<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Anak Usaha Pertamina Ajak 3 Perusahaan Korsel Garap Refinery Unit II</title><description>PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) dan PT Nindya Karya (Persero) bekerjasama dengan perusahaan Korsel.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/26/320/2431296/anak-usaha-pertamina-ajak-3-perusahaan-korsel-garap-refinery-unit-ii</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/06/26/320/2431296/anak-usaha-pertamina-ajak-3-perusahaan-korsel-garap-refinery-unit-ii"/><item><title>Anak Usaha Pertamina Ajak 3 Perusahaan Korsel Garap Refinery Unit II</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/26/320/2431296/anak-usaha-pertamina-ajak-3-perusahaan-korsel-garap-refinery-unit-ii</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/06/26/320/2431296/anak-usaha-pertamina-ajak-3-perusahaan-korsel-garap-refinery-unit-ii</guid><pubDate>Sabtu 26 Juni 2021 14:16 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/26/320/2431296/anak-usaha-pertamina-ajak-3-perusahaan-korsel-garap-refinery-unit-ii-PnfkVeJfMC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kilang Minyak (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/26/320/2431296/anak-usaha-pertamina-ajak-3-perusahaan-korsel-garap-refinery-unit-ii-PnfkVeJfMC.jpg</image><title>Kilang Minyak (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Anak Usaha Pertamina yakni PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) dan PT Nindya Karya (Persero) BUMN di sektor Jasa Konstruksi, Engineering Procurement Construction (EPC) &amp;amp; Investasi menggandeng tiga perusahaan asal Korea Selatan, LOTTE Engineering &amp;amp; Construction, KOREIT dan DH Global melaksanakan Penandatanganan Perjanjian Studi Bersama (Joint Study Agreement/JSA) terkait pengembangan Refinery Unit II, Dumai.
Adapun ruang lingkup dalam perjanjian tersebut meliputi aspek teknis maupun bisnis. Diantaranya, kajian konfigurasi yang terdiri peninjauan unit Residu Fluid Catalytic Cracking (RFCC) dan studi optimasi untuk memproduksi produk yang bernilai tinggi.
Baca Juga: 5 Fakta Ahok Hapus Kartu Kredit Pejabat Pertamina, Ternyata Tak Sampai Rp30 Miliar
 
Sedangkan dari aspek bisnis meliputi kajian model bisnis, termasuk skema pendanaan dan skema bisnis yang optimal bagi para pihak.
Kemudian, melakukan kajian kelayakan atas proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Dumai, melakukan kajian studi pasar serta melakukan pemetaan atas pihak-pihak lain yang dapat berkolaborasi untuk mendukung kelayakan proyek.
Baca Juga: Harga Pertamax Bakal Naik?
 
Kementerian Koordinasi Maritim dan Investasi mencatat studi bersama proyek tersebut telah menelan investasi hingga 1 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp14,46 miliar (kurs Rp14.462). Investasi merupakan hasil patungan dari KPI, Nindya Karya, dan DH Global.
&quot;Pihak Korea Selatan, dalam hal ini DH Global, berani membuat komitmen kira-kira 650.000, dolar AS, lalu sisanya 350.000 dolar AS, itu akan dibagi antara Pertamina Kilang dan Nindya Karya,&quot; kata Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Kemenkomarinves, Basilio Dias Araujo, Sabtu (26/6/2021).Basilio menyebut, revitalisasi kilang unit II Dumai merupakan satu  dari enam kilang yang masuk dalam program RDMP dalam rangka meningkatkan  kedaulatan energi nasional.
Dirinya berharap langkah kerja sama tersebut dapat dilanjutkan dengan langkah-langkah berikutnya untuk dapat direalisasikan.
Posisi Nindya dalam Proyek Pengembangan Refinery Unit II, Dumai  sendiri sejalan dengan visi perusahaan untuk menjadi perusahaan global  di bidang konstruksi dan investasi berbasis engineering yang terpercaya,  terkemuka dan berkelanjutan.
Kegiatan penandatangan dilakukan oleh Direktur Utama Nindya, Haedar  A. Karim dan Direktur Utama PT Kilang Pertamina International, Djoko  Priyono secara langsung serta perwakilan dari DH Global, KOREIT dan  LOTTE Engineering &amp;amp; Construction secara online, hingga disaksikan  oleh Basilio Dias Araujo.</description><content:encoded>JAKARTA - Anak Usaha Pertamina yakni PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) dan PT Nindya Karya (Persero) BUMN di sektor Jasa Konstruksi, Engineering Procurement Construction (EPC) &amp;amp; Investasi menggandeng tiga perusahaan asal Korea Selatan, LOTTE Engineering &amp;amp; Construction, KOREIT dan DH Global melaksanakan Penandatanganan Perjanjian Studi Bersama (Joint Study Agreement/JSA) terkait pengembangan Refinery Unit II, Dumai.
Adapun ruang lingkup dalam perjanjian tersebut meliputi aspek teknis maupun bisnis. Diantaranya, kajian konfigurasi yang terdiri peninjauan unit Residu Fluid Catalytic Cracking (RFCC) dan studi optimasi untuk memproduksi produk yang bernilai tinggi.
Baca Juga: 5 Fakta Ahok Hapus Kartu Kredit Pejabat Pertamina, Ternyata Tak Sampai Rp30 Miliar
 
Sedangkan dari aspek bisnis meliputi kajian model bisnis, termasuk skema pendanaan dan skema bisnis yang optimal bagi para pihak.
Kemudian, melakukan kajian kelayakan atas proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Dumai, melakukan kajian studi pasar serta melakukan pemetaan atas pihak-pihak lain yang dapat berkolaborasi untuk mendukung kelayakan proyek.
Baca Juga: Harga Pertamax Bakal Naik?
 
Kementerian Koordinasi Maritim dan Investasi mencatat studi bersama proyek tersebut telah menelan investasi hingga 1 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp14,46 miliar (kurs Rp14.462). Investasi merupakan hasil patungan dari KPI, Nindya Karya, dan DH Global.
&quot;Pihak Korea Selatan, dalam hal ini DH Global, berani membuat komitmen kira-kira 650.000, dolar AS, lalu sisanya 350.000 dolar AS, itu akan dibagi antara Pertamina Kilang dan Nindya Karya,&quot; kata Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Kemenkomarinves, Basilio Dias Araujo, Sabtu (26/6/2021).Basilio menyebut, revitalisasi kilang unit II Dumai merupakan satu  dari enam kilang yang masuk dalam program RDMP dalam rangka meningkatkan  kedaulatan energi nasional.
Dirinya berharap langkah kerja sama tersebut dapat dilanjutkan dengan langkah-langkah berikutnya untuk dapat direalisasikan.
Posisi Nindya dalam Proyek Pengembangan Refinery Unit II, Dumai  sendiri sejalan dengan visi perusahaan untuk menjadi perusahaan global  di bidang konstruksi dan investasi berbasis engineering yang terpercaya,  terkemuka dan berkelanjutan.
Kegiatan penandatangan dilakukan oleh Direktur Utama Nindya, Haedar  A. Karim dan Direktur Utama PT Kilang Pertamina International, Djoko  Priyono secara langsung serta perwakilan dari DH Global, KOREIT dan  LOTTE Engineering &amp;amp; Construction secara online, hingga disaksikan  oleh Basilio Dias Araujo.</content:encoded></item></channel></rss>
