<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Medco Energi Kantongi Laba USD5,11 Juta di 3 Bulan Pertama 2021</title><description>PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mengantongi laba bersih sebesar USD5,11 juta pada kuartal I-2021.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/28/278/2431866/medco-energi-kantongi-laba-usd5-11-juta-di-3-bulan-pertama-2021</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/06/28/278/2431866/medco-energi-kantongi-laba-usd5-11-juta-di-3-bulan-pertama-2021"/><item><title>Medco Energi Kantongi Laba USD5,11 Juta di 3 Bulan Pertama 2021</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/28/278/2431866/medco-energi-kantongi-laba-usd5-11-juta-di-3-bulan-pertama-2021</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/06/28/278/2431866/medco-energi-kantongi-laba-usd5-11-juta-di-3-bulan-pertama-2021</guid><pubDate>Senin 28 Juni 2021 08:58 WIB</pubDate><dc:creator>Aditya Pratama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/28/278/2431866/medco-energi-kantongi-laba-usd5-11-juta-di-3-bulan-pertama-2021-bJ1iWWyrQ6.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/28/278/2431866/medco-energi-kantongi-laba-usd5-11-juta-di-3-bulan-pertama-2021-bJ1iWWyrQ6.jpeg</image><title>Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Shutterstock)</title></images><description>&amp;nbsp;JAKARTA - PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mengantongi laba bersih sebesar USD5,11 juta pada kuartal I-2021. Posis tersebut berbanding terbalik pada 31 Maret 2020 dengan rugi USD19,96 juta.
Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin (28/6/2021), perseroan mencatatkan pendapatan sebesar USD300,23 juta atau naik 8,58% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD276,499 juta dengan laba per saham dasar USD0,00020.
Baca Juga: Efek Covid-19, Medco Pangkas Belanja Modal
 
Belanja modal Migas Perseroan tercatat sebesar USD6 juta, rendahnya permintaan gas memungkinkan untuk dilakukan penangguhan belanja modal. Perseroan akan mempertahankan fleksibilitas keuangan untuk menanggapi permintaan gas yang meningkat. Sementara itu, belanja modal Ketenagalistrikan sebesar USD3 juta untuk kelanjutan proses commissioning proyek 275MW CCGPP Riau.
Lalu, utang Bersih terhadap EBITDA adalah 3,0x, meningkat signifikan mengikuti naiknya harga komoditas dan deleveraging baru-baru ini. Untuk Restricted Group utang adalah USD2,3 miliar atau turun 14% dan utang Bersih USD1,8 miliar atau turun 7% dari Kuartal I-2020.
Baca Juga: Strategi Medco Energi Mampu Bertahan hingga 40 Tahun
 
Adapun operasi Perseroan terdiri atas minyak dan gas, Medco Power, dan AMNT. Produksi Minyak dan Gas sebesar 101 mboepd, stabil dari tahun ke tahun meskipun portofolio gas lebih besar. Permintaan gas tetap rendah terutama di Aceh dan Jawa Timur.
Adapun biaya produksi per unit adalah USD8,7 per boe, sesuai dengan panduan setahun penuh. South Natuna Sea Block B mendapatkan perubahan terms keekonomian setelah menyelesaikan pengembangan lapangan minyak Forel yang sedang berlangsung.Perseroan juga menyelesaikan program Acid Fracturing pada dua sumur Alur Siwah untuk optimisasi produksi gas masa depan di Aceh.
Kemudian, Medco Power menghasilkan penjualan sebesar 666 GWh, turun  4% tahun ke tahun, terutama karena permintaan listrik yang lebih rendah,  32% dihasilkan dari energi terbarukan pada Kuartal I-2021. Lalu, CCGPP  275MW Riau telah 97% selesai, commissioning terus berlanjut dan  fasilitas berada sesuai rencana untuk operasi komersial di Kuartal  IV-2021.
Aliansi strategis dengan Kansai Electric Power Company ditutup pada  31 Maret 2021, memperkuat daya saing Medco Power pada proyek pembangkit  listrik tenaga gas di masa datang, serta pembangunan fasilitas Solar PV  26MWp di Sumbawa sedang berlangsung dengan operasi komersial diharapkan  pada Kuartal I-2022.
Selanjutnya, AMNT memproduksi 48 Mlbs tembaga dan 34 Koz emas dengan  terus mengakses bijih dari Fase 7. Pengembangan Fase 8 saat ini sedang  berlangsung.
AMNT memperoleh perpanjangan satu tahun izin ekspor untuk 579.444 Wet  Metric Ton dan penyelesaian proyek smelter telah mencapai progress 27%  per Januari 2021.
&amp;ldquo;Saya senang melaporkan hasil kinerja yang membaik dengan Laba Bersih  positif dan EBITDA yang meningkat. Harga komoditas terlihat telah  berangsur pulih, namun permintaan gas masih rendah. Kinerja operasional  dan keselamatan kerja kami tetap kuat, meskipun pandemi jelas belum  berakhir, kami terus menjaga protokol kesehatan dengan ketat,&quot; ujar CEO  MedcoEnergi Roberto Lorato dalam keterangan tertulis.
Sementara itu, Presiden Direktur MedcoEnergi Hilmi Panigoro  mengatakan, pihaknya berhasil menghasilkan kinerja awal yang positif di  tahun 2021. &quot;Perseroan akan terus mendukung pemulihan serta  memperbaharui komitmen kami terhadap pembangunan ekonomi dan sosial  jangka panjang yang berkelanjutan,&quot; ucapnya.
MedcoEnergi mencatatkan liabilitas sebesar USD4,63 miliar dan ekuitas  USD1,36 miliar. Adapun total aset Perseroan meningkat menjadi USD5,99  miliar dibanding tahun 2020 sebesar USD5,90 miliar.

</description><content:encoded>&amp;nbsp;JAKARTA - PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mengantongi laba bersih sebesar USD5,11 juta pada kuartal I-2021. Posis tersebut berbanding terbalik pada 31 Maret 2020 dengan rugi USD19,96 juta.
Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin (28/6/2021), perseroan mencatatkan pendapatan sebesar USD300,23 juta atau naik 8,58% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD276,499 juta dengan laba per saham dasar USD0,00020.
Baca Juga: Efek Covid-19, Medco Pangkas Belanja Modal
 
Belanja modal Migas Perseroan tercatat sebesar USD6 juta, rendahnya permintaan gas memungkinkan untuk dilakukan penangguhan belanja modal. Perseroan akan mempertahankan fleksibilitas keuangan untuk menanggapi permintaan gas yang meningkat. Sementara itu, belanja modal Ketenagalistrikan sebesar USD3 juta untuk kelanjutan proses commissioning proyek 275MW CCGPP Riau.
Lalu, utang Bersih terhadap EBITDA adalah 3,0x, meningkat signifikan mengikuti naiknya harga komoditas dan deleveraging baru-baru ini. Untuk Restricted Group utang adalah USD2,3 miliar atau turun 14% dan utang Bersih USD1,8 miliar atau turun 7% dari Kuartal I-2020.
Baca Juga: Strategi Medco Energi Mampu Bertahan hingga 40 Tahun
 
Adapun operasi Perseroan terdiri atas minyak dan gas, Medco Power, dan AMNT. Produksi Minyak dan Gas sebesar 101 mboepd, stabil dari tahun ke tahun meskipun portofolio gas lebih besar. Permintaan gas tetap rendah terutama di Aceh dan Jawa Timur.
Adapun biaya produksi per unit adalah USD8,7 per boe, sesuai dengan panduan setahun penuh. South Natuna Sea Block B mendapatkan perubahan terms keekonomian setelah menyelesaikan pengembangan lapangan minyak Forel yang sedang berlangsung.Perseroan juga menyelesaikan program Acid Fracturing pada dua sumur Alur Siwah untuk optimisasi produksi gas masa depan di Aceh.
Kemudian, Medco Power menghasilkan penjualan sebesar 666 GWh, turun  4% tahun ke tahun, terutama karena permintaan listrik yang lebih rendah,  32% dihasilkan dari energi terbarukan pada Kuartal I-2021. Lalu, CCGPP  275MW Riau telah 97% selesai, commissioning terus berlanjut dan  fasilitas berada sesuai rencana untuk operasi komersial di Kuartal  IV-2021.
Aliansi strategis dengan Kansai Electric Power Company ditutup pada  31 Maret 2021, memperkuat daya saing Medco Power pada proyek pembangkit  listrik tenaga gas di masa datang, serta pembangunan fasilitas Solar PV  26MWp di Sumbawa sedang berlangsung dengan operasi komersial diharapkan  pada Kuartal I-2022.
Selanjutnya, AMNT memproduksi 48 Mlbs tembaga dan 34 Koz emas dengan  terus mengakses bijih dari Fase 7. Pengembangan Fase 8 saat ini sedang  berlangsung.
AMNT memperoleh perpanjangan satu tahun izin ekspor untuk 579.444 Wet  Metric Ton dan penyelesaian proyek smelter telah mencapai progress 27%  per Januari 2021.
&amp;ldquo;Saya senang melaporkan hasil kinerja yang membaik dengan Laba Bersih  positif dan EBITDA yang meningkat. Harga komoditas terlihat telah  berangsur pulih, namun permintaan gas masih rendah. Kinerja operasional  dan keselamatan kerja kami tetap kuat, meskipun pandemi jelas belum  berakhir, kami terus menjaga protokol kesehatan dengan ketat,&quot; ujar CEO  MedcoEnergi Roberto Lorato dalam keterangan tertulis.
Sementara itu, Presiden Direktur MedcoEnergi Hilmi Panigoro  mengatakan, pihaknya berhasil menghasilkan kinerja awal yang positif di  tahun 2021. &quot;Perseroan akan terus mendukung pemulihan serta  memperbaharui komitmen kami terhadap pembangunan ekonomi dan sosial  jangka panjang yang berkelanjutan,&quot; ucapnya.
MedcoEnergi mencatatkan liabilitas sebesar USD4,63 miliar dan ekuitas  USD1,36 miliar. Adapun total aset Perseroan meningkat menjadi USD5,99  miliar dibanding tahun 2020 sebesar USD5,90 miliar.

</content:encoded></item></channel></rss>
