<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>IHSG Diprediksi Menguat Hari Ini, Cermati Saham Berikut</title><description>Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada perdagangan  hari ini. Pergerakan IHSG akan berada di kisaran 6.030-6.040.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/28/278/2431837/ihsg-diprediksi-menguat-hari-ini-cermati-saham-berikut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/06/28/278/2431837/ihsg-diprediksi-menguat-hari-ini-cermati-saham-berikut"/><item><title>IHSG Diprediksi Menguat Hari Ini, Cermati Saham Berikut</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/28/278/2431837/ihsg-diprediksi-menguat-hari-ini-cermati-saham-berikut</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/06/28/278/2431837/ihsg-diprediksi-menguat-hari-ini-cermati-saham-berikut</guid><pubDate>Senin 28 Juni 2021 07:44 WIB</pubDate><dc:creator>Aditya Pratama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/28/278/2431837/ihsg-diprediksi-menguat-hari-ini-cermati-saham-berikut-KMziVxvWyM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/28/278/2431837/ihsg-diprediksi-menguat-hari-ini-cermati-saham-berikut-KMziVxvWyM.jpg</image><title>Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada perdagangan hari ini. Pergerakan IHSG akan berada di kisaran 6.030-6.040.
Analis Reliance Sekuritas, Lanjar Nafi mengatakan, IHSG secara teknikal bergerak terkonsolidasi menguji resistance Moving Average 5 hari dan Moving Average 20 hari di kisaran 6.030-6.040 sebagai konfirmasi arah penguatan selanjutnya.
Baca Juga: 9 Fakta IHSG Sepekan Menguat meski Corona Menggila
 
&quot;Indikator stochastic dan RSI bergerak terkonsolidasi pada area dekat overbought dan MACD yang bergerak bearish dalam histogram yang negatif. Sehingga IHSG berpeluang bergerak mendatar dengan percobaan menguat di awal pekan,&quot; ujar Lanjar dalam risetnya, Senin (28/6/2021).
Saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal di antaranya; AALI, ACES, ADRO, AKRA, ASII, GGRM, HMSP, INCO, INDY, JPFA, MEDC, PGAS, SIMP, TINS, UNTR.
Baca Juga: Riset Saham MNC Sekuritas: Waspadai Dampak Positivity Rate 18,8% ke IHSG
 
Sebelumnya, IHSG ditutup menguat 10,34 poin atau 0,17 persen ke level 6.022,40 setelah sempat menguat hingga nyari sepersen di awal sesi kedua. Saham BRIS (+12.8%), HMSP (+3.1%) dan AGRO (+3.1%) yang menjadi penopang pergerakan di saat saham ARTO (-2.2%), BMRI (-1.3%) dan BBCA (-0.3%) turun menekan hingga akhir sesi perdagangan.
Indeks sektor energi (+0.97%) naik signifikan mengiringi penguatan pada komoditas Batubara dan Minyak. Investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih sebesar 45.98 Miliar rupiah.Leader:
BRIS, HMSP, AGRO, SMMA, INCO
Laggard:
ARTO, BMRI, BBCA, BRPT, BBNI
Sementara itu, awal pekan ini bursa Asia diperkirakan dibuka dengan  hati-hati karena investor menilai laju pemulihan ekonomi. Investor akan  fokus pada bursa saham Australia setelah Sydney melakukan lockdown  selama dua minggu untuk membendung kebangkitan covid-19.
Saham global berakhir pekan lalu di rekor tertinggi karena kecemasan  tentang kemiringan hawkish Federal Reserve mereda, investor membalas  kekhawatiran bahwa pembuat kebijakan AS dinilai terburu-buru untuk  meningkatkan suku bunga meskipun tekanan inflasi meningkat.
Minyak membukukan kenaikan mingguan kelima berturut-turut, kenaikan  beruntun terpanjang sejak Desember, karena permintaan pulih dan pasokan  terus mengetat di AS dan China. Harga Timah (+0.24%) dan Nikel (+0.65%)  naik. Secara sentimen IHSG bergerak mendatar mencoba menguat di awal  pekan.</description><content:encoded>JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada perdagangan hari ini. Pergerakan IHSG akan berada di kisaran 6.030-6.040.
Analis Reliance Sekuritas, Lanjar Nafi mengatakan, IHSG secara teknikal bergerak terkonsolidasi menguji resistance Moving Average 5 hari dan Moving Average 20 hari di kisaran 6.030-6.040 sebagai konfirmasi arah penguatan selanjutnya.
Baca Juga: 9 Fakta IHSG Sepekan Menguat meski Corona Menggila
 
&quot;Indikator stochastic dan RSI bergerak terkonsolidasi pada area dekat overbought dan MACD yang bergerak bearish dalam histogram yang negatif. Sehingga IHSG berpeluang bergerak mendatar dengan percobaan menguat di awal pekan,&quot; ujar Lanjar dalam risetnya, Senin (28/6/2021).
Saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal di antaranya; AALI, ACES, ADRO, AKRA, ASII, GGRM, HMSP, INCO, INDY, JPFA, MEDC, PGAS, SIMP, TINS, UNTR.
Baca Juga: Riset Saham MNC Sekuritas: Waspadai Dampak Positivity Rate 18,8% ke IHSG
 
Sebelumnya, IHSG ditutup menguat 10,34 poin atau 0,17 persen ke level 6.022,40 setelah sempat menguat hingga nyari sepersen di awal sesi kedua. Saham BRIS (+12.8%), HMSP (+3.1%) dan AGRO (+3.1%) yang menjadi penopang pergerakan di saat saham ARTO (-2.2%), BMRI (-1.3%) dan BBCA (-0.3%) turun menekan hingga akhir sesi perdagangan.
Indeks sektor energi (+0.97%) naik signifikan mengiringi penguatan pada komoditas Batubara dan Minyak. Investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih sebesar 45.98 Miliar rupiah.Leader:
BRIS, HMSP, AGRO, SMMA, INCO
Laggard:
ARTO, BMRI, BBCA, BRPT, BBNI
Sementara itu, awal pekan ini bursa Asia diperkirakan dibuka dengan  hati-hati karena investor menilai laju pemulihan ekonomi. Investor akan  fokus pada bursa saham Australia setelah Sydney melakukan lockdown  selama dua minggu untuk membendung kebangkitan covid-19.
Saham global berakhir pekan lalu di rekor tertinggi karena kecemasan  tentang kemiringan hawkish Federal Reserve mereda, investor membalas  kekhawatiran bahwa pembuat kebijakan AS dinilai terburu-buru untuk  meningkatkan suku bunga meskipun tekanan inflasi meningkat.
Minyak membukukan kenaikan mingguan kelima berturut-turut, kenaikan  beruntun terpanjang sejak Desember, karena permintaan pulih dan pasokan  terus mengetat di AS dan China. Harga Timah (+0.24%) dan Nikel (+0.65%)  naik. Secara sentimen IHSG bergerak mendatar mencoba menguat di awal  pekan.</content:encoded></item></channel></rss>
