<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Siapkan Anggaran Bansos Tunai Rp6,1 Triliun</title><description>Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa dan Bali diterapkan mulai 3 hingga 20 Juli 2021.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/03/320/2434986/sri-mulyani-siapkan-anggaran-bansos-tunai-rp6-1-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/07/03/320/2434986/sri-mulyani-siapkan-anggaran-bansos-tunai-rp6-1-triliun"/><item><title>Sri Mulyani Siapkan Anggaran Bansos Tunai Rp6,1 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/03/320/2434986/sri-mulyani-siapkan-anggaran-bansos-tunai-rp6-1-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/07/03/320/2434986/sri-mulyani-siapkan-anggaran-bansos-tunai-rp6-1-triliun</guid><pubDate>Sabtu 03 Juli 2021 16:49 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/03/320/2434986/sri-mulyani-siapkan-anggaran-bansos-tunai-rp6-1-triliun-Do8W2dKTHW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/03/320/2434986/sri-mulyani-siapkan-anggaran-bansos-tunai-rp6-1-triliun-Do8W2dKTHW.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa dan Bali diterapkan mulai 3 hingga 20 Juli 2021 . Hal itu guna menekan laju penyebaran Covid-19.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengatakan, Bantuan Sosial Tunai (BST) akan diperpanjang dua bulan untuk 10 juta penerima manfaat.
&quot;Adapun anggaran yang dialokasikan sebesar Rp6,1 triliun,&quot; kata Sri Mulyani melalui laman Instagram @smindrawati, Sabtu (3/7/2021).
Baca Juga:DPR Sarankan Penerbangan Luar Negeri Ditutup Selama PPKM Darurat
 
&quot;Untuk mendukung pelaksanaan PPKM Darurat, APBN akan memberikan tambahan perlindungan terutama bagi masyarakat terbawah,&quot; imbuhnya.
Sebelumnya, Sri Mulyani mengatakan, stimulus diskon listrik bagi pelanggan rumah tangga dan subsidi biaya abdomen bagi pelaku usaha juga akan diperpanjang dari 6 bulan ke 9 bulan. Artinya akan diberikan diskon sampai September 2021.
Baca Juga: Anggaran Rp2,3 Triliun demi Diskon Listrik hingga September
 
&quot;Total anggaran yang dialokasi mencapai Rp 2,33 triliun,&quot; jelasnya.
Sri Mulyani menuturkan, pemerintah juga terus melakukan percepatan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa. Selain itu, penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) dan Kartu Sembako.
&quot;Hal ini diharapkan dapat memberikan ketahanan sosial bagi masyarakat yang sangat terdampak akan pelaksanaan PPKM Darurat,&quot; ucapnya.Sri Mulyani menyebut untuk kalangan UMKM, pemerintah menambah target  penerima bantuan produktif hingga 3 juta penerima. Sementara itu, untuk  program kartu prakerja juga akan dilanjutkan.
&quot;Tambahan dukungan APBN untuk PPKM Darurat akan terus dikomunikasikan  dengan Menteri terkait sehingga dana APBN dapat tepat sasaran dan  efektif dalam penyalurannya,&quot; tuturnya.
Kemudian, pemerintah terus mempercepat program vaksinasi agar  sesegera mungkin dapat memberikan perlindungan kesehatan kepada seluruh  masyarakat. Diketahui hingga saat ini program tersebut sudah mencapai 1  juta dosis per hari dan akan terus ditingkatkan hingga 2 juta dosis.
Lebih lanjut, Sri Mulyani mengimbau masyarakat untuk bersama-sama  berjuang melawan Covid-19. Yaitu dengan menekan laju penyebaran kasus  positif.
&quot;Tidak lengah tidak lelah melaksanakan protokol kesehatan yang ketat.  Terapkan terus 5 M (mencuci tangan, memakai masker, mejaga jarak,  mengurangi mobilitas, dan menjauhi kerumunan),&amp;rdquo; pungkasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa dan Bali diterapkan mulai 3 hingga 20 Juli 2021 . Hal itu guna menekan laju penyebaran Covid-19.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengatakan, Bantuan Sosial Tunai (BST) akan diperpanjang dua bulan untuk 10 juta penerima manfaat.
&quot;Adapun anggaran yang dialokasikan sebesar Rp6,1 triliun,&quot; kata Sri Mulyani melalui laman Instagram @smindrawati, Sabtu (3/7/2021).
Baca Juga:DPR Sarankan Penerbangan Luar Negeri Ditutup Selama PPKM Darurat
 
&quot;Untuk mendukung pelaksanaan PPKM Darurat, APBN akan memberikan tambahan perlindungan terutama bagi masyarakat terbawah,&quot; imbuhnya.
Sebelumnya, Sri Mulyani mengatakan, stimulus diskon listrik bagi pelanggan rumah tangga dan subsidi biaya abdomen bagi pelaku usaha juga akan diperpanjang dari 6 bulan ke 9 bulan. Artinya akan diberikan diskon sampai September 2021.
Baca Juga: Anggaran Rp2,3 Triliun demi Diskon Listrik hingga September
 
&quot;Total anggaran yang dialokasi mencapai Rp 2,33 triliun,&quot; jelasnya.
Sri Mulyani menuturkan, pemerintah juga terus melakukan percepatan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa. Selain itu, penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) dan Kartu Sembako.
&quot;Hal ini diharapkan dapat memberikan ketahanan sosial bagi masyarakat yang sangat terdampak akan pelaksanaan PPKM Darurat,&quot; ucapnya.Sri Mulyani menyebut untuk kalangan UMKM, pemerintah menambah target  penerima bantuan produktif hingga 3 juta penerima. Sementara itu, untuk  program kartu prakerja juga akan dilanjutkan.
&quot;Tambahan dukungan APBN untuk PPKM Darurat akan terus dikomunikasikan  dengan Menteri terkait sehingga dana APBN dapat tepat sasaran dan  efektif dalam penyalurannya,&quot; tuturnya.
Kemudian, pemerintah terus mempercepat program vaksinasi agar  sesegera mungkin dapat memberikan perlindungan kesehatan kepada seluruh  masyarakat. Diketahui hingga saat ini program tersebut sudah mencapai 1  juta dosis per hari dan akan terus ditingkatkan hingga 2 juta dosis.
Lebih lanjut, Sri Mulyani mengimbau masyarakat untuk bersama-sama  berjuang melawan Covid-19. Yaitu dengan menekan laju penyebaran kasus  positif.
&quot;Tidak lengah tidak lelah melaksanakan protokol kesehatan yang ketat.  Terapkan terus 5 M (mencuci tangan, memakai masker, mejaga jarak,  mengurangi mobilitas, dan menjauhi kerumunan),&amp;rdquo; pungkasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
