<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>IHSG Masih Melemah di Jeda Sesi I</title><description>Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih terjebak di zona merah pada jeda perdagangan siang ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/28/278/2431946/ihsg-masih-melemah-di-jeda-sesi-i</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/06/28/278/2431946/ihsg-masih-melemah-di-jeda-sesi-i"/><item><title>IHSG Masih Melemah di Jeda Sesi I</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/28/278/2431946/ihsg-masih-melemah-di-jeda-sesi-i</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/06/28/278/2431946/ihsg-masih-melemah-di-jeda-sesi-i</guid><pubDate>Senin 28 Juni 2021 11:57 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/28/278/2431946/ihsg-masih-melemah-di-jeda-sesi-i-XKCp2JrTCo.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/28/278/2431946/ihsg-masih-melemah-di-jeda-sesi-i-XKCp2JrTCo.jpeg</image><title>Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Shutterstock)</title></images><description>&amp;nbsp;JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih terjebak di zona merah pada jeda perdagangan siang ini. IHSG turun 0,83% ke 5.972.
Pada jeda perdagangan sesi I, Senin (28/6/2021), Indeks LQ45 turun 1,23% ke 843,36, indeks JII turun 1,00% ke 545,24, indeks IDX30 turun 1,22% ke 449,40, dan indeks MNC36 turun 1,06 % ke 283,86.
Baca Juga: IHSG Diprediksi Menguat Hari Ini, Cermati Saham Berikut
Equity Analyst NH Korindo Sekuritas Putu Chantika mengatakan, hari ini pergerakan IHSG diproyeksi akan lebih konsolidasi. Hal tersebut disebabkan, karena adanya sentimen negatif dari dalam negeri seperti lonjakan kasus Covid-19.
&amp;ldquo;Hari ini kita lihat IHSG sebenarnya masih cenderung proyeksinya lebih konsolidasi. Karena walaupun dari sentimen global itu mayoritas sudah lumayan ada katalis positif, tetapi sentimen dari dalam negeri seperti lonjakan kasus Covid-19 yang kemarin sempat mencatatkan rekor tertingginya,&amp;rdquo; katanya dalam acara Market Opening IDX Channel, Senin (28/6/2021).
Baca Juga: 9 Fakta IHSG Sepekan Menguat meski Corona Menggila
Menurutnya, sentimen dari dalam negeri akan menjadi sentimen yang mendominasi pasar Indonesia. Walaupun, dari global beberapa waktu lalu pelaku pasar sempat khawatir dengan kemungkinan adanya taper tantrum.
&amp;ldquo;The Fed sendiri sudah membicarakan bahwa sebenarnya dia tidak akan melakukan perubahan kebijakan moneter secara mendadak. Walaupun sebelumnya ada inflasi kalau kita mengacu pada data inflasi, inflasi di Amerika Serikat (AS) cukup tinggi dan juga pemulihan ekonominya terbilang cukup cepat,&amp;rdquo; ujar Chantika.
Sementara itu, Chantika menilai, kondisi pasar saham Indonesia saat  ini jauh lebih kuat jika dibandingkan dengan kondisi pasar di tahun  lalu.
&amp;ldquo;Sebenarnya, kalau bisa dilihat ini jauh lebih strong ya market kita  dibandingkan dengan tahun lalu. Walaupun, sepertinya ini lonjakan  kasusnya cukup mencapai rekor lagi dibandingkan dengan tahun lalu,&amp;rdquo; ucap  dia.
Dia menambahkan, hanya saja saat ini pelaku pasar mencermati  kebijakan pemerintah terkait akan memberlakukan lockdown atau tidak.  Karena, kondisi itu disebut akan memengaruhi pasar.
&amp;ldquo;Ternyata kita lihat pemerintah saat ini masih hanya melakukan PPKM.  Serta, jika dilihat kemarin sentimen positifnya dari domestik itu adalah  vaksinasi kita itu sudah mencapai 1,2 juta dosis per hari. Jadi, hal  ini cukup mengimbangi antara sentimen negatif dan sentimen positif yang  ada di domestik,&amp;rdquo; tutur Analis tersebut.</description><content:encoded>&amp;nbsp;JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih terjebak di zona merah pada jeda perdagangan siang ini. IHSG turun 0,83% ke 5.972.
Pada jeda perdagangan sesi I, Senin (28/6/2021), Indeks LQ45 turun 1,23% ke 843,36, indeks JII turun 1,00% ke 545,24, indeks IDX30 turun 1,22% ke 449,40, dan indeks MNC36 turun 1,06 % ke 283,86.
Baca Juga: IHSG Diprediksi Menguat Hari Ini, Cermati Saham Berikut
Equity Analyst NH Korindo Sekuritas Putu Chantika mengatakan, hari ini pergerakan IHSG diproyeksi akan lebih konsolidasi. Hal tersebut disebabkan, karena adanya sentimen negatif dari dalam negeri seperti lonjakan kasus Covid-19.
&amp;ldquo;Hari ini kita lihat IHSG sebenarnya masih cenderung proyeksinya lebih konsolidasi. Karena walaupun dari sentimen global itu mayoritas sudah lumayan ada katalis positif, tetapi sentimen dari dalam negeri seperti lonjakan kasus Covid-19 yang kemarin sempat mencatatkan rekor tertingginya,&amp;rdquo; katanya dalam acara Market Opening IDX Channel, Senin (28/6/2021).
Baca Juga: 9 Fakta IHSG Sepekan Menguat meski Corona Menggila
Menurutnya, sentimen dari dalam negeri akan menjadi sentimen yang mendominasi pasar Indonesia. Walaupun, dari global beberapa waktu lalu pelaku pasar sempat khawatir dengan kemungkinan adanya taper tantrum.
&amp;ldquo;The Fed sendiri sudah membicarakan bahwa sebenarnya dia tidak akan melakukan perubahan kebijakan moneter secara mendadak. Walaupun sebelumnya ada inflasi kalau kita mengacu pada data inflasi, inflasi di Amerika Serikat (AS) cukup tinggi dan juga pemulihan ekonominya terbilang cukup cepat,&amp;rdquo; ujar Chantika.
Sementara itu, Chantika menilai, kondisi pasar saham Indonesia saat  ini jauh lebih kuat jika dibandingkan dengan kondisi pasar di tahun  lalu.
&amp;ldquo;Sebenarnya, kalau bisa dilihat ini jauh lebih strong ya market kita  dibandingkan dengan tahun lalu. Walaupun, sepertinya ini lonjakan  kasusnya cukup mencapai rekor lagi dibandingkan dengan tahun lalu,&amp;rdquo; ucap  dia.
Dia menambahkan, hanya saja saat ini pelaku pasar mencermati  kebijakan pemerintah terkait akan memberlakukan lockdown atau tidak.  Karena, kondisi itu disebut akan memengaruhi pasar.
&amp;ldquo;Ternyata kita lihat pemerintah saat ini masih hanya melakukan PPKM.  Serta, jika dilihat kemarin sentimen positifnya dari domestik itu adalah  vaksinasi kita itu sudah mencapai 1,2 juta dosis per hari. Jadi, hal  ini cukup mengimbangi antara sentimen negatif dan sentimen positif yang  ada di domestik,&amp;rdquo; tutur Analis tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
