<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PHRI: Kita Sudah Setengah Mati, Jangan Menunggu Sampai Mati</title><description>PPKM Darurat membuat jam operasional mal dan restoran dibatasi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/03/320/2434996/phri-kita-sudah-setengah-mati-jangan-menunggu-sampai-mati</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/07/03/320/2434996/phri-kita-sudah-setengah-mati-jangan-menunggu-sampai-mati"/><item><title>PHRI: Kita Sudah Setengah Mati, Jangan Menunggu Sampai Mati</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/03/320/2434996/phri-kita-sudah-setengah-mati-jangan-menunggu-sampai-mati</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/07/03/320/2434996/phri-kita-sudah-setengah-mati-jangan-menunggu-sampai-mati</guid><pubDate>Sabtu 03 Juli 2021 17:17 WIB</pubDate><dc:creator>Oktiani Endarwati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/03/320/2434996/phri-kita-sudah-setengah-mati-jangan-menunggu-sampai-mati-MFVMFML9QC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Hotel (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/03/320/2434996/phri-kita-sudah-setengah-mati-jangan-menunggu-sampai-mati-MFVMFML9QC.jpg</image><title>Hotel (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PPKM Darurat membuat jam operasional mal dan restoran dibatasi. Wakil Ketua Umum Pengusaha Hotal dan Restoran Indonesia (PHRI) Emil Arifin mengatakan, pemberlakuan PPKM Darurat memperburuk kondisi hotel dan restoran selama pandemi Covid-19. Untuk itu, bantuan dari pemerintah sangat dibutuhkan untuk melanjutkan keberlangsungan usaha hotel dan restoran.
Baca Juga: Anggaran Rp2,3 Triliun demi Diskon Listrik hingga September
 
&quot;Sekarang kita sebenarnya sangat perlu bantuan dari pemerintah karena sudah setengah mati. Jangan sampai menunggu kita mati karena kalau sudah mati ngga bisa lagi dibantu,&quot; ujarnya dalam diskusi Polemik Trijaya, Sabtu (3/7/2021).
Menurut dia, pemerintah sudah pernah memberikan insentif berupa keringanan pajak dan dana hibah. Namun hal tersebut tidak bisa menutupi kerugian yang dialami pengusaha hotel dan restoran.
Baca Juga: DPR Sarankan Penerbangan Luar Negeri Ditutup Selama PPKM Darurat 
 
&quot;Sekarang persoalannya tidak ada cash, tidak ada permintaan. Kita melakukan penghematan. Dulu pernah dikasih dana hibah tetapi banyak masalah. Kita perlu diberikan bantuan berupa uang sewa, subsidi gaji karyawan karena cashflow lebih besar pengeluaran daripada pemasukan,&quot; ungkapnya.
Dia juga menyayangkan pemberlakuan PPKM Darurat ini tidak  berkomunikasi sebelumnya pada pelaku usaha. Jika sejak awal pemerintah  menjalin komunikasi yang baik, pelaku usaha akan mendukung dan diberi  waktu untuk persiapan.
&quot;Kalau dari awal pemerintah bilang mau lockdown, saya rasa kami akan mendukung dan diberikan waktu untuk persiapan,&quot; tuturnya.
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PPKM Darurat membuat jam operasional mal dan restoran dibatasi. Wakil Ketua Umum Pengusaha Hotal dan Restoran Indonesia (PHRI) Emil Arifin mengatakan, pemberlakuan PPKM Darurat memperburuk kondisi hotel dan restoran selama pandemi Covid-19. Untuk itu, bantuan dari pemerintah sangat dibutuhkan untuk melanjutkan keberlangsungan usaha hotel dan restoran.
Baca Juga: Anggaran Rp2,3 Triliun demi Diskon Listrik hingga September
 
&quot;Sekarang kita sebenarnya sangat perlu bantuan dari pemerintah karena sudah setengah mati. Jangan sampai menunggu kita mati karena kalau sudah mati ngga bisa lagi dibantu,&quot; ujarnya dalam diskusi Polemik Trijaya, Sabtu (3/7/2021).
Menurut dia, pemerintah sudah pernah memberikan insentif berupa keringanan pajak dan dana hibah. Namun hal tersebut tidak bisa menutupi kerugian yang dialami pengusaha hotel dan restoran.
Baca Juga: DPR Sarankan Penerbangan Luar Negeri Ditutup Selama PPKM Darurat 
 
&quot;Sekarang persoalannya tidak ada cash, tidak ada permintaan. Kita melakukan penghematan. Dulu pernah dikasih dana hibah tetapi banyak masalah. Kita perlu diberikan bantuan berupa uang sewa, subsidi gaji karyawan karena cashflow lebih besar pengeluaran daripada pemasukan,&quot; ungkapnya.
Dia juga menyayangkan pemberlakuan PPKM Darurat ini tidak  berkomunikasi sebelumnya pada pelaku usaha. Jika sejak awal pemerintah  menjalin komunikasi yang baik, pelaku usaha akan mendukung dan diberi  waktu untuk persiapan.
&quot;Kalau dari awal pemerintah bilang mau lockdown, saya rasa kami akan mendukung dan diberikan waktu untuk persiapan,&quot; tuturnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
