<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>131 Pekerja Migran Bermasalah Dideportasi dari Malaysia</title><description>Kemnaker menyatakan adanya pemulangan kelompok rentan gelombang kedua berjumlah 131 PMIB/WNI.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/27/320/2431679/131-pekerja-migran-bermasalah-dideportasi-dari-malaysia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/06/27/320/2431679/131-pekerja-migran-bermasalah-dideportasi-dari-malaysia"/><item><title>131 Pekerja Migran Bermasalah Dideportasi dari Malaysia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/27/320/2431679/131-pekerja-migran-bermasalah-dideportasi-dari-malaysia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/06/27/320/2431679/131-pekerja-migran-bermasalah-dideportasi-dari-malaysia</guid><pubDate>Minggu 27 Juni 2021 20:23 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/27/320/2431679/131-pekerja-migran-bermasalah-dideportasi-dari-malaysia-UcDqQHlcJL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Buruh (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/27/320/2431679/131-pekerja-migran-bermasalah-dideportasi-dari-malaysia-UcDqQHlcJL.jpg</image><title>Buruh (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA -  Kemnaker menyatakan adanya pemulangan kelompok rentan gelombang kedua berjumlah 131 PMIB/WNI melalui Bandara Soetta Tangerang Banten. Kelompok ini tiba pada pukul 14.00 WIB dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia.
Berdasarkan gender, kelompok ini terdiri atas laki-laki 61 orang, perempuan 67 orang (terdapat wanita hamil 1 orang, sakit kanker 1 orang, sakit maag 1 orang namun dalam status fit to fly), 2 balita laki-laki, 1 balita perempuan.
&quot;Sehingga total berdasarkan jenis kelamin adalah laki-laki sebanyak 63 orang dan perempuan sebanyak 68 orang,&quot; ujar Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta dan PKK) Kemnaker Suhartono di Jakarta, Minggu (27/6/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Tingkatkan Kualitas, Menko Airlangga: Pekerja Migran Indonesia Berkualitas Memiliki Nilai Lebih Tinggi
Berdasarkan informasi dari Kemenlu, data kepulangan kelompok rentan gelombang kedua awalnya berjumlah 148 org PMIB/ WNI, namun terdapat 10 orang yang gagal terbang dikarenakan Covid-19 dan saat ini masih dalam penanganan karantina di Malaysia, 1 orang melahirkan, dan 6 orang dikategorikan kontak erat dengan yang positif.
&quot;Jadi hanya 131 PMIB/ WNI dalam status fit to fly,&quot; ucap Suhartono.
Biaya pemulangan dari Malaysia ke Indonesia ditanggung oleh Kemenlu dengan menggunakan anggaran pelindungan WNI. Sedangkan pemulangan ke daerah asal akan dilakukan oleh BP2MI dan Kemensos.
Baca Juga:&amp;nbsp;3.238 Pekerja Migran Jalani Karantina Covid-19 di Wisma Atlet Pademangan
&quot;Pelaksanaan pemulangan 131 PMIB/WNI ini dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, yg mana keseluruhan PMIB/WNI setelah tiba di Soetta akan melalui proses karantina selama 5 hari di wisma atlet dan akan dilakukan PCR setelah tiba di wisma atlet dan 1 hari sebelum pemulangan ke daerah asal,&quot; ungkap Suhartono.
Pemulangan 131 PMIB/WNI tersebut berasal dari 17 provinsi, meliputi:
Aceh 6 orang, Jambi 3 orang, Jawa Barat 10 orang, Jawa Tengah 4 orang, Jawa Timur 36 orang, Kalimantan Barat 1 orang, Kepulauan Riau 1 orang, Lampung 7 orang, NTB 7 orang, NTT 7 orang, Riau 1 orang, Sulawesi Barat 1 orang, Sulawesi Tengah 2 orang, Sumatera Barat 2 orang, Sumatera Selatan 6 orang, Sumatera Utara 36 orang, dan Yogyakarta 1 orang.</description><content:encoded>JAKARTA -  Kemnaker menyatakan adanya pemulangan kelompok rentan gelombang kedua berjumlah 131 PMIB/WNI melalui Bandara Soetta Tangerang Banten. Kelompok ini tiba pada pukul 14.00 WIB dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia.
Berdasarkan gender, kelompok ini terdiri atas laki-laki 61 orang, perempuan 67 orang (terdapat wanita hamil 1 orang, sakit kanker 1 orang, sakit maag 1 orang namun dalam status fit to fly), 2 balita laki-laki, 1 balita perempuan.
&quot;Sehingga total berdasarkan jenis kelamin adalah laki-laki sebanyak 63 orang dan perempuan sebanyak 68 orang,&quot; ujar Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta dan PKK) Kemnaker Suhartono di Jakarta, Minggu (27/6/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Tingkatkan Kualitas, Menko Airlangga: Pekerja Migran Indonesia Berkualitas Memiliki Nilai Lebih Tinggi
Berdasarkan informasi dari Kemenlu, data kepulangan kelompok rentan gelombang kedua awalnya berjumlah 148 org PMIB/ WNI, namun terdapat 10 orang yang gagal terbang dikarenakan Covid-19 dan saat ini masih dalam penanganan karantina di Malaysia, 1 orang melahirkan, dan 6 orang dikategorikan kontak erat dengan yang positif.
&quot;Jadi hanya 131 PMIB/ WNI dalam status fit to fly,&quot; ucap Suhartono.
Biaya pemulangan dari Malaysia ke Indonesia ditanggung oleh Kemenlu dengan menggunakan anggaran pelindungan WNI. Sedangkan pemulangan ke daerah asal akan dilakukan oleh BP2MI dan Kemensos.
Baca Juga:&amp;nbsp;3.238 Pekerja Migran Jalani Karantina Covid-19 di Wisma Atlet Pademangan
&quot;Pelaksanaan pemulangan 131 PMIB/WNI ini dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, yg mana keseluruhan PMIB/WNI setelah tiba di Soetta akan melalui proses karantina selama 5 hari di wisma atlet dan akan dilakukan PCR setelah tiba di wisma atlet dan 1 hari sebelum pemulangan ke daerah asal,&quot; ungkap Suhartono.
Pemulangan 131 PMIB/WNI tersebut berasal dari 17 provinsi, meliputi:
Aceh 6 orang, Jambi 3 orang, Jawa Barat 10 orang, Jawa Tengah 4 orang, Jawa Timur 36 orang, Kalimantan Barat 1 orang, Kepulauan Riau 1 orang, Lampung 7 orang, NTB 7 orang, NTT 7 orang, Riau 1 orang, Sulawesi Barat 1 orang, Sulawesi Tengah 2 orang, Sumatera Barat 2 orang, Sumatera Selatan 6 orang, Sumatera Utara 36 orang, dan Yogyakarta 1 orang.</content:encoded></item></channel></rss>
