<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BEI Sebut Investor Tumbuh selama Pandemi, Hary Tanoesoedibjo: MNC Melesat</title><description>&amp;nbsp;Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat pertumbuhan investor pasar modal naik selama pandemi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/02/278/2434246/bei-sebut-investor-tumbuh-selama-pandemi-hary-tanoesoedibjo-mnc-melesat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/07/02/278/2434246/bei-sebut-investor-tumbuh-selama-pandemi-hary-tanoesoedibjo-mnc-melesat"/><item><title>BEI Sebut Investor Tumbuh selama Pandemi, Hary Tanoesoedibjo: MNC Melesat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/02/278/2434246/bei-sebut-investor-tumbuh-selama-pandemi-hary-tanoesoedibjo-mnc-melesat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/07/02/278/2434246/bei-sebut-investor-tumbuh-selama-pandemi-hary-tanoesoedibjo-mnc-melesat</guid><pubDate>Jum'at 02 Juli 2021 08:47 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/02/278/2434246/bei-sebut-investor-tumbuh-selama-pandemi-hary-tanoesoedibjo-mnc-melesat-sJu1oyaff3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mid-Year Investment Outlook (Foto: MNC Media)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/02/278/2434246/bei-sebut-investor-tumbuh-selama-pandemi-hary-tanoesoedibjo-mnc-melesat-sJu1oyaff3.jpg</image><title>Mid-Year Investment Outlook (Foto: MNC Media)</title></images><description>JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat pertumbuhan investor pasar modal Indonesia naik selama pandemi. Pasar modal Indonesia berhasil menjawab tantangan pandemi Covid-19 berkat digitalisasi.
&quot;Alhamdulillah sudah kembali pulih, hampir seperti sebelum Covid-19. Jadi, masih menjadi alternatif sumber pendanaan serta wadah investasi yang baik bagi investor,&quot; kata Direktur Utama BEI Inarno Djajadi.
Hal tersebut disampaikannya saat webinar 'Mid-Year Investment Outlook 2021' bertajuk Exploring The Next Market Mover yang diselenggarakan MNC Sekuritas, Kamis (1/7/2021).
Baca Juga: Dirut MNC Sekuritas: Aplikasi MNC Trade New Terbukti Semakin Disukai Investor Pasar Modal 
 
Indeks yang sempat terkoreksi dalam pada 24 Maret 2020 hingga di bawah 4000, lanjut Inarno, kini telah kembali pada level sebelumnya, mencapai 6000 per akhir Desember 2020. Pada akhir Juni 2021, IHSG ditutup di 5.985.
Rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) mencapai Rp13,4 triliun. Naik 46% dibanding awal tahun 2020 yang sebesar Rp9,21 triliun.
&quot;Selain itu, terdapat lonjakan frekuensi mencapai rata-rata sekitar 1,3 juta transaksi per hari. Ini merupakan yang tertinggi di kawasan ASEAN dalam 3 tahun terakhir,&quot; kata Inarno.
Diikuti dengan lonjakan volume perdagangan yang mencapai lebih dari 18 milliar saham per hari. &quot;Lompatan transaksi ini merupakan hal yang luar biasa,&quot; ucapnya.
Baca Juga: Mid-Year Investment Outlook 2021 MNC Sekuritas, Hary Tanoesoedibjo: Penting, Adaptasi Bisnis Digital saat Pandemi 
 
Hal tersebut, kata Inarno, tidak lepas dari pertumbuhan investor di pasar modal. Jumlah investor di pasar modal Indonesia mencapai 5,37 juta per akhir Mei 2021. Naik 38% dibandingkan akhir 2020.
Jumlah investor yang aktif bertransaksi hingga akhir Mei mencapai 203.000 investor per hari. Atau tumbuh 113% dari rata-rata tahun sebelumnya.
Dominasi investor domestik, khususnya investor retail terus berlanjut di 2021. &quot;Sampai sekarang dominasi investor retail semakin terlihat dengan porsi hampir mencapai 60% per akhir Mei 2021,&quot; terangnya.Pada 2020 lalu, lanjut Inarno, merupakan tahun kebangkitan investor  domestik, terutama investor retail. Investor retail membukukan aktivitas  transaksi yang besar yakni 48,4%.
Menurutnya, peningkatan jumlah investor tersebut hasil dari upaya  Bursa Efek Indonesia yang terus melakukan sosialisasi dan edukasi  literasi kepada masyarakat.
&quot;Termasuk oleh anggota bursa, seperti MNC Sekuritas yang sudah  melakukan 400 kegiatan edukasi dan sosialisasi, dan bisa meraup 270 ribu  investor,&quot; ungkapnya.
BEI sendiri hingga Mei telah melakukan sosialisasi dan edukasi  mencapai 3.550 kegiatan dengan jumlah peserta mencapai 365 ribu orang.  Sekitar 97% dilakukan secara daring.
&quot;Teknologi ini memudahkan kita untuk melakukan sosialisasi dan edukasi. Kami juga melakukan inovasi edukasi digital,&quot; katanya.
Dari sisi suplai, sampai akhir 2021 terdapat 23 perusahaan yang  mencatatkan sahamnya di bursa dengan fundraise mencapai Rp7,14 triliun.
Hal ini membuat jumlah perusahaan yang listed di bursa mencapai 735. Ini merupakan yang tertinggi di ASEAN.
&quot;Kita masuk 10 besar aktivitas pencatatan saham yang tertinggi di dunia selama 3 tahun berturut-turut dari 2018,&quot; kata Inarno.
Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo mengatakan saat ini  terjadi pergeseran yang sangat luar biasa dalam arti positif, dalam  segala perspektif.
Baik dari peningkatan nilai transaksi, peningkatan saham yang  ditransaksikan, dan yang tidak kalah pentingnya, peningkatan basis  investor lokal dan khususnya retail.
&quot;Ini bagus sekali. Kalau pasar modal ditunjang lebih kuat dari  domestik investornya, itu artinya pasar modal yang sehat,&quot; tuturnya.Sejak beberapa tahun terakhir, kata Hary, banyak  perubahan terjadi.   Pertama, karena globalisasi. Globalisasi memaksa kompetisi makin  intens.
Kedua, karena digitalisasi. Saat ini, banyak  perusahaan-perusahaan  bergerak, migrasi atau ekspansi ke digital.
Kondisi pandemi membuat transformasi digital terjadi lebih cepat.   &quot;Covid justru akan membuat digital business dalam segala sektor itu   makin meningkat, karena interaksi fisik sangat riskan dalam situasi   Covid sekarang ini,&quot; ungkapnya.
Hary mencontohkan PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP), anak   perusahaan PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) awalnya bank konvensional   telah bertransformasi menjadi digital banking.
&quot;Dengan adanya MotionBanking, ini seperti kita punya cabang di   seluruh rumahnya orang Indonesia, termasuk orang Indonesia di luar   negeri yang punya Internet,&quot; jelasnya.
Di bidang media, dengan investasi besar-besaran di infrastruktur   produksi, MNC bisa memproduksi 100% program yang ditayangkan 4 stasiun   televisi miliknya.
Begitu pandemi Covid langsung terbang, karena infrastruktur yang dimiliki semua digital.
&quot;Berdampak positif. Sekarang ini pangsa pemirsa prime time 4 TV MNC Group 54%,&quot; katanya.
Begitu juga OTT streaming yang baru diluncurkan sekitar 20 bulan   lalu. &quot;Sebelum Covid flat, sekarang monthly active users menjadi 32   juta. Hebatnya digital seperti itu,&quot; ucap Hary.
&quot;Intinya, memilih perusahaan Tbk adalah perusahaan-perusahaan yang   mampu melakukan adaptasi dengan benar dalam situasi new normal,&quot; lanjut   Hary.
Yang pertama diakibatkan karena globalisasi, kompetisi. Kompetisi itu memaksa untuk bekerja lebih baik, lebih profesional.
Belum lagi digital, mau tidak mau harus masuk ke digital. Dan yang ketiga, karena Covid, digital makin cepat lagi tumbuhnya
Hary sangat optimistis pasar modal Indonesia akan berkembang lebih besar lagi.</description><content:encoded>JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat pertumbuhan investor pasar modal Indonesia naik selama pandemi. Pasar modal Indonesia berhasil menjawab tantangan pandemi Covid-19 berkat digitalisasi.
&quot;Alhamdulillah sudah kembali pulih, hampir seperti sebelum Covid-19. Jadi, masih menjadi alternatif sumber pendanaan serta wadah investasi yang baik bagi investor,&quot; kata Direktur Utama BEI Inarno Djajadi.
Hal tersebut disampaikannya saat webinar 'Mid-Year Investment Outlook 2021' bertajuk Exploring The Next Market Mover yang diselenggarakan MNC Sekuritas, Kamis (1/7/2021).
Baca Juga: Dirut MNC Sekuritas: Aplikasi MNC Trade New Terbukti Semakin Disukai Investor Pasar Modal 
 
Indeks yang sempat terkoreksi dalam pada 24 Maret 2020 hingga di bawah 4000, lanjut Inarno, kini telah kembali pada level sebelumnya, mencapai 6000 per akhir Desember 2020. Pada akhir Juni 2021, IHSG ditutup di 5.985.
Rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) mencapai Rp13,4 triliun. Naik 46% dibanding awal tahun 2020 yang sebesar Rp9,21 triliun.
&quot;Selain itu, terdapat lonjakan frekuensi mencapai rata-rata sekitar 1,3 juta transaksi per hari. Ini merupakan yang tertinggi di kawasan ASEAN dalam 3 tahun terakhir,&quot; kata Inarno.
Diikuti dengan lonjakan volume perdagangan yang mencapai lebih dari 18 milliar saham per hari. &quot;Lompatan transaksi ini merupakan hal yang luar biasa,&quot; ucapnya.
Baca Juga: Mid-Year Investment Outlook 2021 MNC Sekuritas, Hary Tanoesoedibjo: Penting, Adaptasi Bisnis Digital saat Pandemi 
 
Hal tersebut, kata Inarno, tidak lepas dari pertumbuhan investor di pasar modal. Jumlah investor di pasar modal Indonesia mencapai 5,37 juta per akhir Mei 2021. Naik 38% dibandingkan akhir 2020.
Jumlah investor yang aktif bertransaksi hingga akhir Mei mencapai 203.000 investor per hari. Atau tumbuh 113% dari rata-rata tahun sebelumnya.
Dominasi investor domestik, khususnya investor retail terus berlanjut di 2021. &quot;Sampai sekarang dominasi investor retail semakin terlihat dengan porsi hampir mencapai 60% per akhir Mei 2021,&quot; terangnya.Pada 2020 lalu, lanjut Inarno, merupakan tahun kebangkitan investor  domestik, terutama investor retail. Investor retail membukukan aktivitas  transaksi yang besar yakni 48,4%.
Menurutnya, peningkatan jumlah investor tersebut hasil dari upaya  Bursa Efek Indonesia yang terus melakukan sosialisasi dan edukasi  literasi kepada masyarakat.
&quot;Termasuk oleh anggota bursa, seperti MNC Sekuritas yang sudah  melakukan 400 kegiatan edukasi dan sosialisasi, dan bisa meraup 270 ribu  investor,&quot; ungkapnya.
BEI sendiri hingga Mei telah melakukan sosialisasi dan edukasi  mencapai 3.550 kegiatan dengan jumlah peserta mencapai 365 ribu orang.  Sekitar 97% dilakukan secara daring.
&quot;Teknologi ini memudahkan kita untuk melakukan sosialisasi dan edukasi. Kami juga melakukan inovasi edukasi digital,&quot; katanya.
Dari sisi suplai, sampai akhir 2021 terdapat 23 perusahaan yang  mencatatkan sahamnya di bursa dengan fundraise mencapai Rp7,14 triliun.
Hal ini membuat jumlah perusahaan yang listed di bursa mencapai 735. Ini merupakan yang tertinggi di ASEAN.
&quot;Kita masuk 10 besar aktivitas pencatatan saham yang tertinggi di dunia selama 3 tahun berturut-turut dari 2018,&quot; kata Inarno.
Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo mengatakan saat ini  terjadi pergeseran yang sangat luar biasa dalam arti positif, dalam  segala perspektif.
Baik dari peningkatan nilai transaksi, peningkatan saham yang  ditransaksikan, dan yang tidak kalah pentingnya, peningkatan basis  investor lokal dan khususnya retail.
&quot;Ini bagus sekali. Kalau pasar modal ditunjang lebih kuat dari  domestik investornya, itu artinya pasar modal yang sehat,&quot; tuturnya.Sejak beberapa tahun terakhir, kata Hary, banyak  perubahan terjadi.   Pertama, karena globalisasi. Globalisasi memaksa kompetisi makin  intens.
Kedua, karena digitalisasi. Saat ini, banyak  perusahaan-perusahaan  bergerak, migrasi atau ekspansi ke digital.
Kondisi pandemi membuat transformasi digital terjadi lebih cepat.   &quot;Covid justru akan membuat digital business dalam segala sektor itu   makin meningkat, karena interaksi fisik sangat riskan dalam situasi   Covid sekarang ini,&quot; ungkapnya.
Hary mencontohkan PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP), anak   perusahaan PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) awalnya bank konvensional   telah bertransformasi menjadi digital banking.
&quot;Dengan adanya MotionBanking, ini seperti kita punya cabang di   seluruh rumahnya orang Indonesia, termasuk orang Indonesia di luar   negeri yang punya Internet,&quot; jelasnya.
Di bidang media, dengan investasi besar-besaran di infrastruktur   produksi, MNC bisa memproduksi 100% program yang ditayangkan 4 stasiun   televisi miliknya.
Begitu pandemi Covid langsung terbang, karena infrastruktur yang dimiliki semua digital.
&quot;Berdampak positif. Sekarang ini pangsa pemirsa prime time 4 TV MNC Group 54%,&quot; katanya.
Begitu juga OTT streaming yang baru diluncurkan sekitar 20 bulan   lalu. &quot;Sebelum Covid flat, sekarang monthly active users menjadi 32   juta. Hebatnya digital seperti itu,&quot; ucap Hary.
&quot;Intinya, memilih perusahaan Tbk adalah perusahaan-perusahaan yang   mampu melakukan adaptasi dengan benar dalam situasi new normal,&quot; lanjut   Hary.
Yang pertama diakibatkan karena globalisasi, kompetisi. Kompetisi itu memaksa untuk bekerja lebih baik, lebih profesional.
Belum lagi digital, mau tidak mau harus masuk ke digital. Dan yang ketiga, karena Covid, digital makin cepat lagi tumbuhnya
Hary sangat optimistis pasar modal Indonesia akan berkembang lebih besar lagi.</content:encoded></item></channel></rss>
