Kementerian BUMN)</title></images><description>JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir mengingatkan para Direksi dan Komisaris BUMN untuk saling bekerjasama dalam membangun perusahaan. Dia menyoroti sinergitas antara dewan komisaris dan direksi perusahaan pelat merah.
Menteri BUMN, Erick Thohir menyebut, keseimbangan dan kerja sama direksi dan komisaris BUMN penting dalam menjalankan transformasi bisnis model perusahaan.
Baca Juga: Erick Thohir: 60% BUMN Masih Bergantung pada Penugasan Negara
 
&quot;Keseimbangan kerjasama antara direksi dan komisaris, dan antar direksi serta antar komisaris sangatlah penting. Kerjasama tim atau teamwork itu menjadi kunci. Kita jangan perpanjang birokrasi tapi kita harus melakukan transformasi secara bersama, hubungan direksi dan komisaris itu sangat penting,&quot; ujar Erick, Sabtu (26/6/2021).
Bahkan, dia kembali mengingatkan tugas dan fungsi manajemen perseroan. Dimana, direksi adalah kepemimpinan yang secara langsung menjalankan bisnis perusahaan keseharian.
Baca Juga: RUU BUMN, Tanri Abeng Siapkan Buku Privatisasi dan IPO Perusahaan Negara
 
Sementara komisaris berfungsi melakukan pengawasan dan memastikan keseimbangan (check and balance), apakah target-target Key Performance Indicator (KPI) direksi sesuai dengan target pemegang saham.
Perkara sinergitas manajemen perusahaan negara memang menjadi sorotan sejumlah pihak. Perhatian serupa juga datang dari lembaga legislatif atau DPR dan Mantan Menteri BUMN Tanri Abeng.
Dalam pembahasan naskah Rancangan Undang-Undang (RUU) BUMN, dihadapan  panitia kerja (panja), Tanri membongkar terkait permasalahan utama  ribut-ribut komisaris dan direksi.
Menurutnya, perkara keributan biasanya terkait soal pembahasan  rencana program dan kinerja perusahaan. Dimana, komisaris tidak  dilibatkan dalam pembahasan tersebut. Semestinya komisaris utama  sekaligus sebagai dewan pengawas dilibatkan.
Dengan begitu, komisaris memahami rencana program kerja para direksi.  Meski begitu, keterlibatan komisaris sangat minim sehingga menimbulkan  kegaduhan di internal perusahaan.
&quot;Jika proses perencanaan itu sama-sama, pengawasannya akan jauh lebih  mudah. Karena dia (komisaris) tahu apa yang akan diawasi. Direksi harus  melakukan eksekusi dan dewan komisaris melakukan pengawasan,&quot; ungkap  mantan komisaris utama Pertamina itu.
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir mengingatkan para Direksi dan Komisaris BUMN untuk saling bekerjasama dalam membangun perusahaan. Dia menyoroti sinergitas antara dewan komisaris dan direksi perusahaan pelat merah.
Menteri BUMN, Erick Thohir menyebut, keseimbangan dan kerja sama direksi dan komisaris BUMN penting dalam menjalankan transformasi bisnis model perusahaan.
Baca Juga: Erick Thohir: 60% BUMN Masih Bergantung pada Penugasan Negara
 
&quot;Keseimbangan kerjasama antara direksi dan komisaris, dan antar direksi serta antar komisaris sangatlah penting. Kerjasama tim atau teamwork itu menjadi kunci. Kita jangan perpanjang birokrasi tapi kita harus melakukan transformasi secara bersama, hubungan direksi dan komisaris itu sangat penting,&quot; ujar Erick, Sabtu (26/6/2021).
Bahkan, dia kembali mengingatkan tugas dan fungsi manajemen perseroan. Dimana, direksi adalah kepemimpinan yang secara langsung menjalankan bisnis perusahaan keseharian.
Baca Juga: RUU BUMN, Tanri Abeng Siapkan Buku Privatisasi dan IPO Perusahaan Negara
 
Sementara komisaris berfungsi melakukan pengawasan dan memastikan keseimbangan (check and balance), apakah target-target Key Performance Indicator (KPI) direksi sesuai dengan target pemegang saham.
Perkara sinergitas manajemen perusahaan negara memang menjadi sorotan sejumlah pihak. Perhatian serupa juga datang dari lembaga legislatif atau DPR dan Mantan Menteri BUMN Tanri Abeng.
Dalam pembahasan naskah Rancangan Undang-Undang (RUU) BUMN, dihadapan  panitia kerja (panja), Tanri membongkar terkait permasalahan utama  ribut-ribut komisaris dan direksi.
Menurutnya, perkara keributan biasanya terkait soal pembahasan  rencana program dan kinerja perusahaan. Dimana, komisaris tidak  dilibatkan dalam pembahasan tersebut. Semestinya komisaris utama  sekaligus sebagai dewan pengawas dilibatkan.
Dengan begitu, komisaris memahami rencana program kerja para direksi.  Meski begitu, keterlibatan komisaris sangat minim sehingga menimbulkan  kegaduhan di internal perusahaan.
&quot;Jika proses perencanaan itu sama-sama, pengawasannya akan jauh lebih  mudah. Karena dia (komisaris) tahu apa yang akan diawasi. Direksi harus  melakukan eksekusi dan dewan komisaris melakukan pengawasan,&quot; ungkap  mantan komisaris utama Pertamina itu.
</content:encoded></item></channel></rss>
