<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Juni Diramal Terjadi Deflasi 0,08%</title><description>Bulan Juni diprediksi terjadi deflasi sebesar 0,08% (month of month /mom) secara bulanan atau inflasi sebesar 1,41% yoy.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/01/320/2433603/juni-diramal-terjadi-deflasi-0-08</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/07/01/320/2433603/juni-diramal-terjadi-deflasi-0-08"/><item><title>Juni Diramal Terjadi Deflasi 0,08%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/01/320/2433603/juni-diramal-terjadi-deflasi-0-08</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/07/01/320/2433603/juni-diramal-terjadi-deflasi-0-08</guid><pubDate>Kamis 01 Juli 2021 08:40 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/01/320/2433603/juni-diramal-terjadi-deflasi-0-08-WyZucWgEc3.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Inflasi (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/01/320/2433603/juni-diramal-terjadi-deflasi-0-08-WyZucWgEc3.jpeg</image><title>Inflasi (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;nbsp;JAKARTA &amp;ndash; Bulan Juni diprediksi terjadi deflasi sebesar 0,08% (month of month /mom) secara bulanan atau inflasi sebesar 1,41% year on year/ yoy) secara tahunan.
Ekonom Josua Pardede mengatakan  Deflasi bulanan pada bulan Juni didorong oleh potensi deflasi komponen harga bergejolak (volatile food) dan komponen harga diatur pemerintah (administered price) serta perlambatan laju inflasi inti.
Baca Juga: BI Ramal Deflasi 0,11% di Minggu Ketiga Juni 2021
 
&quot;Potensi deflasi secara bulanan pada komponen harga bergejolak (volatile food) bergejolak secara didorong oleh tren penurunan harga sebagian besar komoditas pangan seperti: beras (-0,08%mtm); daging ayam (-0,7%mtm); daging sapi (-1,4%mtm); bawang merah (-5,1%mtm); bawang putih (-1,5%mtm); cabai merah (-17,7%mtm) dan cabai rawit (-10,4%mtm),&quot; kata Josua saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Saat dihubungi MNC Portal, Jakarta, Kamis (1/7/2021).
Baca Juga: Pantauan BI: Minggu Kedua Juni Deflasi 0,09%
 
Lanjutnya,  penurunan harga komoditas pangan tersebut disebabkan oleh normalisasi permintaan, yang umumnya terjadi pada pasca lebaran. Selain itu, komponen harga diatur pemerintah juga diperkirakan mengalami deflasi bulanan sejalan dengan normalisasi tarif transportasi pasca lebaran.Sementara itu, pada inflasi inti, laju inflasi bulanan juga cenderung  melambat didorong oleh potensi sedikit melambatnya permintaan domestik  sejalan dengan pengetatan pembatasan sosial sejak pertengahan bulan  Juni.
Selain itu, penurunan harga emas sekitar 0,3% mtm juga turut  mendorong perlambatan inflasi inti. Inflasi inti diperkirakan sekitar  0,08%mtm atau 1,43% yoy.</description><content:encoded>&amp;nbsp;JAKARTA &amp;ndash; Bulan Juni diprediksi terjadi deflasi sebesar 0,08% (month of month /mom) secara bulanan atau inflasi sebesar 1,41% year on year/ yoy) secara tahunan.
Ekonom Josua Pardede mengatakan  Deflasi bulanan pada bulan Juni didorong oleh potensi deflasi komponen harga bergejolak (volatile food) dan komponen harga diatur pemerintah (administered price) serta perlambatan laju inflasi inti.
Baca Juga: BI Ramal Deflasi 0,11% di Minggu Ketiga Juni 2021
 
&quot;Potensi deflasi secara bulanan pada komponen harga bergejolak (volatile food) bergejolak secara didorong oleh tren penurunan harga sebagian besar komoditas pangan seperti: beras (-0,08%mtm); daging ayam (-0,7%mtm); daging sapi (-1,4%mtm); bawang merah (-5,1%mtm); bawang putih (-1,5%mtm); cabai merah (-17,7%mtm) dan cabai rawit (-10,4%mtm),&quot; kata Josua saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Saat dihubungi MNC Portal, Jakarta, Kamis (1/7/2021).
Baca Juga: Pantauan BI: Minggu Kedua Juni Deflasi 0,09%
 
Lanjutnya,  penurunan harga komoditas pangan tersebut disebabkan oleh normalisasi permintaan, yang umumnya terjadi pada pasca lebaran. Selain itu, komponen harga diatur pemerintah juga diperkirakan mengalami deflasi bulanan sejalan dengan normalisasi tarif transportasi pasca lebaran.Sementara itu, pada inflasi inti, laju inflasi bulanan juga cenderung  melambat didorong oleh potensi sedikit melambatnya permintaan domestik  sejalan dengan pengetatan pembatasan sosial sejak pertengahan bulan  Juni.
Selain itu, penurunan harga emas sekitar 0,3% mtm juga turut  mendorong perlambatan inflasi inti. Inflasi inti diperkirakan sekitar  0,08%mtm atau 1,43% yoy.</content:encoded></item></channel></rss>
