<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Deflasi Juni Pertama di 2021, Ini Penyebabnya</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan deflasi -0,16% pada bulan Juni, di sumbang oleh makanan, minuman, dan tembakau dan transportasi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/01/320/2433831/deflasi-juni-pertama-di-2021-ini-penyebabnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/07/01/320/2433831/deflasi-juni-pertama-di-2021-ini-penyebabnya"/><item><title>Deflasi Juni Pertama di 2021, Ini Penyebabnya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/01/320/2433831/deflasi-juni-pertama-di-2021-ini-penyebabnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/07/01/320/2433831/deflasi-juni-pertama-di-2021-ini-penyebabnya</guid><pubDate>Kamis 01 Juli 2021 14:05 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/01/320/2433831/deflasi-juni-pertama-di-2021-ini-penyebabnya-nb19twOPc8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BPS (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/01/320/2433831/deflasi-juni-pertama-di-2021-ini-penyebabnya-nb19twOPc8.jpg</image><title>BPS (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan deflasi  -0,16% pada bulan Juni, di sumbang oleh  makanan, minuman, dan tembakau dan transportasi. Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan sektor mamin dan tembakau, mengalami deflasi 0,71% dan memiliki andil sebesar 0,18% terhadap deflasi Juni.
Sektor transportasi juga mengalami deflasi yang cukup tinggi sebesar 0,35% dan memiliki andil 0,04% terhadap deflasi Juni.
&quot;Deflasi transportasi disebabkan oleh penurunan tarif angkutan udara, angkutan antarkota, dan kereta api,&quot; kata Margo dalam video virtual, Kamis (1/7/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Sektor Migas hanya Sumbang USD810 Juta, Ekspor RI di Januari Lesu
Lalu adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya beberapa indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,71%; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,12%; kelompok transportasi sebesar 0,35%; dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,01%.
Baca Juga:&amp;nbsp;Juni Deflasi 0,16%, BPS: Pertama Kali di 2021
Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,07%, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,17%,  kelompok kesehatan sebesar 0,03%; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,23%; kelompok pendidikan sebesar 0,03%; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,24%; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,35%.&quot;Tingkat inflasi tahun kalender (Januari&amp;ndash;Juni) 2021 sebesar 0,74% dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Juni 2021 terhadap Juni 2020) sebesar 1,33%,&quot; imbuhnya.
Komponen inti pada Juni 2021 mengalami inflasi sebesar 0,14%. Tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari&amp;ndash;Juni) 2021 sebesar 0,76% dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (Juni 2021 terhadap Juni 2020) sebesar 1,49%.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan deflasi  -0,16% pada bulan Juni, di sumbang oleh  makanan, minuman, dan tembakau dan transportasi. Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan sektor mamin dan tembakau, mengalami deflasi 0,71% dan memiliki andil sebesar 0,18% terhadap deflasi Juni.
Sektor transportasi juga mengalami deflasi yang cukup tinggi sebesar 0,35% dan memiliki andil 0,04% terhadap deflasi Juni.
&quot;Deflasi transportasi disebabkan oleh penurunan tarif angkutan udara, angkutan antarkota, dan kereta api,&quot; kata Margo dalam video virtual, Kamis (1/7/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Sektor Migas hanya Sumbang USD810 Juta, Ekspor RI di Januari Lesu
Lalu adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya beberapa indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,71%; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,12%; kelompok transportasi sebesar 0,35%; dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,01%.
Baca Juga:&amp;nbsp;Juni Deflasi 0,16%, BPS: Pertama Kali di 2021
Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,07%, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,17%,  kelompok kesehatan sebesar 0,03%; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,23%; kelompok pendidikan sebesar 0,03%; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,24%; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,35%.&quot;Tingkat inflasi tahun kalender (Januari&amp;ndash;Juni) 2021 sebesar 0,74% dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Juni 2021 terhadap Juni 2020) sebesar 1,33%,&quot; imbuhnya.
Komponen inti pada Juni 2021 mengalami inflasi sebesar 0,14%. Tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari&amp;ndash;Juni) 2021 sebesar 0,76% dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (Juni 2021 terhadap Juni 2020) sebesar 1,49%.</content:encoded></item></channel></rss>
