<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bahlil Ungkap Tersendatnya Investasi di Daerah</title><description>Pemerintah menyatakan salah satu persoalan yang menjadi kendala investasi bagi pelaku usaha di daerah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/28/320/2431759/bahlil-ungkap-tersendatnya-investasi-di-daerah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/06/28/320/2431759/bahlil-ungkap-tersendatnya-investasi-di-daerah"/><item><title>Bahlil Ungkap Tersendatnya Investasi di Daerah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/28/320/2431759/bahlil-ungkap-tersendatnya-investasi-di-daerah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/06/28/320/2431759/bahlil-ungkap-tersendatnya-investasi-di-daerah</guid><pubDate>Senin 28 Juni 2021 05:27 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/28/320/2431759/bahlil-ungkap-tersendatnya-investasi-di-daerah-i81FFTthAe.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Investasi Bahlil Lahadalia (Foto: Setkab)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/28/320/2431759/bahlil-ungkap-tersendatnya-investasi-di-daerah-i81FFTthAe.jpg</image><title>Menteri Investasi Bahlil Lahadalia (Foto: Setkab)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah menyatakan salah satu persoalan yang menjadi kendala investasi bagi pelaku usaha di daerah adalah ketidakpastian kesediaan lahan. Dalam hal ini, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mencari solusi permasalahan lahan tersebut.
&amp;ldquo;Maka dalam rapat koordinasi ini, saya mau ada pembagian tugas yang jelas. Mana yang tugas pemerintah daerah, mana yang pemerintah pusat. Karena pusat tidak bisa mengurus tanah di daerah, yang tahu kan Gubernur dan para Bupatinya,&amp;rdquo; ungkap Bahlil dalam Rapat Koordinasi Investasi Wilayah I Sumatera di Padang, Sumatera Barat.
Pemerintah tidak hanya fokus pada pertumbuhan investasi saja, tapi juga mewujudkan investasi yang berkualitas yang dapat melahirkan pemerataan pertumbuhan ekonomi. Bahlil menegaskan kembali bahwa tugas pemerintah bukan hanya mengurus investasi yang besar saja, akan tetapi juga mengurus Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
&amp;ldquo;UMKM adalah benteng pertahanan ekonomi Indonesia. Kalau kata Bapak Presiden, mengurus UMKM itu mulia,&amp;rdquo; tambah Bahlil.
Baca Selengkapnya: Bahlil Bongkar Tersendatnya Investasi di Daerah
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah menyatakan salah satu persoalan yang menjadi kendala investasi bagi pelaku usaha di daerah adalah ketidakpastian kesediaan lahan. Dalam hal ini, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mencari solusi permasalahan lahan tersebut.
&amp;ldquo;Maka dalam rapat koordinasi ini, saya mau ada pembagian tugas yang jelas. Mana yang tugas pemerintah daerah, mana yang pemerintah pusat. Karena pusat tidak bisa mengurus tanah di daerah, yang tahu kan Gubernur dan para Bupatinya,&amp;rdquo; ungkap Bahlil dalam Rapat Koordinasi Investasi Wilayah I Sumatera di Padang, Sumatera Barat.
Pemerintah tidak hanya fokus pada pertumbuhan investasi saja, tapi juga mewujudkan investasi yang berkualitas yang dapat melahirkan pemerataan pertumbuhan ekonomi. Bahlil menegaskan kembali bahwa tugas pemerintah bukan hanya mengurus investasi yang besar saja, akan tetapi juga mengurus Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
&amp;ldquo;UMKM adalah benteng pertahanan ekonomi Indonesia. Kalau kata Bapak Presiden, mengurus UMKM itu mulia,&amp;rdquo; tambah Bahlil.
Baca Selengkapnya: Bahlil Bongkar Tersendatnya Investasi di Daerah
</content:encoded></item></channel></rss>
