<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PUPR Sebut Properti Bisa Jadi Mesin Pemulihan Ekonomi</title><description>Seluruh sektor diharapkan dapat pulih dan memberikan kontribusi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi termasuk sektor properti.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/03/470/2435042/pupr-sebut-properti-bisa-jadi-mesin-pemulihan-ekonomi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/07/03/470/2435042/pupr-sebut-properti-bisa-jadi-mesin-pemulihan-ekonomi"/><item><title>PUPR Sebut Properti Bisa Jadi Mesin Pemulihan Ekonomi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/03/470/2435042/pupr-sebut-properti-bisa-jadi-mesin-pemulihan-ekonomi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/07/03/470/2435042/pupr-sebut-properti-bisa-jadi-mesin-pemulihan-ekonomi</guid><pubDate>Sabtu 03 Juli 2021 22:03 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/03/470/2435042/pupr-sebut-properti-bisa-jadi-mesin-pemulihan-ekonomi-KuWQcUfJpx.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Rumah (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/03/470/2435042/pupr-sebut-properti-bisa-jadi-mesin-pemulihan-ekonomi-KuWQcUfJpx.jpeg</image><title>Rumah (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA -  Seluruh sektor diharapkan dapat pulih dan memberikan kontribusi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi termasuk sektor properti atau perumahan.
Untuk memacu sektor tersebut diperlukan dukungan seluruh stakeholders di antaranya adalah Pemerintah, Jasa Keuangan dan Perbankan, Pengembang dan juga sektor pendukung lain yang menjadi ekosistem di sektor ini.
Baca Juga: Bisnis Properti di AS Bangkit dari Pandemi Covid-19
 
Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR, Eko D. Heripoerwanto, mengatakan, bahwa sektor properti akan tetap menjadi leading sektor sampai kapanpun. Sebab bisnis properti memiliki multi player effect, karena akan menggerakan sekitar 170 industri.
&amp;ldquo;Secara universal sektor properti merupakan sektor yang penting karena mampu menarik dan mengembangkan berbagai macam sektor, seperti sektor jasa, pembangunan bahkan keuangan. Serta berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja,&quot; kata Eko, Minggu (3/7/2021).
Baca Juga: Pengusaha Properti Harap Insentif PPN Ditanggung Pemerintah Diperpanjang
 
Dia menjelaskan, properti merupakan sektor yang sangat terdampak pandemi, terutama pada sektor perumahan. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah memberikan insentif untuk sektor properti sesuai tingkatan dan jenjang dalam Permenkeu No 21 Tahun 2021. Salah satu tujuan untuk meningkatkan kualitas layak huni.
&amp;ldquo;Rencana Pemerintah yang di atur RPJM dalam meningkatkan kualitas rumah layak huni yang semua 56% menjadi 70%, dengan sekitar 11juta rumah tangga.Rencana intervensi langsung dan tidak langsung. Melalui program  peningkatan kualitas, pembiayaan perumahan dan bantuan atau subsidi  bantuan perumahan, pembinaan rumah kumuh dengan alokasi 5juta rumah,&quot;  imbuh Eko.
Sementara itu, Direktur Utama Bank BTN, Haru Koesmahargyo  menyebutkan, bahwa pertumbuhan sektor perumahan berpotensi menumbuhkan  ekonomi pada sektor lainnya. Dari 174 sub-sektor industri terdapat lima  besar sektor yang mengalami dampak, salah satunya perumahan.
&amp;ldquo;Setiap tambahan anggaran Rp1 pada sektor terkait properti, akan  menciptakan output terhadap ekonomi sebesar Rp2,15,&quot; papar Haru.
Namun, Haru tetap optimis di tengah sektor perekonomian nasional yang  mengalami kontraksi pertumbuhan, sektor perumahan menunjukkan  pertumbuhan yang positif yang terlihat dari tumbuhnya KPR dibandingkan  dengan kredit lainnya.
&amp;ldquo;Pertumbuhan kredit nasional pada Q1 2021 mengalami penurunan  sebanyak 3,8%, sementara pertumbuhan KPR Q1 2021 mulai merangkak naik di  angka 3,6%. Ini dikarenakan keberlanjutan dukungan KPR subsidi  pemerintah, pada APBN 2021, alokasi KPR subsidi sebanyak 157,5 rb unit  senilai 1,66 triliun,&quot; tambah Haru.
Berbagai upaya terus dilakukan pemerintah, salah satunya melalui Bank  BTN melalui program Mortgage Ecosystem untuk mendukung sektor properti.
&amp;ldquo;Mortgage Ecosystem merupakan upaya pengembangan bisnis yang  berorientasi pada nasabah dengan menyediakan tidak hanya rumah tapi juga  kelengkapannya, sehingga bisa menggandeng berbagai stakeholders untuk  mengoptimalkan layanan,&quot; jelas Haru.</description><content:encoded>JAKARTA -  Seluruh sektor diharapkan dapat pulih dan memberikan kontribusi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi termasuk sektor properti atau perumahan.
Untuk memacu sektor tersebut diperlukan dukungan seluruh stakeholders di antaranya adalah Pemerintah, Jasa Keuangan dan Perbankan, Pengembang dan juga sektor pendukung lain yang menjadi ekosistem di sektor ini.
Baca Juga: Bisnis Properti di AS Bangkit dari Pandemi Covid-19
 
Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR, Eko D. Heripoerwanto, mengatakan, bahwa sektor properti akan tetap menjadi leading sektor sampai kapanpun. Sebab bisnis properti memiliki multi player effect, karena akan menggerakan sekitar 170 industri.
&amp;ldquo;Secara universal sektor properti merupakan sektor yang penting karena mampu menarik dan mengembangkan berbagai macam sektor, seperti sektor jasa, pembangunan bahkan keuangan. Serta berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja,&quot; kata Eko, Minggu (3/7/2021).
Baca Juga: Pengusaha Properti Harap Insentif PPN Ditanggung Pemerintah Diperpanjang
 
Dia menjelaskan, properti merupakan sektor yang sangat terdampak pandemi, terutama pada sektor perumahan. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah memberikan insentif untuk sektor properti sesuai tingkatan dan jenjang dalam Permenkeu No 21 Tahun 2021. Salah satu tujuan untuk meningkatkan kualitas layak huni.
&amp;ldquo;Rencana Pemerintah yang di atur RPJM dalam meningkatkan kualitas rumah layak huni yang semua 56% menjadi 70%, dengan sekitar 11juta rumah tangga.Rencana intervensi langsung dan tidak langsung. Melalui program  peningkatan kualitas, pembiayaan perumahan dan bantuan atau subsidi  bantuan perumahan, pembinaan rumah kumuh dengan alokasi 5juta rumah,&quot;  imbuh Eko.
Sementara itu, Direktur Utama Bank BTN, Haru Koesmahargyo  menyebutkan, bahwa pertumbuhan sektor perumahan berpotensi menumbuhkan  ekonomi pada sektor lainnya. Dari 174 sub-sektor industri terdapat lima  besar sektor yang mengalami dampak, salah satunya perumahan.
&amp;ldquo;Setiap tambahan anggaran Rp1 pada sektor terkait properti, akan  menciptakan output terhadap ekonomi sebesar Rp2,15,&quot; papar Haru.
Namun, Haru tetap optimis di tengah sektor perekonomian nasional yang  mengalami kontraksi pertumbuhan, sektor perumahan menunjukkan  pertumbuhan yang positif yang terlihat dari tumbuhnya KPR dibandingkan  dengan kredit lainnya.
&amp;ldquo;Pertumbuhan kredit nasional pada Q1 2021 mengalami penurunan  sebanyak 3,8%, sementara pertumbuhan KPR Q1 2021 mulai merangkak naik di  angka 3,6%. Ini dikarenakan keberlanjutan dukungan KPR subsidi  pemerintah, pada APBN 2021, alokasi KPR subsidi sebanyak 157,5 rb unit  senilai 1,66 triliun,&quot; tambah Haru.
Berbagai upaya terus dilakukan pemerintah, salah satunya melalui Bank  BTN melalui program Mortgage Ecosystem untuk mendukung sektor properti.
&amp;ldquo;Mortgage Ecosystem merupakan upaya pengembangan bisnis yang  berorientasi pada nasabah dengan menyediakan tidak hanya rumah tapi juga  kelengkapannya, sehingga bisa menggandeng berbagai stakeholders untuk  mengoptimalkan layanan,&quot; jelas Haru.</content:encoded></item></channel></rss>
